
Rumor kembalinya Mauro Icardi ke Inter Milan sempat menjadi perbincangan hangat dalam beberapa pekan terakhir.
Mantan kapten Nerazzurri tersebut dikabarkan berpeluang kembali memperkuat klub yang pernah menjadi bagian penting dalam perjalanan kariernya. Namun, pakar transfer Fabrizio Romano akhirnya memberikan klarifikasi mengenai kabar tersebut.
Menurut Romano, ada perbedaan besar antara keinginan Icardi untuk kembali ke Inter dan kemungkinan nyata terjadinya transfer.
Sang striker memang sangat terbuka untuk pulang ke Giuseppe Meazza, tetapi kenyataannya, kepindahan tersebut tidak pernah berada di tahap yang serius selama bursa transfer musim panas lalu.
Fabrizio Romano Tegaskan Icardi Tidak Pernah Dekat dengan Inter
Fabrizio Romano secara tegas membantah kabar yang menyebut Mauro Icardi hampir kembali memperkuat Inter Milan pada bursa transfer musim panas lalu.
Dalam penjelasannya, Romano menegaskan bahwa berbagai laporan mengenai kemungkinan kepulangan Icardi tidak mencerminkan situasi sebenarnya.
Menurutnya, tidak pernah ada fase ketika penyerang asal Argentina itu benar-benar dekat dengan kesepakatan untuk kembali ke Giuseppe Meazza.
“Saya ingin mengklarifikasi beberapa hal mengenai Mauro Icardi. Benarkah Icardi sudah dekat dengan Inter, telah bernegosiasi dengan Inter, dan seharusnya bergabung dengan Inter? Mari kita luruskan kesalahpahaman ini. Saya bisa memastikan 101 persen bahwa Icardi tidak pernah dekat untuk kembali ke Inter,” jelas Romano.
Ia juga menegaskan bahwa Icardi tidak pernah berada di ambang keberangkatan ke Milano untuk menandatangani kontrak dengan Nerazzurri.
Pernyataan tersebut sekaligus membantah berbagai spekulasi yang berkembang selama beberapa pekan terakhir, termasuk rumor yang kembali mencuat pada September hingga awal Oktober.
Dengan demikian, kabar mengenai Icardi yang disebut-sebut tinggal selangkah lagi kembali ke Inter tidak memiliki dasar yang kuat menurut penjelasan Romano.
Icardi Sebenarnya Sangat Ingin Kembali ke Inter
Meski transfer tersebut tidak pernah mendekati kenyataan, Romano mengungkapkan satu hal menarik: Mauro Icardi memang sangat ingin kembali ke Inter Milan.
Keinginan itu disebut sudah ada sejak musim panas lalu, khususnya pada periode Juni dan Juli. Icardi dikabarkan akan menyambut dengan sangat antusias apabila mendapatkan kesempatan untuk kembali mengenakan seragam Nerazzurri.
“Icardi akan sangat senang kembali ke Inter pada musim panas. Dia juga akan bersedia bergabung dengan Juventus pada Januari, sebagaimana dia akan mempertimbangkan kemungkinan lainnya,” ungkap Romano.
Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa keterbukaan Icardi untuk kembali ke Inter tidak otomatis berarti klub tersebut sedang berusaha merekrutnya.
Ada perbedaan antara pemain yang bersedia menerima tawaran dan klub yang benar-benar menjadikannya target transfer. Dalam kasus ini, keinginan Icardi untuk pulang tidak berkembang menjadi negosiasi yang mendekati kesepakatan.
Bagi Icardi, Inter tentu memiliki arti tersendiri. Ia pernah menjadi salah satu pemain paling penting di lini serang Nerazzurri dan menjabat sebagai kapten tim. Pengalaman tersebut membuat kemungkinan reuni dengan klub yang pernah dibelanya tetap menarik untuk dibicarakan.
Namun, nostalgia dan keinginan pribadi tidak selalu sejalan dengan kebutuhan teknis sebuah tim.
Mengapa Inter Tidak Merekrut Icardi?
Salah satu alasan penting di balik tidak terwujudnya transfer tersebut adalah keputusan Inter untuk mempertahankan komposisi lini serang yang sudah dimiliki.
Menurut Romano, manajemen Nerazzurri memilih mempertahankan seluruh paket penyerang dari musim sebelumnya. Klub tidak menambahkan striker baru untuk memperkuat sektor depan selama bursa transfer musim panas.
Alih-alih mendatangkan pemain tambahan, klub memilih memberikan kepercayaan kepada para penyerang yang sudah tersedia.
Romano juga menjelaskan bahwa Inter sempat mempertimbangkan kemungkinan merekrut penyerang tambahan pada Agustus. Namun, profil pemain yang dipertimbangkan ternyata berbeda dari karakteristik Icardi.
Inter disebut lebih membutuhkan pemain yang mampu menghubungkan permainan, bergerak di antara lini, dan menawarkan karakteristik berbeda dibandingkan penyerang tengah konvensional.

Leave a Reply