Nama Ebenezer Akinsanmiro semakin sering diperbincangkan di Italia. Gelandang muda milik Inter Milan yang tengah dipinjamkan ke Pisa itu menjadi salah satu kejutan positif musim ini.
Performa konsistennya di lini tengah tak hanya membantu Pisa, tetapi juga membawanya ke momen penting dalam karier: pemanggilan pertama ke tim nasional senior Nigeria.
Dalam wawancara eksklusif bersama Elegbete Tv, Akinsanmiro berbicara terbuka tentang emosinya, masa depannya, dan kekagumannya pada satu nama besar di Inter Milan.
Panggilan ke Timnas Nigeria: Mimpi yang Jadi Nyata
Bagi Akinsanmiro, mengenakan seragam timnas Nigeria adalah pencapaian yang sulit diungkapkan dengan kata-kata.
“Saya merasa sangat emosional. Di saat yang sama saya juga terkejut, tapi saya benar-benar bahagia berada di sini. Bagi setiap pemain, bermain untuk tim nasional adalah sebuah mimpi,” ujarnya.
Ia mengakui bahwa persaingan di timnas Nigeria sangat ketat, dengan banyak pemain top yang bermain di level global. Hal itulah yang membuat panggilan ini terasa semakin istimewa.
“Saya terkejut karena Nigeria memiliki begitu banyak pemain hebat. Jika melihat perjalanan saya sejak awal bermain sepak bola, rasanya seperti melalui dua fase kehidupan yang berbeda,”
Bersinar di Pisa, Akinsanmiro Tuai Hasil Kerja Keras
Musim ini, Akinsanmiro tampil sebagai salah satu motor permainan Pisa. Statusnya sebagai pemain pinjaman dari Inter justru menjadi ajang pembuktian, bukan beban.
Di Pisa, ia menunjukkan:
- Visi bermain yang matang
- Ketenangan dalam menguasai bola
- Kemampuan membaca permainan di lini tengah
Konsistensi inilah yang akhirnya membuka pintu tim nasional dan mengangkat namanya ke level yang lebih tinggi.
Masa Depan di Italia dan Harapan Kembali ke Inter
Ketika ditanya soal masa depannya, Akinsanmiro tak menutup kemungkinan melanjutkan karier di Italia. Bahkan, ia secara terbuka mengungkap keinginannya untuk kembali membela Inter Milan.
“Ya, saya ingin terus bermain di Italia. Dan tentu saja, saya juga ingin kembali ke Inter. Saya tidak keberatan sama sekali, tapi saya tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan,”
Pernyataan ini menjadi sinyal positif bagi Inter, yang tengah memantau perkembangan para pemain mudanya yang dipinjamkan ke klub lain.
Sebagai catatan, terdapat klausul menarik dalam kesepakatan Inter dengan Pisa.
Jika Pisa memutuskan mengaktifkan pembelian permanen Akinsanmiro sebesar €6 juta, Inter dapat menganulirnya hanya dengan membayar €750.000. Mekanisme Kontra-Klausul ini memberi Nerazzurri kendali penuh atas masa depan sang talenta.
Calhanoglu, Sosok Panutan di Inter
Menariknya, ketika diminta menyebutkan pemain favoritnya di Inter, Akinsanmiro menjawab tanpa ragu:
“Pemain favorit saya adalah Calhanoglu.”
Pilihan ini bukan kebetulan. Hakan Calhanoglu dikenal sebagai gelandang dengan:
- Kontrol tempo permainan
- Akurasi umpan tinggi
- Kepemimpinan di lini tengah
Sosok yang sangat relevan sebagai panutan bagi gelandang muda seperti Akinsanmiro.

Leave a Reply