
Setelah pekan yang berat, Inter Milan akhirnya bisa kembali bernapas lega. Skuad Nerazzurri sukses mencatatkan kemenangan kedua beruntun mereka di ajang Liga Champions 2026-27 setelah menumbangkan Feyenoord 3-0 di Stadion De Kuip. Hasil ini menyusul raihan positif sebelumnya saat melawan Shakhtar Donetsk.
Bagi skuad asuhan Cristian Chivu, kemenangan ini bukan sekadar tambahan tiga poin, melainkan sebuah pernyataan sikap.
Ada banyak pelajaran, perbaikan taktik, dan pembuktian mental yang terjadi, baik sebelum maupun selama 90 menit pertandingan berlangsung.
Pesan Magis dari “The Scientist” di Pra-Pertandingan
Ada momen menarik sesaat sebelum kick-off dimulai. Seluruh penjuru Stadion De Kuip bernyanyi serempak melantunkan lirik paling ikonik dari lagu “The Scientist” milik Coldplay, yang telah menjadi lagu wajib bagi suporter Feyenoord: “Nobody said it was easy” (Tidak ada yang bilang ini akan mudah).
Seperti yang disoroti oleh La Gazzetta dello Sport, kalimat tersebut sangat merepresentasikan kondisi Inter Milan. Tidak mudah untuk bangkit setelah hancur lebur 3-1 di laga Derby della Madonnina dan menerima hujan kritik terkait mentalitas serta pendekatan awal pertandingan yang belakangan menjadi titik lemah tim.
Namun, Inter membuktikan kedewasaan mereka. Berbeda dengan laga-laga sebelumnya di mana mereka sering tertinggal lebih dulu dan harus mengejar ketertinggalan, kali ini Inter tampil sangat fokus sejak menit pertama.
Hasilnya adalah kemenangan meyakinkan 3-0 dan tanpa beban berkat gol-gol dari Yann Bisseck, Francesco Pio Esposito, dan Piotr Zielinski.
Pembuktian Pemain yang Sempat Teredup di Derby
Faktor paling menentukan dari kemenangan impresif di Belanda ini adalah ledakan performa dari para pemain yang sebelumnya tampil mengecewakan saat melawan AC Milan.
Nama-nama seperti Nicolò Barella, Djed Spence, dan Carlos Augusto tampil sebagai pembeda utama di lapangan. Mereka berhasil menebus kesalahan di laga derby dengan penampilan spartan dan minim celah.
Kebangkitan para pemain kunci ini mengirimkan sinyal positif yang sangat kuat: evaluasi tertutup dan diskusi tatap muka di ruang ganti markas latihan Appiano Gentile telah membuahkan hasil manis.
Kritik tajam pasca-derby tidak menghancurkan tim, melainkan justru membakar semangat mereka.
Tiket 16 Besar Semakin Nyata
Dengan dua kemenangan beruntun ini, peluang Inter Milan untuk lolos langsung ke babak 16 besar Liga Champions kini terbuka lebar dan bukan lagi sekadar angan-angan.
Meski demikian, jalan yang harus ditempuh masih sangat terjal. Skuad Cristian Chivu harus menghadapi kalender pertandingan yang cukup menantang di fase liga berikutnya. Berikut adalah jadwal menanti Nerazzurri di Eropa:
- VfB Stuttgart (Kandang – San Siro)
- Borussia Dortmund (Tandang)
- Liverpool (Kandang – San Siro)
- Slovan Bratislava (Tandang – Slovakia)
Filosofi Chivu: Derby Bukan Akhir Segalanya
Ketenangan dan kepercayaan diri Inter saat ini tidak lepas dari peran sang pelatih, Cristian Chivu. Dalam konferensi pers pascalaga, ia memberikan perspektif yang lebih luas mengenai perjalanan tim musim ini.
“Kekalahan di laga derby tidak menghapus semua (hal positif) yang telah kami lakukan sejauh ini. Masih ada jalan panjang yang harus dilalui,” tegas Chivu.
“Kami telah membuktikan bahwa kami adalah sebuah tim yang utuh dan tahu bagaimana cara bereaksi.”
Mentalitas pantang menyerah dan kedisiplinan organisasi permainan yang ditunjukkan di Rotterdam menjadi modal berharga bagi Inter Milan.
Jika mereka mampu mempertahankan intensitas seperti ini, Nerazzurri akan kembali menjadi penantang serius, baik di Serie A maupun di kancah Liga Champions.

Leave a Reply