Laga panas antara Inter Milan vs Juventus kembali menghiasi kalender Serie A.
Derby d’Italia pekan ke-25 musim ini bukan sekadar soal gengsi, tetapi juga pertarungan dua pemain yang sedang berada di puncak performa: Federico Dimarco di kubu Inter dan Weston McKennie di sisi Juventus.
Menurut analisis Sky Sport, kedua pemain ini menjadi sosok paling menentukan dalam skuad Cristian Chivu dan Luciano Spalletti musim ini. Siapa yang lebih impresif? Berikut ulasan lengkapnya.
Federico Dimarco: Simbol Identitas dan Mesin Serangan Inter
Federico Dimarco bukan sekadar bek sayap. Ia adalah simbol identitas Nerazzurri. Lulusan akademi Inter ini sempat berkelana sebelum kembali ke Meazza, dan kini menjelma menjadi salah satu pemain paling krusial.
Setelah musim lalu yang penuh kekecewaan, di mana Inter bersaing di semua kompetisi namun gagal meraih trofi, Dimarco mengakui dirinya sempat butuh waktu untuk menata ulang mentalitas. Hasilnya? Musim ini ia tampil luar biasa.
Statistik Dimarco Musim Ini:
- 31 penampilan
- 6 gol
- 13 assist
- Kontribusi terhadap gol: 32%
Angka tersebut menunjukkan betapa vitalnya peran Dimarco dalam sistem Chivu. Ia bukan hanya pengirim umpan silang, tetapi kreator peluang utama dan bahkan ancaman langsung di depan gawang.
Kapten Inter, Lautaro Martinez, bahkan menegaskan:
“Saat ini dia (Dimarco) termasuk yang terbaik. Di momen krusial seperti ini, dia bisa mengubah jalannya pertandingan. Level individu bisa menentukan laga, dan dia sedang melakukannya.”
Dimarco memberikan dimensi tambahan: kecepatan, visi, serta eksekusi bola mati yang mematikan.
Weston McKennie: Senjata Serbabisa Milik Spalletti
Di sisi lain, Juventus memiliki Weston McKennie sebagai “pemain ekstra” mereka. Gelandang asal Amerika Serikat itu tampil konsisten dan menunjukkan fleksibilitas taktis luar biasa.
Statistik McKennie Musim Ini:
- 33 penampilan
- 7 gol
- 4 assist
- Kontribusi terhadap gol: 17%
Meski kontribusi golnya secara persentase lebih kecil dibanding Dimarco, McKennie menawarkan nilai tambah dari sisi keseimbangan tim. Ia mampu bermain di berbagai posisi lini tengah bahkan melebar ke sisi sayap ketika dibutuhkan.
Spalletti memanfaatkan energi, agresivitas, dan naluri menyerang McKennie untuk memberi tekanan di lini kedua.
Secara angka, Dimarco unggul dalam kreativitas dan kontribusi gol kolektif, sementara McKennie unggul dalam produktivitas gol individu dari lini tengah.
Jika Inter mengandalkan penetrasi dan distribusi bola dari sisi kiri, Juventus mengandalkan energi dan kejutan dari lini kedua.
Faktor Mental dan Momentum
Dimarco datang dengan misi pembuktian dan rasa memiliki yang kuat terhadap Inter. Sementara McKennie menikmati periode terbaiknya di bawah Spalletti, yang disebut-sebut sebagai pelatih paling berpengaruh dalam kariernya.
Dalam laga sebesar Derby d’Italia, momentum dan kepercayaan diri sering menjadi pembeda.

Leave a Reply