
Inter Milan meraih kemenangan meyakinkan dengan menaklukkan Parma 3-0 dalam laga pekan ke-6 Serie A 2026-27, Sabtu (10/10/26) malam WIB.
Bermain di Stadion San Siro, Nerazzurri tampil agresif dan efektif untuk memastikan tiga poin melalui gol Petar Sucic, Hakan Calhanoglu, dan Marcus Thuram.
Kemenangan ini sekaligus merusak debut Alberto Gilardino sebagai pelatih Parma. Inter menunjukkan dominasi sejak awal pertandingan dengan tekanan tinggi yang menyulitkan tim tamu membangun serangan dari lini belakang.
Selain tiga gol yang tercipta pada babak pertama, pertandingan ini juga menjadi momen spesial bagi Djed Spence. Bek yang didatangkan dari Tottenham Hotspur tersebut akhirnya menjalani debutnya bersama Inter Milan di Serie A dan mendapat sambutan meriah dari pendukung tuan rumah.
Petar Sucic Buka Keunggulan Inter Berkat Tekanan Tinggi
Inter langsung mengambil inisiatif serangan sejak menit-menit awal. Federico Dimarco hampir membuka keunggulan melalui tendangan voli, tetapi upayanya berhasil digagalkan kiper Parma, Edoardo Corvi.
El-Bilal Toure juga sempat mengancam lewat tembakan melengkung yang melintas tipis di atas gawang. Tekanan bertubi-tubi Inter membuat Parma kesulitan mengembangkan permainan, terutama ketika mencoba membangun serangan dari lini pertahanan.
Gol pembuka akhirnya tercipta pada menit ke-13. Tekanan agresif Inter memaksa Parma melakukan kesalahan ketika Corvi mengirimkan umpan yang tidak sempurna kepada Mandela Keita.
Petar Sucic membaca situasi dengan sangat baik. Gelandang Inter tersebut langsung merebut bola dan melepaskan tembakan keras yang tidak mampu dihentikan Corvi.
Gol itu menjadi gambaran efektivitas strategi Inter. Anak asuh Cristian Chivu tidak hanya mengandalkan penguasaan bola, tetapi juga memanfaatkan kesalahan lawan melalui pressing intensif dan reaksi cepat ketika kehilangan atau merebut bola.
Keunggulan tersebut membuat Inter semakin percaya diri dalam mengendalikan jalannya pertandingan. Sebaliknya, Parma harus menghadapi tekanan lebih besar karena tertinggal ketika laga baru berjalan 13 menit.
Hakan Calhanoglu Gandakan Keunggulan Lewat Penalti
Lima menit setelah gol Sucic, Inter mendapatkan kesempatan untuk memperlebar keunggulan. Wasit Walter Bonacina awalnya tidak melihat pelanggaran Diego Carlos terhadap Pio Esposito di kotak penalti.
Namun, setelah mendapat informasi dari VAR, wasit akhirnya menunjuk titik putih untuk Inter.
Hakan Calhanoglu yang dipercaya sebagai eksekutor menjalankan tugasnya dengan sempurna. Gelandang asal Turki itu melepaskan tendangan keras dan mendatar yang meluncur melewati lengan Corvi pada menit ke-19.
Skor berubah menjadi 2-0 dan Inter semakin nyaman mengendalikan pertandingan.
Gol tersebut memperlihatkan pentingnya ketenangan Calhanoglu dalam situasi krusial. Kehadirannya kembali setelah mengalami masalah pada otot aduktor memberikan tambahan kualitas bagi lini tengah Nerazzurri, baik dalam distribusi bola maupun penyelesaian peluang dari titik penalti.
Bagi Parma, kebobolan dua gol dalam waktu singkat membuat tugas Gilardino semakin berat. Tim tamu membutuhkan respons cepat untuk kembali bersaing, tetapi Inter terus menjaga tekanan dan tidak memberikan banyak ruang untuk mengembangkan serangan.
Marcus Thuram Cetak Gol, Inter Unggul 3-0
Inter tidak berhenti setelah unggul dua gol. Pada menit ke-31, Marcus Thuram mencatatkan namanya di papan skor sekaligus semakin menegaskan dominasi tuan rumah.
Penyerang asal Prancis itu memanfaatkan umpan terobosan cerdas dari Henrikh Mkhitaryan. Thuram berlari menyambut bola, membawa serangan ke area berbahaya, lalu melepaskan tembakan menyilang yang akurat ke sudut bawah gawang Parma.
Corvi tidak mampu menjangkau bola tersebut.
Gol ini memiliki makna tersendiri bagi Thuram. Lahir di Parma, ia kembali mencetak gol ke gawang klub tersebut dan mempertahankan catatan produktifnya dengan selalu membobol Parma dalam Lima pertemuan yang disebutkan dalam laporan pertandingan.
Keunggulan 3-0 sebelum babak pertama berakhir membuat Inter berada dalam posisi sangat nyaman. Kombinasi serangan cepat, umpan terobosan, dan penyelesaian klinis menjadi bukti betapa efektifnya permainan Nerazzurri malam itu.
Tiga gol yang tercipta dalam 31 menit juga menunjukkan bahwa Inter mampu memanfaatkan momentum untuk menentukan arah pertandingan lebih awal.
Inter Terus Mengancam, Corvi Cegah Kekalahan Lebih Besar
Meskipun sudah unggul tiga gol, Inter tetap menciptakan sejumlah peluang tambahan. Pio Esposito hampir mencetak gol setelah menerima umpan tarik dari Dimarco, tetapi Corvi berhasil menggagalkan peluang jarak dekat tersebut menggunakan kakinya.
Mkhitaryan juga mencoba mencetak gol melalui tendangan salto akrobatik, tetapi bola melintas di sisi gawang.
Parma berusaha mencari celah untuk membalas, tetapi organisasi permainan Inter membuat tim tamu kesulitan menciptakan ancaman yang konsisten. Keunggulan tiga gol membuat Nerazzurri mampu mengontrol tempo tanpa harus mengambil risiko berlebihan.
Pada babak kedua, Corvi kembali berperan mencegah skor bertambah besar. Sementara itu, Inter tetap memperoleh beberapa kesempatan melalui pergerakan para pemain depannya.
Lautaro Martinez sempat menyambut umpan silang Spence dengan sundulan, tetapi bola hanya jatuh di atas jaring gawang. Aleksandar Stankovic dan David Romero juga melepaskan tembakan yang belum menemui sasaran.
Parma sempat mendapatkan peluang serangan balik setelah Mariano Troilo merebut bola dari Sucic. Namun, penyelesaian Romero masih melambung di atas mistar.
Hingga pertandingan berakhir, keunggulan Inter tidak pernah benar-benar terancam.
Susunan Pemain
INTER (3-5-2): 1 Martinez; 28 Pavard, 31 Bisseck, 30 Carlos Augusto; 17 Diouf (99 Spence 73′), 8 Sucic, 20 Calhanoglu (5 Stankovic 61′), 22 Mkhitaryan, 32 Dimarco (11 Luis Henrique 73′); 94 Esposito (14 Bonny 61′), 9 Thuram (10 Lautaro 61′).
Pelatih: Cristian Chivu
PARMA (3-5-2): 40 Corvi; 37 Troilo, 34 Diego Carlos, 29 Carboni (27 Britschgi 78′); 15 Delprato, 80 Fabbian (76 Lontani 62′), 4 Sierro (10 Bernabé 62′), 16 Keita, 14 Valeri; 19 Touré (20 Frigan 84′), 23 Elphege (9 Romero 62′).
Pelatih: Alberto Gilardino

Leave a Reply