
Pelatih Inter Milan, Cristian Chivu, memberikan penilaian positif setelah timnya meraih kemenangan meyakinkan 3-0 atas Parma di San Siro pada pekan ke-6 Serie A 2026-27, Sabtu (10/10/26) malm WIB.
Menurut Chivu, Nerazzurri mampu menunjukkan keseriusan sejak awal pertandingan, bermain dominan, serta menjalankan instruksi taktik dengan baik setelah jeda kompetisi selama tiga pekan.
Kemenangan Inter ditentukan oleh gol Petar Sucic, Hakan Calhanoglu melalui titik penalti, dan Marcus Thuram. Hasil ini menjadi modal positif bagi Nerazzurri untuk melanjutkan persaingan Serie A sekaligus mempersiapkan diri menghadapi agenda berikutnya di Liga Champions.
Meski puas dengan performa timnya, Chivu menegaskan bahwa masih ada sejumlah aspek yang perlu diperbaiki.
Salah satu perhatian utamanya adalah efektivitas Inter dalam memanfaatkan situasi bola mati, yang menurutnya masih belum mencapai level yang diharapkan.
Chivu Puji Keseriusan Inter Milan Saat Menghadapi Parma
Berbicara kepada Inter TV setelah pertandingan, Chivu menegaskan bahwa anak asuhnya mampu menjalani laga dengan pendekatan yang tepat. Inter tidak sekadar mengejar kemenangan, tetapi juga berusaha mengendalikan permainan dan menerapkan strategi yang telah dipersiapkan.
“Kami menjalani pertandingan dengan serius. Kami langsung menyesuaikan diri dengan situasi pertandingan ini, berusaha mendominasi dan memahami bagaimana melakukan tekanan kembali setelah kehilangan bola,” ujar Chivu.
Pernyataan tersebut menggambarkan salah satu aspek penting dalam permainan Inter, yakni kemampuan melakukan counter-pressing. Ketika penguasaan bola hilang, para pemain berusaha segera menekan lawan untuk merebutnya kembali sebelum Parma sempat membangun serangan.
Strategi ini terlihat efektif sepanjang pertandingan. Inter mampu memanfaatkan kesalahan distribusi bola dari lini belakang Parma untuk mencetak gol pembuka melalui Petar Sucic pada menit ke-13.
Lima menit kemudian, Hakan Calhanoglu menggandakan keunggulan lewat penalti, sebelum Marcus Thuram menutup rangkaian gol Inter pada menit ke-31. Tiga gol tersebut membuat Nerazzurri bisa mengendalikan pertandingan dengan lebih nyaman.
Bagi Chivu, kemampuan menjalankan rencana permainan sejak awal menjadi salah satu alasan utama di balik kepuasannya. Inter menunjukkan konsentrasi dan intensitas yang dibutuhkan untuk menghadapi lawan yang berusaha membangun permainan dari belakang.
Kemenangan Inter Tidak Bisa Dianggap Remeh Setelah Jeda Tiga Pekan
Chivu juga mengingatkan bahwa kemenangan atas Parma bukanlah hasil yang otomatis didapatkan. Setelah jeda kompetisi selama tiga pekan, kondisi pertandingan bisa menjadi berbeda karena pelatih tidak selalu mengetahui secara pasti bagaimana para pemain akan kembali menemukan ritme permainan mereka.
“Ini pertandingan penting dari semua aspek dan saya senang karena kemenangan ini tidak bisa dianggap sebagai sesuatu yang sudah pasti. Setelah tiga pekan jeda, Anda tidak pernah tahu bagaimana tim akan berperilaku di lapangan,” jelasnya.
Jeda kompetisi memang menghadirkan tantangan tersendiri bagi klub. Sejumlah pemain menjalani tugas internasional, sementara pemain lain harus menjaga kebugaran dan ritme latihan sebelum kembali menghadapi pertandingan resmi.
