Ambrosini: “Pio Esposito Bikin Rekan Setim Lebih Baik, Bastoni Berlebihan”

Laga panas antara Inter Milan dan Juventus yang berakhir 3-2 kembali memantik perdebatan. Tidak hanya soal hasil akhir, tetapi juga insiden kartu merah Pierre Kalulu dan sikap sejumlah pemain di lapangan.

Mantan gelandang timnas Italia dan AC Milan, Massimo Ambrosini, memberikan analisis tajam dalam siaran DAZN. Ia membahas beberapa hal, termasuk sikap Alessandro Bastoni dan penampilan impresif Francesco Pio Esposito.

Ambrosini: Bastoni “Membuat Kesan Buruk”

Ambrosini secara blak-blakan menilai bahwa Alessandro Bastoni tidak menunjukkan sikap yang pantas dalam momen kontroversial tersebut.

Menurutnya, reaksi Bastoni setelah insiden yang berujung kartu merah Kalulu dinilai berlebihan dan tidak mencerminkan sportivitas.

“Tidak banyak yang bisa dikatakan: Bastoni membuat kesan buruk. Jika kita ingin mengecualikan bahwa ia membebaskan lawan dari tuduhan, lalu bereaksi dengan selebrasi seperti itu, itu tidak baik. Ia melakukan sesuatu yang berlebihan,” ujar Ambrosini.

Ambrosini bahkan menambahkan bahwa Bastoni kemungkinan menyadari tindakannya tidak mencerminkan nilai fair play yang seharusnya dijunjung tinggi dalam sepak bola profesional.

“Ia sendiri menyadari bahwa apa yang ia lakukan tidak menghormati dirinya maupun sepak bola,”

Pio Esposito Dipuji: “Membuat Rekan Setim Lebih Baik”

Di tengah kontroversi, Ambrosini juga memberikan pujian khusus kepada striker muda Inter, Francesco Pio Esposito.

Menurutnya, Pio Esposito bukan hanya sekadar talenta muda, tetapi pemain yang benar-benar siap bersaing di level tertinggi.

“Dia adalah anak muda yang siap. Datang ke Serie A karena kemampuannya sendiri tanpa jalur perantara. Ia memiliki kualitas yang tidak dimiliki semua penyerang, ia membuat pemain di sekitarnya menjadi lebih baik,”

Ambrosini menilai karakteristik Pio Esposito memberi dampak positif bagi tim. Mobilitas, kecerdasan membaca ruang, dan kemampuannya membuka celah membuat rekan-rekannya tampil lebih efektif.

“Siapa pun yang bermain di dekatnya akan mendapat manfaat,”

Pernyataan ini memperkuat keyakinan bahwa Inter memiliki prospek cerah di lini depan, terutama dalam regenerasi skuad.

Soal Lautaro dan Laga Besar

Ambrosini juga menyinggung performa Lautaro Martinez dalam laga-laga besar.

Ia menilai kritik terhadap Lautaro dalam pertandingan big match lebih bersifat kebetulan statistik semata, bukan cerminan kualitas sebenarnya.

Menurutnya, Lautaro tetaplah pemain kelas dunia yang sudah diakui kualitasnya secara luas. Inkonsistensi dalam satu atau dua laga tidak bisa menghapus reputasi tersebut.

“Soal Lautaro dalam laga-laga besar? Kita semua sepakat bahwa dia adalah pemain dengan level absolut. Itu hanya kebetulan, kalau tidak kita tidak bisa menyebutnya sebagai pemain hebat yang diakui. Itu kebetulan semata. Terakhir kali Inter memainkan pertandingan dengan jarak satu minggu, mungkin agak sulit beradaptasi dengan jenis pekerjaan teknis yang dilakukan.”

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*