Akanji: “Laga Kontra Como Penting Bagi Inter, Tapi Bukan Penentu Scudetto”

Bek andalan Inter Milan, Manuel Akanji memberikan pandangan menarik soal peluang Scudetto timnya musim ini (2025-26).

Dalam wawancara bersama DAZN, pemain asal Swiss itu menegaskan bahwa laga melawan Como di pekan ke-32 Serie A memang penting, namun bukan penentu gelar juara.

Laga Kontra Como Bukan Penentu Scudetto

Akanji menekankan bahwa perjalanan menuju gelar Scudetto masih panjang. Meski Inter berada di jalur yang tepat, ia mengingatkan bahwa konsistensi adalah kunci utama.

“Kami memang semakin dekat dengan Scudetto, tapi masih ada tujuh pertandingan tersisa. Kami harus fokus satu per satu dan meraih tiga poin di setiap laga,”

Menurutnya, kemenangan atas Como tidak akan berarti jika Inter gagal menjaga performa di pertandingan berikutnya.

“Kalau kami menang sekarang tapi kalah setelahnya, kami tidak akan jadi juara. Jadi penting untuk terus menekan pedal gas dan menjaga konsistensi,”

“Ini (kontra Como) akan menjadi pertandingan penting, tetapi yang paling penting selalu pertandingan berikutnya,”

Mentalitas Juara: Setiap Laga adalah Final

Akanji juga menegaskan pentingnya mentalitas dalam fase akhir musim. Ia menyebut setiap pertandingan sebagai “final” yang harus dimenangkan.

“Kami harus memenangkan semuanya. Ini akan menjadi laga yang bagus dan penting, tetapi tidak akan menjadi penentu,”

Adaptasi Cepat dan Ambisi Pribadi

Eks pemain Manchester City ini juga berbicara tentang adaptasinya di Inter. Ia mengaku datang dengan ekspektasi tinggi terhadap dirinya sendiri.

“Saya selalu punya ekspektasi tinggi. Tanpa itu, sulit bermain di level tertinggi. Saya ingin langsung memberikan dampak sejak datang ke sini,”

Akanji juga memuji lingkungan tim yang membuat proses adaptasinya berjalan mulus.

“Saya merasa sangat percaya diri, dan tim serta seluruh staf membuat segalanya menjadi mudah bagi saya untuk beradaptasi dengan rekan-rekan setim,”

Hubungan Solid dengan Bastoni

Dalam wawancara tersebut, Akanji juga menyinggung rekan setimnya, Alessandro Bastoni.

Ia memuji performa Bastoni meski sempat mengalami masalah cedera, serta mengungkapkan hubungan baik di antara keduanya.

“Kami sering berbicara. Bahasa Inggrisnya bahkan lebih baik daripada bahasa Italia saya,”

“Dia bermain sangat bagus di pertandingan terakhir, meski masih memiliki sedikit masalah dengan cedera,”

Lawan Tersulit: Rasmus Hojlund

Saat ditanya soal striker paling sulit dihadapi, Akanji menyebut nama Rasmus Hojlund.

Menurutnya, striker andalan Napoli tersebut memiliki kombinasi kecepatan dan kekuatan yang berbahaya, terutama saat menyerang ruang kosong.

“Yang paling sulit dijaga? Saya akan mengatakan Hojlund: dia tidak bermain buruk melawan kami, dia kuat, dan ketika menerima bola di ruang terbuka, dia sangat cepat dan kuat. Saat menyerang ruang, dia benar-benar berbahaya.”

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*