
Inter Milan menunjukkan wajah berbeda setelah kembali dari jeda internasional. Pasukan Cristian Chivu tampil agresif, cepat, dan efektif ketika menghancurkan Parma dengan skor 3-0 dalam laga pekan ke-6 Serie A 2026-27, Sabtu (10/10/26) malam WIB.
Tiga gol yang tercipta dalam waktu sedikit lebih dari setengah jam bukan hanya memastikan kemenangan, tetapi juga menandai perubahan pendekatan yang semakin terlihat di tubuh Nerazzurri.
Seperti disoroti Corriere della Sera, Inter kini memperlihatkan urgensi baru dalam permainan mereka. Tidak ada lagi keharusan tertinggal dua gol terlebih dahulu sebelum bangkit mengejar lawan.
Nerazzurri langsung mengambil kendali sejak awal, menyelesaikan pertandingan dengan cepat, dan menghemat energi penting menjelang duel Liga Champions melawan Club Brugge.
Kemenangan tersebut juga membawa Inter menikmati posisi puncak klasemen secara sendirian pada malam pertandingan.
Lebih dari sekadar tiga poin, hasil melawan Parma menjadi sinyal bahwa tim asuhan Chivu mulai menemukan kembali karakter permainan agresif yang menjadi salah satu kekuatan mereka.
Inter Milan Tak Lagi Menunggu untuk Bangkit
Salah satu persoalan Inter dalam beberapa pertandingan sebelumnya adalah pendekatan awal yang kurang meyakinkan. Nerazzurri beberapa kali harus menghadapi situasi sulit setelah tertinggal 0-2, kemudian mengerahkan banyak tenaga untuk mengejar ketertinggalan.
Situasi tersebut terlihat dalam empat pertandingan beruntun sebelum kemenangan atas Parma, ketika Inter harus berjuang memperbaiki keadaan setelah kebobolan dua gol lebih dahulu.
Melawan Parma, pola itu berubah secara nyata. Inter langsung menekan, bermain lebih vertikal, dan memanfaatkan peluang dengan efektif. Tim tidak membiarkan lawan membangun kepercayaan diri atau memaksa mereka menghabiskan energi untuk melakukan comeback.
Corriere della Sera menyoroti bagaimana Inter menunjukkan pendekatan yang berbeda setelah jeda internasional. Tim tampil dengan agresivitas dan efektivitas yang mengingatkan pada karakter permainan mereka pada musim sebelumnya.
Perubahan ini penting karena kualitas sebuah tim tidak hanya ditentukan oleh kemampuan membalikkan keadaan. Kemampuan mengendalikan pertandingan sejak menit awal juga menjadi ukuran konsistensi, terutama ketika menghadapi jadwal padat di Serie A dan kompetisi Eropa.
Bagi Chivu, kemenangan atas Parma memberikan bukti bahwa Inter mampu menerapkan pendekatan yang lebih langsung. Mereka tidak perlu menunggu tekanan meningkat sebelum menunjukkan kualitas sebenarnya.
Sucic, Dimarco, dan Thuram Jadi Pembeda
Kemenangan atas Parma juga memperlihatkan kontribusi sejumlah pemain yang mampu memberikan warna berbeda dalam permainan Inter.
Petar Sucic membuka jalan kemenangan
Petar Sucic menjadi salah satu sorotan setelah membuka keunggulan Inter. Ditempatkan sebagai gelandang kanan dalam skema tiga gelandang, ia tidak hanya membantu tim memecah kebuntuan, tetapi juga memperlihatkan kemampuan teknis melalui distribusi bola dan pergerakannya di lini tengah.
Perannya penting karena Inter membutuhkan gelandang yang mampu menghubungkan permainan sekaligus memberikan ancaman dari lini kedua. Sucic menawarkan opsi tambahan dalam membangun serangan, sehingga lawan tidak hanya perlu mengantisipasi pergerakan para penyerang.
Penampilannya juga menjadi bukti bahwa kedalaman skuad dapat memberikan kontribusi nyata ketika beberapa pemain utama harus absen.
Federico Dimarco aktif di berbagai area
Federico Dimarco kembali memperlihatkan mobilitas yang tinggi. Ia tidak hanya beroperasi di sisi kiri, tetapi juga beberapa kali bergerak ke area lain, termasuk sisi kanan, untuk membantu aliran serangan.
Kemampuan Dimarco menempati ruang berbeda membuat Inter memiliki lebih banyak pilihan ketika menguasai bola. Pergerakannya dapat menciptakan keunggulan jumlah pemain di area tertentu sekaligus membuka ruang bagi rekan-rekannya.
Dalam pendekatan permainan yang lebih vertikal, mobilitas seperti ini menjadi penting karena Inter berusaha memindahkan bola ke area berbahaya dengan lebih cepat.
Marcus Thuram memberikan ancaman lewat kecepatan
Thuram juga menjadi bagian penting dari serangan Nerazzurri. Akselerasi dan kemampuannya menyerang ruang di belakang pertahanan lawan membuat Parma kesulitan menjaga kedalaman lini belakang.
Penyerang asal Prancis itu memberikan dimensi berbeda bagi permainan Inter. Ketika tim membutuhkan serangan langsung, kecepatannya dapat menjadi senjata untuk menembus pertahanan dan menciptakan peluang.
Kombinasi pergerakan Thuram, mobilitas Dimarco, dan kontribusi Sucic membuat serangan Inter terlihat lebih dinamis. Ketiganya menjadi bagian dari gambaran permainan yang tidak hanya agresif, tetapi juga lebih efisien.
Pio Esposito Terus Menunjukkan Perkembangan
Selain para pemain yang berkontribusi langsung terhadap serangan, perkembangan Francesco Pio Esposito juga mendapat perhatian.
Corriere della Sera menyoroti peningkatan kualitas teknis pemain muda tersebut. Perkembangannya menjadi salah satu aspek positif bagi Inter, terutama karena klub membutuhkan lebih banyak pemain yang mampu memberikan kontribusi di tengah padatnya jadwal pertandingan.
Pio Esposito tidak hanya berpotensi menjadi opsi tambahan di lini depan, tetapi juga dapat membantu tim menjaga intensitas ketika melakukan rotasi. Kehadiran pemain muda yang semakin matang memberikan fleksibilitas bagi Chivu dalam menentukan susunan pemain.
Tentu, konsistensi tetap menjadi tantangan utama. Namun, setiap penampilan yang menunjukkan peningkatan dapat memperkuat posisinya dalam persaingan mendapatkan menit bermain.

Leave a Reply