
Harian olahraga ternama Italia, La Gazzetta dello Sport, membongkar dinamika dan pandangan sebenarnya di dalam ruang ganti skuad Inter Milan mengenai perjalanan mereka di Liga Champions musim ini (2026-27).
Target Pemilik vs Ambisi Pemain
Pihak pemilik klub (Oaktree) secara resmi telah menetapkan kelolosan ke babak 16 besar sebagai target minimal perusahaan.
Namun, harga diri dan ambisi para pemain menuntut standar yang lebih tinggi.
Setelah kampanye Liga Champions musim lalu berakhir mengecewakan usai disingkirkan Bodø/Glimt di babak playoff, skuad Nerazzurri bertekad kuat menebus kegagalan tersebut dan tampil jauh lebih kompetitif pada musim ini.
Target Poin Ruang Ganti
Meringkas pandangan jujur para pemain, tidak ada yang bersikap jemawa merasa bisa menandingi klub-klub raksasa Eropa secara instan.
Namun, ruang ganti Inter membidik target 16 poin di fase liga guna mengamankan tiket kelolosan langsung tanpa harus melewati babak play-off.
Karakter Pantang Menyerah dan Kunci di Musim Dingin
Mengingat mentalitas bertanding Inter yang teruji di kancah domestik, di mana mereka telah mengemas 10 poin dari situasi tertinggal (comeback), modal pantang menyerah ini akan diandalkan saat berlaga di Liga Champions.
Jika target 16 poin gagal tercapai dan Inter harus kembali berjuang lewat jalur play-off, pelatih Cristian Chivu dipastikan bakal jauh lebih siap dibanding musim lalu.
Memasuki periode pertengahan musim (musim dingin), Inter akan mendapatkan amunisi tambahan yang sangat berharga:
- Kembalinya Pemain Kunci: Dua rekrutan anyar asal Inggris, John Stones dan Curtis Jones, diproyeksikan pulih dari cedera dan siap dimainkan sebelum jeda kompetisi.
- Pengurangan Gap Kualitas: Kehadiran Stones dan Jones diyakini bakal memangkas jarak kualitas (gap) antara Inter dan tim-tim elite Eropa lainnya.

Leave a Reply