
Inter Milan akhirnya bersiap melihat Djed Spence beraksi dalam pertandingan resmi. Bek sayap asal Inggris tersebut masuk dalam daftar pemain yang tersedia untuk menghadapi Parma pada pekan ke-6 Serie A 2026-27 di San Siro, setelah melewati periode pemulihan kondisi fisik yang cukup panjang sejak bergabung dengan Nerazzurri.
Kehadiran Spence menjadi salah satu hal yang paling dinantikan tifosi Inter. Setelah sempat mengalami kendala kebugaran, pemain yang sebelumnya memperkuat Tottenham Hotspur itu kini semakin dekat untuk menjalani debutnya bersama tim asuhan Cristian Chivu.
Namun, ada hal menarik dari perkembangan Spence selama menjalani latihan di Appiano Gentile.
Menurut laporan La Gazzetta dello Sport, Inter Milan mulai melihat karakteristik yang membedakannya dari Denzel Dumfries, pemain yang sebelumnya menjadi andalan di sektor bek sayap kanan.
Spence diharapkan menawarkan kekuatan fisik yang lebih besar dalam bertahan, sementara kontribusinya dalam mencetak gol dan memberikan assist masih memiliki ruang untuk berkembang. Inilah salah satu aspek yang membuat kehadirannya menarik dalam proyek baru Chivu di Inter.
Selama periode pemulihan, Spence lebih banyak menjalani sesi latihan individu. Ia baru kembali bergabung dengan kelompok pemain lainnya ketika jeda internasional, setelah melalui proses untuk mengembalikan kebugarannya.
Situasi tersebut membuat debutnya bersama Nerazzurri tertunda. Namun, kini kesempatan itu semakin dekat.
Menurut La Gazzetta dello Sport, Spence telah mendapatkan panggilan pertamanya untuk pertandingan melawan Parma pada Sabtu (10/10/2026) pukul 23.00 WIB di San Siro.
Meski demikian, memainkan Spence sejak menit pertama bukanlah prioritas utama. Setelah absen cukup lama dari pertandingan kompetitif, sang pemain membutuhkan waktu untuk kembali menemukan ritme permainan.
Ia sebelumnya terakhir kali tampil dalam pertandingan perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2026 pada 18 Juli, ketika Inggris menghadapi Prancis.
Karena itu, penampilan selama 50 menit dalam pertandingan uji coba melawan Lumezzane pada akhir pekan lalu menjadi langkah awal yang penting.
Inter Milan memenangkan pertandingan tersebut dengan skor 2-0. Walaupun intensitasnya berbeda dari pertandingan Serie A, kesempatan bermain itu membantu Spence kembali merasakan atmosfer pertandingan setelah periode panjang tanpa kompetisi.
Bagi Chivu, hal terpenting saat ini adalah memastikan Spence dapat kembali bermain secara bertahap dan beradaptasi dengan tuntutan sepak bola Inter.
Perbedaan Spence dan Dumfries Mulai Terlihat
Salah satu aspek yang menarik perhatian adalah perbandingan karakteristik Spence dengan Denzel Dumfries.
Inter mendatangkan Spence dengan harapan mendapatkan bek sayap yang kuat dalam duel, memiliki akselerasi tinggi, dan mampu bermain di kedua sisi lapangan.
Fleksibilitas tersebut menjadi nilai tambah bagi Chivu ketika harus menyusun komposisi pemain di sektor sayap.
Namun, menurut laporan La Gazzetta dello Sport, ada perbedaan yang cukup menarik di antara kedua pemain tersebut.
Dari Spence, Inter mengharapkan kontribusi fisik yang lebih besar dalam aspek pertahanan. Sementara itu, kemampuan mencetak gol dan memberikan assist menjadi area yang masih dapat dikembangkan oleh pemain Inggris tersebut.
Perbandingan ini bukan berarti Spence sudah terbukti lebih unggul daripada Dumfries. Keduanya memiliki karakteristik dan kelebihan masing-masing, sedangkan Spence masih harus membuktikan kemampuannya dalam pertandingan resmi bersama Nerazzurri.
Dumfries telah menunjukkan kontribusi penting melalui kekuatan fisik, pergerakan agresif, dan kemampuannya menyerang ruang di sisi kanan. Spence kini memiliki kesempatan untuk menghadirkan variasi berbeda sesuai kebutuhan taktik Chivu.
Jika mampu menerjemahkan potensinya ke dalam performa konsisten, Spence dapat memberikan alternatif berharga bagi Inter, baik ketika menyerang maupun saat menghadapi tekanan lawan.
Chivu Ingin Spence Lebih Disiplin di Inter
Selain persoalan fisik, ada aspek lain yang menjadi perhatian selama Spence berlatih di Appiano Gentile, yakni adaptasinya terhadap standar profesional sebuah klub besar Eropa.
Menurut laporan tersebut, Spence dikenal sebagai sosok yang santai. Ketika masih berada di Genoa, ia bahkan mendapat julukan chill guy karena kepribadiannya yang tenang dan kebiasaannya tidak terlalu serius menanggapi segala sesuatu.
Karakter tersebut tentu bukan masalah dengan sendirinya. Namun, bermain untuk klub dengan tuntutan tinggi seperti Inter mengharuskannya menyeimbangkan kepribadian santai dengan kedisiplinan taktis dan konsistensi profesional.
Tim pelatih pun disebut telah memberikan perhatian pada aspek tersebut selama proses latihan. Pendekatannya bukan hanya mengembalikan kondisi fisik Spence, tetapi juga mempersiapkannya secara mental agar mampu memenuhi ekspektasi di level tertinggi.
Kini, hasil dari proses tersebut akan mulai terlihat ketika Spence mendapatkan kesempatan tampil di lapangan.
Bagi Inter, pemain yang memiliki kemampuan atletis perlu didukung dengan pengambilan keputusan yang tepat, konsentrasi bertahan, serta pemahaman terhadap pergerakan rekan setim.
Karena itu, proses adaptasi Spence tidak hanya berkaitan dengan kebugaran, tetapi juga bagaimana ia menerapkan instruksi Chivu dalam pertandingan.
Pesan Spence kepada Interisti: “Soon” dan “I’m Coming”
Antusiasme Spence untuk segera bermain bersama Inter sebenarnya sudah terlihat melalui aktivitasnya di media sosial.
Pemain Inggris tersebut sebelumnya mengunggah kata “soon”, yang berarti “segera”, melalui unggahan yang berkaitan dengan suasana di Appiano Gentile.
Pada 28 September lalu, ia kembali menunjukkan antusiasmenya dengan menuliskan “I’m coming”, atau “Saya segera datang”, sebagai respons terhadap unggahan klub mengenai kembalinya ia berlatih bersama kelompok pemain.
Pesan-pesan tersebut memperlihatkan bahwa Spence ingin segera memulai petualangannya bersama Nerazzurri dan menunjukkan kemampuannya kepada para pendukung.
Kini, setelah mendapatkan panggilan untuk pertandingan melawan Parma, penantian tersebut semakin mendekati akhir.

Leave a Reply