
Andy Diouf berpeluang menjalani debut bersama Timnas senior Prancis dalam pertandingan Nations League menghadapi Turki pada Rabu (26/9/26) pukul 01.45 WIB.
Menariknya, pelatih Zinedine Zidane disebut telah menyiapkan posisi yang tidak biasa untuk gelandang Inter tersebut, yakni sebagai bek kiri.
Andy Diouf berpeluang mendapatkan kesempatan besar dalam periode internasional kali ini.
Pemain Inter Milan tersebut secara mengejutkan berpotensi langsung dipercaya sebagai starter oleh Zinedine Zidane ketika Prancis menghadapi Turki di ajang Nations League.
Jika laporan L’Équipe tersebut benar, Diouf bahkan tidak akan dimainkan di posisi naturalnya sebagai gelandang.
Pemain Inter itu diproyeksikan tampil sebagai bek kiri.
Keputusan tersebut menjadi salah satu eksperimen taktik menarik yang disiapkan Zidane untuk pertandingan mendatang.
Diouf Berpeluang Langsung Jadi Starter
L’Équipe menyebut keputusan Zidane terhadap Diouf sebagai pilihan yang “berani”.
Bukan hanya karena sang pemain berpotensi menjalani debut di level senior, tetapi juga karena posisi yang akan ditempatinya berbeda cukup jauh dari peran yang biasa ia jalankan.
Diouf selama ini dikenal sebagai gelandang. Namun, Zidane tampaknya ingin melihat kemampuan pemain Inter tersebut dari sisi lapangan.
Jika benar dimainkan sejak menit pertama, pertandingan melawan Turki akan menjadi kesempatan besar bagi Diouf untuk memperkenalkan dirinya di level internasional senior.
Debut tersebut sekaligus dapat menjadi pengalaman baru bagi pemain yang baru bergabung dengan Inter dan sedang beradaptasi dengan tuntutan posisi berbeda di bawah arahan Cristian Chivu.
Zidane sendiri sudah memberikan petunjuk mengenai rencananya dalam konferensi pers.
Ketika ditanya mengenai penggunaan pemain di posisi yang berbeda, pelatih Prancis tersebut menjelaskan bahwa ia memang ingin melihat pemain sesuai dengan kebutuhan taktiknya.
“Jika saya menempatkan Warren Zaire-Emery di lini tengah, itu karena saya ingin melihatnya di lini tengah! Sama seperti Andy Diouf, yang bermain di posisi yang cukup berbeda di Inter, saya ingin melihatnya sebagai bek kiri,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa keputusan memainkan Diouf sebagai bek kiri bukan semata-mata karena kondisi darurat.
Zidane memang ingin menguji sang pemain dalam peran tersebut.
Eksperimen yang Mirip dengan Peran Diouf di Inter
Menariknya, eksperimen Zidane sebenarnya memiliki kemiripan dengan apa yang sudah dialami Diouf di level klub.
Di Inter, Cristian Chivu juga tidak selalu menempatkannya sebagai gelandang.
Pelatih asal Rumania tersebut lebih sering menggunakan Diouf sebagai wing-back kanan dalam skema tiga bek.
Perubahan posisi tersebut menjadi salah satu bagian dari proses adaptasi Diouf sejak bergabung dengan Nerazzurri.
Namun, sang pemain sendiri sebelumnya sudah beberapa kali menyampaikan bahwa dirinya merasa lebih natural bermain sebagai gelandang.
Kini, Diouf kembali mendapatkan tantangan posisi baru bersama Timnas Prancis.
Jika bersama Inter ia menjalankan peran di sisi kanan, Zidane justru ingin melihatnya dari sisi kiri pertahanan.
Diouf bukan satu-satunya pemain yang menjadi bagian dari eksperimen Zidane.
Menurut L’Équipe, keputusan taktik lainnya juga tergolong berani. Kylian Mbappé disebut akan ditempatkan di sisi kiri dalam formasi 4-3-3, sementara Rayan Cherki berpotensi dimainkan sebagai mezzala.
Hal tersebut memperlihatkan bahwa Zidane tidak hanya mempertimbangkan posisi natural seorang pemain.
Ia ingin melihat bagaimana pemain-pemain tersebut dapat menjalankan tugas berbeda dalam struktur yang telah disiapkan.
Untuk Diouf, kesempatan tersebut tentu memiliki arti khusus.

Leave a Reply