
Kekalahan pahit Inter Milan dari Club Brugge di matchday 2 Liga Champions tidak hanya berdampak pada posisi I Nerazzurri di papan klasemen, tetapi juga memicu potensi krisis keuangan di balik layar.
Pemilik klub asal Amerika Serikat, Oaktree Capital Management, dikabarkan telah menetapkan diktat atau garis tegas terkait pencapaian minimal tim musim ini.
Menurut laporan terbaru dari harian olahraga ternama Italia, Tuttosport, manajemen Oaktree menegaskan bahwa tiket menuju babak 16 besar Liga Champions adalah harga mati. Jika target ini gagal dipenuhi, Inter terancam harus mengorbankan salah satu pemain bintang (big player) mereka pada bursa transfer musim panas mendatang.
Taruhan 20 Juta Euro: Mengapa Babak 16 Besar Sangat Krusial?
Kelolosan ke fase gugur, baik secara langsung maupun melalui jalur play-off bukan sekadar gengsi olahraga, melainkan masalah finansial yang vital bagi neraca keuangan klub.
- Potensi Pendapatan: Mengamankan tiket ke babak 16 besar diestimasi menghasilkan bonus ekstra sebesar 18 hingga 20 juta Euro.
- Rincian Sumber Dana: Angka tersebut terdiri dari dana hadiah langsung (prize money) sebesar 11 juta Euro yang dijamin oleh UEFA, ditambah pemasukan dari penjualan tiket pertandingan (botteghino) di Giuseppe Meazza.
Selama dua musim panas terakhir, pendapatan dari kompetisi Eropa inilah yang menyelamatkan Inter Milan sehingga mereka tidak perlu menjual nama-nama besar di skuad utama.
Bayang-Bayang Penjualan Pemain Bintang
Tuttosport menekankan bahwa kegagalan melangkah ke fase knock-out akan menciptakan lubang keuangan yang hanya bisa ditutup dengan cara menjual pemain pilar.
“Menjual pemain bintang adalah ancaman nyata yang risiko terjadinya menjadi sangat tinggi dan tak terhindarkan. Hal ini memicu Inter bertarung habis-habisan di Liga Champions, bahkan sebelum memikirkan impian menjuarai trofi paling bergengsi di Eropa tersebut.”
Selain masalah bonus UEFA, keikutsertaan dan performa konsisten di Eropa sangat penting untuk mempertahankan kualifikasi Inter di ajang Piala Dunia Antarklub (Club World Cup), yang juga menjadi tambang uang bernilai tinggi bagi manajemen.
Beban di Pundak Cristian Chivu
Meskipun pelatih Cristian Chivu tidak dibebani target muluk untuk mengulang kesuksesan melangkah hingga ke partai final, manajemen berharap penuh agar tim tetap kompetitif dan memenuhi standar minimum keberhasilan finansial klub.
Dengan dua kekalahan beruntun yang didapat saat bersua Real Madrid dan Club Brugge, Chivu kini dituntut untuk segera membenahi performa dan mentalitas bertanding anak asuhnya.
Laga-laga sisa di fase liga Champions League wajib dimaksimalkan jika Inter ingin mengamankan masa depan bintang-bintang utama mereka dari incaran klub kaya Eropa lainnya.

Leave a Reply