Gelandang Bologna, Pobega Puji Inter Milan Jelang Semifinal Supercoppa Italiana

Menjelang laga panas Bologna vs Inter Milan di semifinal Supercoppa Italiana 2025-26, pujian justru datang dari kubu lawan.

Gelandang Bologna, Tommaso Pobega, melontarkan respek tinggi kepada Nerazzurri, menyebut Inter sebagai tim yang intens, kuat secara fisik, dan matang secara teknis.

Dalam wawancara dengan Gazzetta dello Sport yang dikutip FCInter1908, mantan gelandang AC Milan itu menegaskan bahwa Bologna harus menaikkan standar permainan mereka jika ingin menyingkirkan Inter dan melangkah ke final.

Bologna Tulis Sejarah, Kini Hadapi Tantangan Lebih Besar

Musim lalu, Bologna mencuri perhatian publik Italia setelah menumbangkan AC Milan di final Coppa Italia, sekaligus mengakhiri penantian gelar selama 51 tahun.

Prestasi bersejarah tersebut mengantarkan pasukan Vincenzo Italiano ke Supercoppa Italiana untuk pertama kalinya.

Namun, mimpi menambah koleksi trofi kini dihadapkan pada tantangan berat. Bologna harus melewati rintangan bernama Inter Milan, salah satu tim paling konsisten dan komplet di Italia dalam beberapa musim terakhir.

Rekor Positif Jadi Modal Kepercayaan Diri Bologna

Meski berstatus underdog, Bologna tidak sepenuhnya tanpa harapan. Secara statistik, Rossoblù memiliki catatan yang cukup meyakinkan saat menghadapi Inter.

Mereka terhindar dari kekalahan dalam Lima dari Enam pertemuan terakhir melawan Nerazzurri.

Catatan ini memberi Bologna alasan untuk melangkah ke lapangan dengan optimisme, sekaligus ambisi menggagalkan Cristian Chivu meraih trofi pertamanya sebagai pelatih Inter Milan.

Tommaso Pobega: Inter Tim yang Lengkap dan Dewasa

Sebagai produk akademi AC Milan, Pobega sejatinya memiliki motivasi emosional tambahan saat menghadapi rival sekota mantan klubnya.

Namun, gelandang berusia 26 tahun itu menegaskan fokusnya sepenuhnya tertuju pada laga semifinal.

“Saya tidak memikirkan latar belakang itu, tapi tentang menghadapi semifinal ini,” ujar Pobega.

“Ada keinginan besar untuk bermain dan menang,”

Pobega kemudian menyoroti kualitas Inter secara lugas dan jujur.

“Tim Chivu itu intens, kuat secara fisik, dan teknis. Kami harus menaikkan standar performa dan menggandakan fokus. Mereka tahu bagaimana mengelola momen-momen penting dalam pertandingan,”

Menurutnya, kunci Bologna adalah tetap setia pada identitas permainan sendiri, sambil terus menjaga konsentrasi sepanjang laga.

“Kami harus menonjolkan kekuatan kami, tetap berada dalam permainan setiap saat, dan selalu berusaha menjadi lebih baik.”

Pertemuan Pertama Sejak Era Cristian Chivu

Bologna memang memenangkan pertemuan terakhir kontra Inter dengan skor tipis 1-0 di Stadio Renato Dall’Ara pada April lalu.

Namun, duel Supercoppa ini akan menjadi pertemuan pertama kedua tim sejak Cristian Chivu resmi menukangi Inter Milan.

Faktor pelatih baru, atmosfer netral di Riyadh, serta status semifinal satu laga membuat pertandingan ini sulit diprediksi.

Inter datang dengan pengalaman dan kualitas individu, sementara Bologna membawa kepercayaan diri dan mental juara dari musim lalu.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*