Seperti Anggur Berkualitas: Di Usia Hampir 38 Tahun, Mkhitaryan Tetap Jadi Senjata Mematikan Inter

Usia hanyalah sekadar angka bagi seorang Henrikh Mkhitaryan. Di usianya yang hampir menyentuh 38 tahun, gelandang veteran asal Armenia tersebut membuktikan bahwa kualitas teknis dan kecerdasannya di lapangan tidak pernah pudar.

Pujian setinggi langit pun dilontarkan oleh rekan setimnya, Nicolò Barella, usai laga krusial UEFA Champions League melawan Shakhtar Donetsk di San Siro.

“Mkhitaryan itu seperti anggur semakin tua semakin jadi. Saya hanya bisa memberinya selamat. Terbiasa menjadi pilar utama Inter, lalu saat ini harus bermain lebih sedikit, tentu itu situasi yang tidak mudah,” ujar Barella di area mixed zone.

Dua Menit Magis yang Menentukan Kemenangan Inter

Dampak Mkhitaryan dalam laga kontra Shakhtar Donetsk benar-benar instan. Masuk sebagai pemain pengganti pada menit ke-75 menggantikan Ange-Yoan Bonny, mantan pemain Roma dan Arsenal ini hanya membutuhkan waktu kurang dari dua menit untuk menciptakan momen ajaib.

Pada menit ke-77, Mkhitaryan mengkreasi sebuah umpan brilian yang di luar dugaan pertahanan lawan.

Umpan terobosan indahnya berhasil memanjakan Carlos Augusto yang bergerak bebas hingga berbuah gol penentu kemenangan pertama Inter Milan di panggung Champions League musim ini.

Aksi teknis tingkat tinggi tersebut menjadi bukti nyata bahwa intuisi dan visi bermain Mkhitaryan tetap berada di level tertinggi sepak bola Eropa.

Dari Rencana Pensiun Hingga Senjata Rahasia Chivu

Pada akhir musim lalu, Mkhitaryan sempat dilanda keraguan besar mengenai masa depannya, apakah terus bertahan satu tahun lagi di Giuseppe Meazza atau memutuskan untuk gantung sepatu. Namun, setelah perenungan mendalam, kesepakatan perpanjangan kontrak untuk satu musim tambahan akhirnya disepakati.

Awal musim ini memberi dinamika tersendiri bagi sang gelandang:

  • Vs Udinese: Tampil sebagai starter namun performanya kurang memuaskan hingga diganti setelah satu jam.
  • Vs Parma: Bangkit dan menyajikan performa gemilang di lini tengah.
  • Vs Shakhtar Donetsk: Masuk dari bangku cadangan dan langsung memberikan assist penentu kemenangan Inter Milan.

Peran Vital di Bawah Asuhan Cristian Chivu

Secara alami, Mkhitaryan ditakdirkan untuk mendapatkan menit bermain yang lebih sedikit musim ini seiring dengan kebijakan rotasi dan penyegaran skuad yang dilakukan pelatih Cristian Chivu.

Kendati demikian, Chivu sangat memahami nilai ekonomis dan taktis dari pemain berpengalaman ini.

Dalam situasi laga yang buntu atau bertekanan tinggi, kedewasaan bermain, ketenangan, serta visi luar biasa dari Mkhitaryan merupakan kartu as mahal yang bisa diandalkan sewaktu-waktu oleh Nerazzurri.

Henrikh Mkhitaryan membuktikan bahwa profesionalisme dan kualitas tidak tergerus oleh waktu.

Meski perannya kini bergeser menjadi pemain pembawa perubahan dari bangku cadangan, kontribusi dan magis sang veteran tetap menjadi pilar penting dalam ambisi Inter Milan meraih kejayaan musim ini.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*