Akanji vs Bremer: Duel Bek Penentu Laga Inter Kontra Juventus

Laga panas Inter Milan vs Juventus selalu menghadirkan banyak cerita. Sorotan publik memang tertuju pada Lautaro Martinez dan Kenan Yildiz sebagai wajah lini depan kedua tim.

Namun menurut laporan La Gazzetta dello Sport, ada pertarungan lain yang tak kalah krusial: duel dua bek sentral, Manuel Akanji dan Gleison Bremer.

Keduanya merupakan poros utama dalam sistem permainan Cristian Chivu di Inter dan Luciano Spalletti di Juventus. Dalam pertandingan sebesar Derby d’Italia, pertahanan sering kali lebih menentukan daripada serangan.

Akanji dan Titik Balik Inter

Pertemuan pertama musim ini di Turin menjadi momen penting bagi Inter. Kekalahan dengan Empat gol kebobolan (3-4), termasuk beberapa kesalahan individu memaksa Chivu melakukan evaluasi besar di lini belakang.

Sejak saat itu, pertahanan Nerazzurri berubah drastis.

Dalam 12 laga terakhir tanpa kekalahan, Inter hanya kebobolan enam gol. Bandingkan dengan 12 pertandingan awal musim yang mencatat rata-rata satu gol bersarang per laga. Perubahan itu bukan kebetulan.

Salah satu faktor kunci adalah Manuel Akanji.

Didatangkan dari Manchester City, dan langsung diturunkan di laga besar kontra Juventus, Akanji sempat harus beradaptasi cepat. Kini, lima bulan berselang, bek asal Swiss itu sudah sepenuhnya menyatu dengan sistem permainan dan menjadi figur sentral di jantung pertahanan.

Ia menawarkan ketenangan dalam membangun serangan dari belakang, kemampuan membaca permainan dengan cerdas, serta kekuatan duel udara yang konsisten. Bukan hanya solid secara teknis, Akanji juga membawa aura kepemimpinan yang membuat lini belakang Inter Milan jauh lebih stabil.

Bremer: Benteng Spalletti yang Bangkit

Di kubu Juventus, Gleison Bremer memiliki peran serupa.

Bek Brasil berusia 28 tahun itu sempat mengalami masa sulit akibat cedera. Setelah baru mencatat empat penampilan musim ini, ia harus menjalani operasi meniskus. Itu terjadi setelah sebelumnya juga mengalami cedera ligamen lutut yang cukup serius.

Namun sejak kembali bermain pada pertengahan Desember, Bremer kembali menunjukkan kualitasnya sebagai salah satu bek terbaik di Serie A.

Keunggulan utamanya terletak pada duel satu lawan satu. Ia agresif, kuat secara fisik, dan sangat disiplin menjaga posisi. Bagi Spalletti, kehadiran Bremer memberikan rasa aman sekaligus fondasi untuk membangun permainan dari belakang.

Juventus terlihat lebih percaya diri dan lebih terorganisir ketika Bremer berada di lapangan.

Duel yang Bisa Menentukan Hasil

Pertandingan Inter vs Juventus bukan hanya soal kreativitas lini depan. Ini adalah duel taktik, konsentrasi, dan detail kecil.

Akanji akan berhadapan dengan mobilitas lini serang Juventus. Bremer harus mengawal Lautaro dan pergerakan pemain ofensif Inter yang cepat.

Satu tekel tepat waktu, satu intersepsi bersih, atau satu kesalahan kecil bisa menjadi penentu hasil akhir.

Akanji dikenal lebih elegan dan rapi dalam distribusi bola, sementara Bremer tampil lebih eksplosif dan dominan dalam duel fisik. Gaya berbeda, efektivitas sama-sama tinggi.

Derby d’Italia Ditentukan dari Belakang?

Dalam laga sebesar ini, stabilitas pertahanan sering menjadi kunci. Tim yang mampu meminimalkan kesalahan dan menjaga konsentrasi penuh selama 90 menit biasanya keluar sebagai pemenang.

Baik Chivu maupun Spalletti tahu bahwa poros tim mereka ada di jantung pertahanan. Itulah sebabnya performa Akanji dan Bremer bisa menentukan arah pertandingan.

Derby d’Italia kali ini mungkin tidak hanya dimenangkan oleh siapa yang mencetak gol terbanyak, tetapi oleh siapa yang paling solid menjaga pertahanan.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*