
Laga kandang melawan Shakhtar Donetsk di San Siro dipastikan menjadi titik balik krusial bagi perjalanan Inter Milan di Liga Champions 2026-27.
Mengawali kompetisi dengan dua kekalahan beruntun tanpa meraih poin, skuad asuhan Cristian Chivu kini dituntut untuk segera membenahi performa mereka di pentas Eropa.
Bek legendaris AC Milan yang kini menjadi pengamat sepak bola di Sky Sport 24, Alessandro Costacurta, turut memberikan pandangan tajam mengenai situasi mendesak yang sedang dihadapi sang tetangga setimur.
Masalah Pertahanan dan Taktik Garis Pertahanan Tinggi
Menurut Costacurta, kerapuhan lini belakang Nerazzurri bukan sekadar masalah sementara musim ini, melainkan penyakit lama yang membutuhkan penanganan taktis yang tepat.
“Penyebab utama dari masalah Inter adalah kurangnya kewaspadaan di lini pertahanan, sebuah isu yang sudah terbawa bukan hanya dari musim ini,” ujar Costacurta.
“Pelatih menginginkan tim bermain dengan garis pertahanan yang lebih tinggi, dan hal ini membuat para bek tidak terlindungi sebagaimana mestinya. Namun, ini adalah bagian dari proses pertumbuhan yang membutuhkan waktu. Saya pribadi menyukai pendekatan ini,” tambahnya.
Nol Poin Adalah Situasi Berbahaya
Menghadapi Shakhtar Donetsk yang sudah mengantongi 4 poin, Costacurta mengingatkan bahwa laga besok akan sangat menjebak jika Inter tampil tanpa kewaspadaan ekstra.
“Zero poin dari dua laga adalah situasi yang berbahaya. Esok mereka menghadapi tim dengan 4 poin yang dihuni banyak pemain Brasil. Berdasarkan pengalaman saya, pemain Brasil saat bertanding dengan tenang bisa sangat membahayakan,”
“Chivu tidak boleh menyerah pada gelombang kritik. Tim-tim besar berkembang melalui kesalahan-kesalahan yang mereka buat. Namun, esok adalah pertandingan yang sangat fundamental,”
“Liga Champions tidak boleh dianggap sebagai pilihan kedua. Kita tahu Inter adalah tim terkuat di Italia, tetapi proses mereka menuntut untuk membuktikannya juga di Eropa,”
Kesalahan Fatal: Minim Kepekaan Terhadap Bahaya
Menanggapi statistik kebobolan Inter, Costacurta membenarkan analisis bek Alessandro Bastoni yang sebelumnya menyoroti minimnya kepekaan skuad terhadap situasi berbahaya di lapangan.
“Ada persepsi yang dangkal terhadap bahaya. Ketika Anda membiarkan lawan melepaskan umpan silang (cross) seolah-olah tidak ada yang terjadi, itu adalah hal paling keliru yang bisa dilakukan,” tegas Costacurta.
“Mereka harus memahami perbedaan antara merasakan bahaya dan tidak merasakannya. Jika mereka berhasil, saya yakin mereka bisa melangkah sangat jauh. Kepekaan terhadap bahaya memang bukan hal yang bawaan lahir, tetapi sekarang mereka harus mulai mengerjakannya secara serius. Seperti yang dikatakan Bastoni, sering kali terlihat Inter tidak menyadari datangnya bahaya. Dan ini adalah hal yang sangat serius.” Pungkasnya.
Peringatan tegas dari Alessandro Costacurta menjadi bahan evaluasi berharga bagi Cristian Chivu dan jajaran lini belakang Inter Milan.
Memperbaiki koordinasi saat mengantisipasi serangan lawan serta mengasah kepekaan terhadap potensi bahaya di area penalti akan menjadi kunci utama Inter untuk meraih kemenangan perdana di panggung Champions League.

Leave a Reply