
Pelatih AS Roma, Gian Piero Gasperini memberikan pandangannya mengenai persaingan timnya di papan atas Serie A musim ini (2026-27).
Dalam acara Festival dello Sport di Trento, pelatih Giallorossi tersebut membahas ambisi timnya sekaligus menyinggung pertemuan terakhir dengan Inter.
Roma berhasil menahan Inter dengan skor 2-2 dalam pertandingan terakhir kedua tim. Hasil tersebut terasa semakin menarik karena Roma sempat unggul dua gol sebelum Nerazzurri bangkit dan menyamakan kedudukan.
Bagi Gasperini, pertandingan tersebut memberikan sebuah kesan penting. Meski mengakui Inter sebagai tim terkuat saat ini, ia melihat Roma mulai menunjukkan bahwa jarak dengan salah satu kandidat utama Serie A tersebut semakin menyempit.
Gasperini Sebut Inter sebagai Tim Terkuat
Gasperini menegaskan bahwa dirinya tidak ingin terus-menerus menjadikan tim terbaik sebagai satu-satunya tolok ukur perjalanan Roma.
Menurutnya, sepak bola selalu memiliki siklus. Tim yang dominan pada suatu periode bisa berbeda dengan periode lainnya.
Karena itu, fokus utama Roma seharusnya tetap berada pada perkembangan mereka sendiri.
“Saya selalu melihat perjalanan kami sendiri. Sosok Hannibal bisa berbeda-beda. Pada periode tertentu,” ujarnya.
Gasperini kemudian memberikan gambaran mengenai persaingan di masa lalu. Ia mengingat periode ketika Juventus mendominasi Serie A dengan sembilan gelar Scudetto secara beruntun.
Pada masa tersebut, Juventus menjadi salah satu lawan yang paling sulit bagi tim-tim lain di Italia. Namun, Gasperini menilai kondisi sepak bola dapat berubah seiring waktu.
“Juventus bisa menjadi ‘Hannibal’, ketika mereka memenangkan sembilan Scudetto secara beruntun dan juga mengalahkan kami. Bahkan, pada periode tersebut mungkin saya bisa mengalahkan Inter,”
Namun kini, menurutnya, posisi tersebut ditempati oleh Inter.
“Saat ini, Inter adalah tim terkuat, dan jika Anda selalu melihat tim terkuat sebagai patokan, Anda berisiko mengalami frustrasi. Namun, dalam pertemuan terakhir, kami mendapatkan kesan bahwa kami sudah semakin dekat,”
Pernyataan tersebut menjadi pengakuan dari Gasperini terhadap kekuatan Nerazzurri, tetapi bukan berarti Roma harus merasa tidak memiliki peluang untuk bersaing.
Pertemuan terakhir Roma dan Inter menjadi salah satu alasan Gasperini memiliki pandangan positif terhadap perkembangan timnya.
Roma mampu unggul dua gol lebih dahulu dalam pertandingan tersebut. Namun, Inter menunjukkan mentalitasnya dengan mencetak dua gol balasan dan membawa pulang satu poin.
Bagi Roma, hasil imbang tersebut memang membuat mereka kehilangan keunggulan dua gol. Namun dari perspektif Gasperini, pertandingan itu juga memberikan sinyal bahwa timnya mampu memberikan perlawanan terhadap lawan yang dianggap sebagai tim terkuat.

Leave a Reply