
Tottenham Hotspur menuai kritik tajam dari para suporternya setelah mengawali musim Premier League 2026/27 dengan hasil mengecewakan.
Setelah musim sebelumnya harus berjuang hingga akhir untuk memastikan keselamatan dari degradasi, Tottenham justru kembali kesulitan pada awal musim baru. Dalam lima pertandingan pertama, Spurs baru mengumpulkan Dua poin dan berada di posisi terbawah klasemen.
Situasi tersebut membuat kritik terhadap pelatih Roberto De Zerbi dan kebijakan transfer klub semakin menguat. Salah satu keputusan yang kini kembali dipertanyakan adalah penjualan Djed Spence ke Inter Milan.
Suporter Tottenham Mulai Kehilangan Kesabaran
BBC mengumpulkan pendapat sejumlah suporter Tottenham mengenai kondisi klub. Salah satu keluhan utama berkaitan dengan minimnya produktivitas tim.
Dalam lima pertandingan Premier League, Tottenham baru mencetak satu gol. Bagi sebagian pendukung, catatan tersebut menjadi indikasi bahwa masalah Spurs tidak hanya berada di sektor pertahanan atau pelatih, tetapi juga pada keputusan klub di bursa transfer.
Salah seorang suporter menilai bahwa membutuhkan lima pertandingan hanya untuk mencetak satu gol merupakan sesuatu yang tidak dapat diterima.
Ia juga mempertanyakan keputusan Tottenham melepas Luka Vuskovic dan mendatangkan Jean Paul Van Hecke. Menurutnya, kebijakan tersebut tidak masuk akal dari perspektif kebutuhan skuad.
Meski belum panik, suporter tersebut mengakui beberapa pekan setelah jeda internasional berpotensi menjadi periode penuh tekanan bagi Tottenham.
Kepergian Djed Spence Ikut Dipertanyakan
Nama Djed Spence juga muncul dalam kritik terhadap kebijakan transfer Tottenham.
Seorang suporter secara khusus mempertanyakan keputusan klub melepas Spence setelah sang pemain menjalani periode yang dianggap sangat baik pada akhir musim sebelumnya dan di Piala Dunia 2026.
Menurut suporter, Tottenham seharusnya mempertahankan Spence atau setidaknya menyiapkan pengganti sebelum sang pemain pergi.
“Membiarkan Djed Spence pergi setelah periode terbaik dalam kariernya pada akhir musim lalu dan di Piala Dunia, tanpa pengganti yang siap, sekarang terlihat seperti sebuah kegilaan,” demikian pandangan Suporter yang dikutip BBC.
Spence kemudian melanjutkan kariernya bersama Inter pada musim panas.
Di Milan, Spence diproyeksikan sebagai salah satu opsi penting di sektor bek sayap dalam sistem Cristian Chivu.
Inter mendatangkannya untuk menambah kedalaman sekaligus memberikan alternatif dengan karakter permainan yang berbeda.
Jika mampu mendapatkan peran penting di Inter, keputusan Spurs melepasnya tentu akan semakin sering menjadi bahan pembicaraan di kalangan suporter.

Leave a Reply