Cetak 2 Gol dan 2 Assist, Owusu Baah Mulai Mengguncang Inter U-18

Inter U-18 terus menunjukkan performa impresif pada awal musim 2026-27. Di balik produktivitas luar biasa tim, nama Wilberforce Owusu Baah muncul sebagai salah satu talenta muda yang patut diperhatikan.

Inter U-18 mengawali musim ini dengan catatan sempurna. Empat pertandingan pertama berhasil dimenangkan dan 22 gol sudah berhasil dicetak.

Di antara sederet pemain muda yang mencuri perhatian, ada satu nama yang mulai menjadi pembicaraan, yakni Wilberforce Owusu Baah.

Penyerang kelahiran 2009 tersebut memiliki kemampuan bermain sebagai penyerang tengah maupun winger. Meski belum mendapatkan banyak menit bermain, kontribusinya sudah cukup mencolok.

Hanya dalam waktu 129 menit bermain, Owusu telah mencatatkan Dua gol dan Dua assist. Catatan tersebut menunjukkan betapa efektifnya pemain yang akrab disapa Willy tersebut ketika berada di lapangan.

Bukan Produk Akademi Sejak Usia Dini

Perjalanan Owusu menuju akademi Inter Milan cukup menarik. Lahir di Ghana dan tumbuh besar di wilayah Provinsi Brescia, ia bukan pemain yang sejak kecil menjalani jalur akademi sepak bola seperti kebanyakan talenta muda lainnya.

Pada awalnya, sepak bola bagi Owusu hanya sebatas aktivitas untuk bersenang-senang bersama teman-temannya. Ia tidak langsung masuk ke sistem pembinaan usia dini.

Baru ketika berusia 14 tahun, orang-orang di sekitarnya mendorongnya untuk mencoba bermain di lingkungan yang lebih kompetitif. Owusu kemudian bergabung dengan akademi Ospitaletto.

Tidak butuh waktu lama bagi bakatnya untuk mulai terlihat. Pada musim panas 2023, ia pindah ke Uesse Sarnico, klub yang cukup dikenal di wilayah tersebut dan memiliki status sebagai Inter Training Center.

Dari sinilah perjalanan Owusu menuju Inter semakin terbuka.

Setelah hanya satu musim di Sarnico, Inter memberikan kesempatan kepadanya untuk bergabung dengan akademi Nerazzurri. Ia kemudian ditempatkan di tim U-16.

Menariknya, perjalanan tersebut tidak langsung berjalan mulus. Dalam pengakuannya, kesempatan trial pertamanya bersama Inter tidak berjalan sesuai harapan.

Namun, Owusu tidak menyerah.

Keinginan untuk bermain bagi klub yang menjadi tim favoritnya sejak kecil justru membuatnya semakin termotivasi. Kesempatan berikutnya berhasil dimanfaatkan dengan baik hingga akhirnya ia mampu membuktikan kualitasnya di Interello.

Konsisten Belajar dan Cepat Beradaptasi

Salah satu aspek yang membuat Owusu mendapat apresiasi di lingkungan akademi Inter bukan hanya kemampuan teknisnya.

Ia juga dikenal memiliki keinginan besar untuk belajar serta sikap yang positif di dalam maupun luar lapangan.

Owusu bahkan beberapa kali dipercaya bermain bersama kelompok usia yang lebih tua. Hal tersebut menjadi indikasi bahwa staf akademi Inter melihat adanya potensi besar dalam diri sang penyerang.

Adaptasinya juga terbilang cepat. Dari pemain yang awalnya hanya bermain sepak bola untuk bersenang-senang, Owusu kini berada di salah satu akademi sepak bola paling terkenal di Italia dan mulai mendapatkan perhatian sebagai salah satu talenta generasi 2009.

‘Spacca Partite’ yang Mampu Mengubah Jalannya Pertandingan

Keunggulan utama Owusu terletak pada kecepatan dan ledakan akselerasinya.

Ia merupakan tipe pemain yang mampu menghadirkan perubahan ketika pertandingan mulai berjalan sulit. Karena karakter tersebut, Owusu mendapat julukan “spacca partite”, atau pemain yang mampu memecah kebuntuan dan mengubah keseimbangan pertandingan.

Karakter tersebut kembali terlihat pada musim ini bersama Inter U-18.

Pelatih Dellafiore sejauh ini selalu memasukkannya sebagai pemain pengganti. Namun, status tersebut justru tidak mengurangi pengaruhnya.

Dengan energi dan kecepatannya ketika masuk ke lapangan, Owusu dapat menghadirkan ancaman baru terhadap pertahanan lawan. Dua gol dan dua assist dalam kurang dari 130 menit menjadi bukti efektivitasnya.

Ia tidak membutuhkan waktu bermain panjang untuk memberikan kontribusi.

Kemampuan bermain sebagai penyerang tengah maupun pemain sayap juga membuat Owusu memiliki fleksibilitas yang menarik. Ia bisa menyerang ruang dari sisi lapangan, tetapi juga mampu bermain lebih dekat dengan gawang sebagai ujung tombak.

Neymar, Ronaldo, dan Messi Jadi Inspirasinya

Pilihan pemain idolanya juga cukup menggambarkan karakter permainan Owusu.

Ia mengidolakan Neymar, Cristiano Ronaldo, dan Lionel Messi. Tiga pemain dengan karakter berbeda, tetapi sama-sama memiliki kemampuan luar biasa dalam menciptakan perbedaan di sepertiga akhir lapangan.

Kecepatan, kemampuan melewati lawan, kreativitas, serta naluri mencetak gol menjadi sejumlah elemen yang ingin terus dikembangkan oleh Owusu.

Tentu, perjalanan menuju level profesional masih panjang. Namun, karakter dan perkembangan yang ditunjukkannya membuatnya menjadi salah satu pemain muda yang menarik untuk dipantau di akademi Inter.

Kontrak hingga 2027 dan Menanti Kesempatan ke Primavera

Owusu saat ini masih terikat kontrak dengan Inter hingga 30 Juni 2027. Namun, masa depannya bersama klub tampaknya akan segera mendapatkan kepastian baru.

Inter disebut berencana memperpanjang kontraknya dalam beberapa bulan ke depan. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Nerazzurri untuk menjaga salah satu aset potensial dari akademi mereka.

Target terdekat Owusu tentu adalah terus berkembang bersama Inter U-18.

Setelah itu, tantangan berikutnya adalah mendapatkan kesempatan tampil bersama Inter Primavera. Dengan performanya sejauh musim ini, panggilan tersebut bukan sesuatu yang mustahil.

Inter memiliki tradisi panjang dalam menghasilkan pemain dari akademinya sendiri. Owusu kini memiliki kesempatan untuk mengikuti jalur tersebut.

Jika mampu mempertahankan perkembangan, meningkatkan konsistensi, dan terus menunjukkan efektivitas sebagai pemain yang bisa mengubah pertandingan, bukan tidak mungkin nama Wilberforce Owusu Baah akan semakin sering terdengar di lingkungan tim utama Inter dalam beberapa tahun mendatang.

Untuk saat ini, Inter U-18 menjadi panggungnya. Dan sebagai seorang “spacca partite”, Owusu tampaknya sudah mulai menunjukkan alasan mengapa Nerazzurri begitu percaya terhadap potensinya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*