
Inter Milan kembali mendapat sorotan setelah kekalahan dari Real Madrid di Liga Champions. Salah satu yang menjadi perhatian adalah keputusan pelatih Cristian Chivu menempatkan Yann Bisseck sebagai Center Bek alias bek tengah.
Mantan pemain Inter, Massimo Paganin, menilai Bisseck belum sepenuhnya meyakinkan ketika dimainkan di posisi sentral pertahanan. Menurutnya, Chivu kini perlu menentukan sosok yang paling tepat untuk menjadi fondasi lini belakang Nerazzurri.
Paganin Belum Yakin dengan Bisseck
Berbicara kepada radio Tuttomercatoweb.com, Paganin memberikan penilaian terhadap performa Inter sekaligus pilihan Chivu di lini belakang.
“Inter dengan Bisseck di tengah tidak meyakinkan saya. Dia belum memiliki kematangan untuk bermain di posisi tersebut,” ujar Paganin.
Menurutnya, persoalan tersebut bukan berarti Bisseck tidak memiliki kualitas. Namun, posisi bek tengah membutuhkan pengalaman, ketenangan, serta kematangan dalam membaca situasi pertandingan.
Karena itu, Chivu harus segera menemukan formula terbaik di lini belakang, terutama setelah Inter menghadirkan sejumlah pemain baru pada bursa transfer.
Stones Bisa Jadi Solusi?
Nama John Stones menjadi salah satu kandidat yang menarik perhatian. Bek asal Inggris tersebut memiliki pengalaman di level tertinggi dan bisa memberikan ketenangan sekaligus kualitas dalam membangun serangan dari belakang.
Namun, Paganin menilai Chivu memiliki banyak pilihan. Ia justru memuji cara sang pelatih dalam membaca kebutuhan tim.
“Chivu mampu memahami siapa yang harus bermain. Musim lalu dia sudah melakukannya,” kata Paganin.
Artinya, keputusan mengenai siapa yang menjadi pusat pertahanan Inter tidak harus ditentukan hanya berdasarkan nama besar. Chivu dinilai memiliki kemampuan untuk melihat pemain mana yang paling siap dan paling sesuai dengan kebutuhan pertandingan.
Kedalaman Skuad Jadi Keuntungan Inter
Paganin juga memberikan penilaian positif terhadap aktivitas Inter di bursa transfer. Menurutnya, para pemain baru yang datang bukan sekadar menambah jumlah pemain, tetapi juga meningkatkan kualitas skuad.
“Semua pemain yang direkrut fungsional dan telah meningkatkan level kelompok,” jelasnya.
Kondisi tersebut membuat Chivu kini memiliki banyak opsi. Para pemain baru tidak harus langsung menjadi starter karena proses adaptasi dapat dilakukan secara bertahap.
“Sekarang dia punya banyak pilihan. Memiliki skuad berkualitas adalah sebuah keuntungan,” tambah Paganin.
Dengan begitu, persaingan di lini belakang Inter justru bisa menjadi aset penting sepanjang musim. Chivu memiliki kesempatan untuk memilih kombinasi bek berdasarkan karakter lawan, kondisi pemain, hingga kebutuhan taktik.
Inter Masih Dipuji Meski Kalah di Liga Champions
Paganin juga membandingkan kekalahan Inter dan Napoli di Liga Champions. Menurutnya, Inter menghadapi Real Madrid dengan pendekatan yang lebih berani.
Inter disebut mampu bermain terbuka dan memberikan perlawanan hingga pertandingan berakhir. Berbeda dengan Napoli yang dinilai lebih kesulitan menghadapi kualitas permainan dan kepribadian Arsenal.
“Inter menghadapi Real secara terbuka, bermain dan keluar dengan kepala tegak,” ujar Paganin.
Penilaian tersebut menunjukkan bahwa kekalahan di Eropa tidak serta-merta menghapus perkembangan positif Inter di bawah Chivu.
Kini tantangannya adalah menjaga kualitas tersebut sekaligus memperbaiki detail yang masih menjadi kelemahan. Salah satunya adalah menentukan sosok paling tepat di jantung pertahanan.
Dengan banyaknya pilihan yang tersedia, keputusan Chivu terhadap Bisseck, Stones, dan pemain lainnya akan menjadi salah satu hal menarik untuk diperhatikan dalam perjalanan Inter musim ini.

Leave a Reply