Benjamin Pavard dipastikan kembali ke Inter Milan pada musim panas ini setelah Marseille memutuskan tidak mengaktifkan opsi pembelian permanen.
Keputusan ini membuat Inter harus segera mencari jalan keluar, mengingat Pavard tidak masuk dalam rencana pelatih Cristian Chivu.
Inter Hadapi Dilema Besar
Menurut laporan L’Interista, Inter kini dihadapkan pada masalah klasik: pemain mahal yang sulit dijual.
Beberapa faktor yang menjadi kendala:
- Gaji tinggi sekitar €5 juta net per musim
- Harga transfer sekitar €15 juta
Situasi ini membuat opsi penjualan ke klub top Eropa menjadi semakin sulit.
Peluang ke Premier League Tertutup
Sebelumnya, dua klub Inggris sempat dikaitkan:
- Manchester United
- Tottenham Hotspur
Namun, peluang transfer ke Tottenham kini tertutup setelah kedatangan Roberto De Zerbi. Hubungan yang kurang harmonis antara Pavard dan sang pelatih membuat reuni hampir mustahil terjadi.
Arab Saudi Jadi Opsi Paling Realistis
Kini, perhatian beralih ke Timur Tengah. Dua raksasa Saudi, yakni Al-Hilal dan Al-Nassr menjadi kandidat terkuat untuk merekrut Pavard.
Kedua klub tersebut memiliki kekuatan finansial besar, mampu memenuhi gaji tinggi pemain, dan tidak keberatan dengan nilai transfer
Klub Turki Juga Mengintai
Selain Arab Saudi, dua klub besar Turki juga tertarik, yakni Galatasaray dan Fenerbahce.
Namun, kendala utama tetap sama: gaji Pavard yang terlalu tinggi. Meski begitu, skema transfer kreatif bisa menjadi solusi.
Inter Ingin Segera Tuntaskan Masa Depan Pavard
Inter Milan tidak ingin situasi ini berlarut-larut. Klub berharap bisa segera:
- Melepas Pavard
- Mengurangi beban gaji
- Mengalokasikan dana untuk kebutuhan lain
Keputusan akhir kini berada di tangan sang pemain, yang harus menentukan langkah berikutnya dalam kariernya.

Leave a Reply