Dalam situasi tersebut, pelatih perlu memastikan para pemain segera kembali menemukan koordinasi dan intensitas yang sesuai. Kesalahan dalam membaca permainan atau lambatnya adaptasi dapat membuat sebuah tim kehilangan poin, bahkan ketika memiliki kualitas skuad yang lebih baik.
Inter berhasil menghindari persoalan tersebut saat menjamu Parma. Nerazzurri tampil agresif sejak awal, menciptakan peluang, dan mampu memaksimalkan kesempatan yang tersedia.
Hasil ini sekaligus memberikan sinyal positif bagi Chivu bahwa para pemainnya dapat kembali menjalankan instruksi setelah jeda. Namun, konsistensi tersebut tetap harus dipertahankan ketika Inter menghadapi lawan dengan kualitas dan pendekatan permainan yang berbeda.
Chivu Akui Inter Masih Harus Memperbaiki Bola Mati
Di balik kemenangan 3-0, Chivu tidak menutup mata terhadap beberapa kekurangan timnya. Salah satu aspek yang menjadi perhatiannya adalah produktivitas dari situasi bola mati.
Inter selama ini memiliki sejumlah pemain dengan kemampuan mengirim umpan dan mengeksekusi tendangan bebas maupun sepak pojok. Namun, Chivu menilai masih ada ruang untuk meningkatkan efektivitas dalam memanfaatkan peluang dari situasi tersebut.
“Kami selalu bekerja pada aspek ini, mulai dari membangun serangan, menyerang pertahanan rendah, melakukan tekanan, hingga merebut kembali bola di area pertahanan lawan. Ada banyak hal yang kami latih dan masih ada ruang untuk berkembang,”
“Kami juga harus terus bekerja pada bola mati. Saat ini, mungkin kami masih sedikit tertinggal dalam aspek tersebut, tetapi saya yakin hasilnya akan datang,” lanjut Chivu.
Pernyataan ini menunjukkan bahwa Chivu ingin timnya berkembang secara menyeluruh, bukan hanya mengandalkan efektivitas serangan terbuka.
Dalam pertandingan dengan persaingan ketat, bola mati dapat menjadi faktor pembeda. Sepak pojok, tendangan bebas, maupun situasi bola kedua sering kali menentukan hasil ketika sebuah tim kesulitan menembus pertahanan lawan.
Karena itu, peningkatan efektivitas dalam situasi tersebut bisa memberikan Inter pilihan tambahan untuk mencetak gol, terutama ketika menghadapi tim yang bertahan dengan blok rendah dan menutup ruang di area penalti.
Bukan Hanya Menang, Chivu Ingin Inter Semakin Dominan
Komentar Chivu memperlihatkan bahwa fokusnya tidak berhenti pada hasil akhir. Ia juga menekankan pentingnya dominasi permainan, kemampuan menekan lawan, serta respons cepat setelah kehilangan penguasaan bola.
Pendekatan tersebut menuntut kerja sama antarpemain yang konsisten. Ketika satu pemain melakukan tekanan, rekan-rekannya harus mampu menutup jalur umpan dan membatasi ruang gerak lawan agar tekanan tidak mudah dilewati.
Inter memperlihatkan sejumlah aspek positif ketika menghadapi Parma. Gol Sucic menjadi contoh bagaimana tekanan dapat menghasilkan peluang, sedangkan penyelesaian Calhanoglu dan Thuram menunjukkan kemampuan Nerazzurri memaksimalkan kesempatan di depan gawang.
Meski demikian, Chivu masih memiliki pekerjaan rumah untuk memastikan performa serupa dapat dipertahankan sepanjang musim. Rotasi pemain, kebugaran, efektivitas bola mati, dan konsistensi dalam menghadapi berbagai karakter lawan akan menjadi faktor penting.
Kemenangan atas Parma memberikan dasar yang baik untuk melanjutkan pekerjaan tersebut. Namun, bagi Chivu, proses peningkatan permainan tetap menjadi bagian penting dari perjalanan Inter Milan.

Leave a Reply