Inter Siap Terapkan Skema 7×2, Chivu Punya 7 Pilihan untuk Dua Sisi Sayap

Cristian Chivu kini memiliki satu keuntungan besar di skuad Inter Milan, yakni kedalaman pemain yang mampu mengisi berbagai posisi.

Kondisi tersebut sangat penting bagi Inter yang akan menghadapi jadwal padat setelah jeda internasional. Nerazzurri harus menjalani rangkaian pertandingan domestik dan Liga Champions dengan intensitas tinggi, sehingga rotasi menjadi bagian penting dari strategi Chivu.

Salah satu area yang paling menarik perhatian adalah kedua sisi sayap.

Menurut laporan Tuttosport, Chivu memiliki Tujuh pemain yang dapat digunakan untuk mengisi dua posisi di sektor sayap. Karena itu, muncul gambaran menarik mengenai skema “7×2”, yakni tujuh pemain untuk Dua posisi.

Kedalaman tersebut membuat Chivu memiliki banyak kemungkinan, baik untuk menjaga keseimbangan tim maupun mengubah karakter permainan sesuai kebutuhan pertandingan.

Djed Spence Segera Jadi Opsi Baru

Salah satu tambahan penting adalah Djed Spence.

Bek sayap asal Inggris tersebut telah kembali mengikuti latihan bersama skuad yang tetap berada di Appiano Gentile selama jeda internasional. Dengan waktu persiapan sekitar sepuluh hari, Spence berpeluang menjalani debutnya ketika Inter menghadapi Parma pada 10 Oktober di San Siro.

Tuttosport menilai kehadiran Spence akan langsung menciptakan persaingan dengan Andy Diouf untuk posisi kanan.

Diouf sendiri menjadi salah satu eksperimen menarik Chivu. Pemain Prancis tersebut sebelumnya lebih dikenal sebagai gelandang, tetapi kemudian dikembangkan untuk menempati sektor kanan.

Karakter Diouf memberikan sesuatu yang berbeda bagi Inter.

Ia dapat menawarkan dorongan ofensif, kecepatan, serta unsur kejutan ketika bergerak dari sisi kanan. Karena itu, Chivu kemungkinan masih akan mempertahankannya sebagai salah satu opsi utama, terutama dalam pertandingan ketika Inter membutuhkan pemain dengan kemampuan penetrasi lebih agresif.

Namun, Spence menghadirkan karakter yang sedikit berbeda.

Spence Bisa Memberikan Keseimbangan

Secara karakter permainan, Spence lebih menyerupai profil Denzel Dumfries. Ia dapat memberikan kontribusi dalam fase menyerang, tetapi juga menawarkan keseimbangan yang lebih kuat ketika tim harus bertahan.

Hal ini menjadi salah satu aspek menarik dari persaingan Spence dan Diouf.

Jika Chivu membutuhkan pemain yang lebih ofensif dan sulit ditebak, Diouf bisa menjadi pilihan. Sebaliknya, Spence dapat memberikan struktur yang lebih seimbang, terutama ketika Inter harus menghadapi lawan yang memiliki ancaman dari sisi sayap.

Kehadiran Spence juga memberi Chivu kemungkinan untuk memainkan Spence dan Diouf secara bersamaan.

Dalam situasi tertentu, Spence bisa bergeser ke sisi kiri. Pemain tersebut pernah menunjukkan kemampuannya bermain di sektor tersebut ketika tampil di level internasional.

Meski demikian, posisi kiri tetap memiliki pemilik utama.

Dimarco Tetap Jadi Andalan di Kiri

Federico Dimarco masih menjadi pilihan utama Chivu untuk sektor kiri.

Pemain asal Italia itu tampil sebagai salah satu figur penting dalam sistem Inter dan menjadi salah satu pemain dengan peran paling konsisten di sisi kiri.

Di belakang Dimarco terdapat Carlos Augusto, yang juga memberikan fleksibilitas luar biasa.

