Harusnya Penalti, Thuram Malah Kena Kartu Kuning, Ziliani: “VAR Serie A Sudah Mati”

Jurnalis senior Italia, Paolo Ziliani, melancarkan kritik tajam melalui media sosial X (Twitter).

Menurut Ziliani, tidak digunakannya VAR untuk mengoreksi keputusan yang jelas-jelas keliru telah mencapai level yang sangat mengkhawatirkan.

Ziliani menegaskan:

“Skandal hilangnya VAR mengambil nuansa yang kian mengkhawatirkan. Kekalahan Napoli di Venezia kemarin tampaknya menjadi berita utama; namun berita itu tertutupi oleh kemalangan wasit berikutnya lewat kartu kuning diving (simulation) kepada Thuram di Bologna-Inter: itu seharusnya hadiah penalti, tetapi VAR di Serie A tidak ada lagi dan memilih untuk tetap ‘tertidur’,”

Ia menambahkan peringatan keras bagi otoritas sepak bola Italia:

“Regulasi seolah telah hilang: tidak ada yang bicara saat ini, tetapi sebentar lagi situasi ini akan menjadi neraka (fra poco sarĂ  l’inferno).”

Suara Bulat Para Jurnalis Italia

Pandangan Ziliani bukan tanpa alasan. Sejumlah jurnalis papan atas Italia seperti Giovanni Capuano hingga Fabrizio Biasin turut menyuarakan keheranan mereka atas tidak konsistennya penggunaan VAR pada pertandingan tersebut.

  • Masalah Utama: Kebingungan mendasar di kalangan pengamat adalah batasan intervensi VAR. Ketika sebuah insiden di dalam kotak penalti jelas-jelas merupakan kesalahan fatal, kegagalan VAR untuk memanggil wasit utama guna meninjau ulang layar monitor di pinggir lapangan dinilai telah mencederai integritas pertandingan.
  • Ancaman Kebocoran Kepercayaan: Jika kepemimpinan wasit dan intervensi VAR terus dipertanyakan dari pekan ke pekan, tensi persaingan Scudetto yang sedang memanas dikhawatirkan akan berujung pada krisis kepercayaan publik terhadap Serie A secara keseluruhan.

Insiden kartu kuning Marcus Thuram di laga Bologna vs Inter menjadi bukti terbaru bahwa penggunaan VAR di Serie A masih menyimpan celah besar.

Peringatan Paolo Ziliani mengenai “neraka” yang akan datang menjadi sinyal peringatan serius bagi Asosiasi Wasit Italia (AIA) untuk segera membenahi protokol dan transparansi keputusan di lapangan sebelum situasi kian tak terkendali.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*