
Prestasi membanggakan ditorehkan oleh gelandang Inter Milan, Petar Sucic. Berdasarkan data statistik terbaru yang dirilis oleh lembaga riset sepak bola terkemuka Opta (melalui akun Jerman OptaFranz dan dilansir oleh media Kroasia), Sucic resmi dinobatkan sebagai pemain dengan akurasi umpan jauh tertinggi di antara lima liga top Eropa.
Menariknya lagi, catatan spesial ini menjadi semacam “urusan keluarga” di puncak daftar elit Eropa.
Dominasi Petar Sucic: Akurasi 91% di Serie A
Berdasarkan data untuk musim 2026/27, Petar Sucic tercatat sukses menyelesaikan 91% dari total umpan jauh yang dicobakannya di pentas Serie A.
Statistik ini diambil dengan menggunakan batas minimal 15 kali percobaan umpan jauh sejak awal musim, melibatkan pemain-pemain top dari Premier League, La Liga, Serie A, Bundesliga, serta Ligue 1.
Hasilnya, tidak ada satupun gelandang di lima liga top Eropa yang mampu melewati catatan akurasi pemain Nerazzurri tersebut.
Kemampuan ini membuktikan salah satu keunggulan terbesar Sucic di lini tengah:
- Visi permainan yang luar biasa untuk membaca posisi rekan setim dari jarak jauh.
- Kemampuan melakukan switch play (perubahan arah serangan) secara cepat guna mengejutkan pertahanan lawan.
- Efektif dalam memecah garis pressing lawan (line-breaking passes).
Urusan Keluarga di Puncak: Luka Sucic di Posisi Kedua
Satu hal paling menarik dan mencuri perhatian dari rilisan Opta ini adalah sosok yang berada tepat di belakang Petar Sucic pada peringkat kedua.
Posisi runner-up pengumpan jauh terbaik di Eropa ditempati oleh Luka Sucic, yang tak lain adalah sepupu Petar sendiri yang kini membela klub La Liga Spanyol, Real Sociedad.
Luka mencatatkan persentase keberhasilan umpan jauh yang tidak kalah impresif, yakni 90%.
Daftar teratas pengumpan jauh akurat di Eropa pun dikuasai oleh dua anggota keluarga Sucic:
- Petar Sucic (Inter Milan) – 91%
- Luka Sucic (Real Sociedad) – 90%
Arti Penting Statistik Ini untuk Inter Milan
Bagi skuad asuhan Cristian Chivu, kehadiran Petar Sucic dengan atribut distribusi bola yang akurat memberikan dimensi taktik yang sangat kaya.
Gelandang asal Kroasia ini bukan sekadar pemain tipe box-to-box yang mengandalkan tenaga untuk berlari dan membantu serangan, tetapi juga memiliki kecerdasan dalam mengatur tempo permainan.
Di tengah strategi modern di mana banyak tim menerapkan pressing ketat di area atas lapangan, kemampuan seorang gelandang bertahan atau sentral untuk melepaskan umpan jauh akurat menjadi kunci krusial untuk keluar dari tekanan.
Meskipun metrik ini dibatasi oleh syarat minimal 15 kali percobaan dan tidak serta-merta mengukur volume total umpan, primata dari Opta ini tetap menegaskan bahwa kualitas teknik murni ada di dalam diri seorang Petar Sucic, kebanggaan baru publik Giuseppe Meazza.

Leave a Reply