Carlos Augusto bukan hanya mampu bermain sebagai wing-back kiri, tetapi juga bisa dimainkan sebagai bek tengah sisi kiri dalam sistem tiga bek.

Kemampuannya menjalankan dua fungsi tersebut membuat Carlos Augusto menjadi salah satu pemain yang sangat berguna dalam skema rotasi Chivu.

Apalagi, performanya pada awal musim disebut sangat positif. Dengan jadwal yang semakin padat, keberadaan pemain seperti Carlos Augusto bisa membantu Chivu menjaga kualitas tim tanpa harus terus memainkan pemain yang sama.

Luis Henrique Juga Bisa Bermain di Kedua Sisi

Selain Empat nama tersebut, yakni Spence, Diouf, Dimarco dan Carlos Augusto, Chivu masih memiliki Luis Henrique.

Pemain Brasil itu merupakan salah satu pemain yang bisa beroperasi di kedua sisi lapangan.

Dalam hierarki saat ini, Luis Henrique memang masih berada di belakang beberapa pemain lainnya. Namun, fleksibilitasnya membuat dia tetap menjadi opsi yang berharga, terutama ketika Chivu membutuhkan perubahan tenaga dan karakter permainan dari bangku cadangan.

Dengan demikian, Chivu memiliki sejumlah pemain yang bisa ditukar sesuai kebutuhan pertandingan tanpa harus mengubah struktur dasar permainan secara drastis.

Namun, daftar tersebut ternyata belum selesai.

Pavard dan Curtis Jones Jadi Opsi Darurat

Chivu juga memiliki opsi yang lebih tidak biasa.

Untuk sisi kanan, Benjamin Pavard dapat digunakan sebagai solusi ketika Inter membutuhkan pemain untuk menjalankan peran wing-back.

Pavard tentu lebih dikenal sebagai bek tengah atau bek kanan, tetapi pengalaman dan kemampuan bertahannya membuatnya dapat menjadi alternatif ketika situasi pertandingan menuntut.

Kemudian ada nama yang cukup mengejutkan, yakni Curtis Jones.

Posisi utama pemain Inggris tersebut adalah gelandang, khususnya sebagai mezzala. Namun, pengalaman bersama Liverpool menunjukkan bahwa Jones juga pernah dimainkan sebagai bek sayap.

Bahkan, dalam pertandingan melawan Napoli dan Udinese, ketika Inter membutuhkan gol dan harus melakukan pengejaran skor, Jones mengakhiri pertandingan sebagai pemain sayap kiri dengan peran penuh dari ujung ke ujung.

Eksperimen tersebut memperlihatkan bagaimana fleksibilitas Jones dapat dimanfaatkan Chivu dalam situasi tertentu.

Kedalaman di sektor sayap bukan sekadar persoalan banyaknya pemain. Bagi Inter, hal tersebut dapat menjadi faktor penting ketika jadwal pertandingan mulai menumpuk.

Inter diproyeksikan menghadapi sembilan pertandingan dalam 29 hari setelah kompetisi kembali bergulir. Artinya, Chivu membutuhkan lebih banyak alternatif untuk menjaga kondisi fisik pemain sekaligus mempertahankan intensitas permainan.

Sektor sayap menjadi salah satu posisi yang paling membutuhkan energi dalam sistem permainan Inter. Pemain di posisi tersebut harus aktif membantu serangan, melakukan transisi, turun bertahan, serta menjaga lebar permainan.

Karena itu, memiliki tujuh pemain untuk dua posisi memberikan Chivu ruang yang sangat besar untuk melakukan rotasi.

Dimarco dan Carlos Augusto mengisi bek sayap kiri. Spence, Diouf dan Pavard memberikan pilihan di kanan, sementara Luis Henrique serta Curtis Jones membuka kemungkinan tambahan di kedua sektor tergantung situasi pertandingan.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*