Pesan Marotta Usai Undian Liga Champions: Inter Harus Belajar dari Pahitnya Musim Lalu

Presiden Inter Milan, Beppe Marotta, memberikan komentar mengenai hasil undian League Phase Liga Champions 2026/27.

Berbicara kepada Sportitalia di Monte Carlo, Marotta menegaskan bahwa perjalanan Inter di kompetisi Eropa harus dijalani dengan dua prinsip: menghormati sejarah klub dan berani bermimpi.

Inter mendapatkan undian yang menarik. Salah satu laga yang paling menyita perhatian adalah kunjungan Nerazzurri ke Santiago Bernabéu untuk menghadapi Real Madrid yang kini ditangani Jose Mourinho.

Pertemuan tersebut memiliki nilai emosional tersendiri bagi Inter. Mourinho merupakan sosok yang mengantarkan Nerazzurri meraih treble bersejarah pada 2010, termasuk mengangkat trofi Liga Champions di Madrid.

Namun bagi Marotta, nostalgia tidak boleh membuat Inter kehilangan fokus.

“Kami memiliki dua konsep. Pertama, kewajiban untuk tampil baik, memberikan motivasi dalam setiap pertandingan dan menghormati jersey yang secara historis kaya akan kesuksesan. Lalu ada hak untuk bermimpi. Sering kali mimpi menjadi kenyataan, jadi kami berharap itu terjadi,” ujar Marotta.

Pernyataan tersebut menggambarkan ambisi Inter menghadapi perjalanan panjang Liga Champions musim ini.

Kembali ke Bernabéu, Kali Ini Menghadapi Mourinho

Pertandingan melawan Real Madrid menjadi salah satu laga yang langsung mendapatkan sorotan setelah undian.

Bernabéu bukan stadion asing bagi Inter jika berbicara mengenai sejarah Liga Champions. Pada 2010, stadion tersebut menjadi panggung ketika Inter asuhan Mourinho memastikan diri sebagai juara Eropa setelah mengalahkan Bayern Munich di final.

Kini, 16 tahun kemudian, Mourinho kembali menjadi bagian dari cerita tersebut.

Bedanya, sang pelatih legendaris kini berada di kubu lawan.

Ketika ditanya apakah dirinya berharap Inter menghindari pertandingan melawan Real Madrid, Marotta justru memberikan jawaban berbeda.

“Tidak, justru sebaliknya.”

Menurutnya, duel tersebut merupakan pertandingan yang akan sangat dinantikan oleh para pendukung Inter.

“Saya senang karena saya pikir para tifosi juga senang. Kembali ke Bernabéu menghadapi Real selalu menjadi emosi yang kuat. Apalagi melakukannya melawan pelatih yang memberikan treble bersejarah kepada para tifosi dan sejarah Inter,”

Bagi Marotta, pertandingan tersebut bukan sekadar pertandingan biasa. Duel Inter kontra Real Madrid dapat membawa kembali kenangan salah satu periode paling sukses dalam sejarah klub.

Para pendukung yang menyaksikan perjalanan Inter pada 2010 tentu akan memiliki hubungan emosional yang kuat dengan laga ini.

Mourinho dan Nostalgia Treble Inter 2010

Kembalinya Mourinho ke jalur Inter membuat pertandingan melawan Real Madrid semakin menarik.

Pada musim 2009/10, Mourinho membawa Inter memenangkan Serie A, Coppa Italia, dan Liga Champions. Treble tersebut menjadi pencapaian bersejarah karena Inter menjadi klub Italia pertama yang meraih tiga trofi utama dalam satu musim.

Final Liga Champions berlangsung di Madrid. Karena itu, kembali ke Bernabéu menghadapi Mourinho menghadirkan sebuah cerita yang hampir seperti perjalanan kembali ke masa lalu.

Namun Marotta tidak ingin Inter hanya menikmati nostalgia.

Menurutnya, Liga Champions selalu bisa menghadirkan kejutan. Status favorit di atas kertas tidak menjamin kemenangan di lapangan.

Marotta Ingatkan Inter tentang Pelajaran Musim Lalu

Salah satu bagian paling penting dari pernyataan Marotta adalah ketika dirinya menyinggung pengalaman Inter di kompetisi Eropa musim sebelumnya.

Marotta mengingatkan bahwa Inter pernah tersingkir dari tim yang secara teori dianggap lebih lemah.

“Kami tersingkir oleh tim yang di atas kertas jauh lebih lemah dari kami (Bodø/Glimt), tetapi mereka menunjukkan di lapangan bahwa mereka layak lolos, jadi ini harus menjadi pelajaran,”

Pesan tersebut jelas: Inter tidak boleh meremehkan lawan.

Liga Champions bukan hanya mengenai kualitas pemain atau nilai pasar sebuah skuad. Detail pertandingan, mentalitas, efektivitas, dan kemampuan menghadapi tekanan bisa menentukan nasib sebuah tim.

Bagi Marotta, pengalaman tersebut harus menjadi pelajaran berharga sebelum Inter memulai petualangan baru di League Phase.

Bursa Transfer Inter: Masih Mengintai, tetapi Realistis

Selain berbicara tentang Liga Champions, Marotta juga memberikan update mengenai aktivitas Inter di bursa transfer.

Apakah akan ada pemain baru yang datang? Apakah ada pemain yang akan meninggalkan Giuseppe Meazza?

Jawaban Marotta cukup jelas.

“Saya rasa tidak akan ada perubahan dalam hal transfer masuk maupun keluar,”

Namun, bukan berarti Inter sepenuhnya menutup pintu.

Marotta menegaskan bahwa bursa transfer merupakan situasi yang dinamis. Inter akan tetap berada dalam posisi mengamati peluang yang mungkin muncul.

“Ini adalah pasar yang dinamis. Kami tetap mengintai dan jika ada peluang, kami akan mengambilnya,”

Meski demikian, Marotta memberikan penegasan penting.

“Secara realistis, saya tidak melihat peluang tersebut di depan mata.”

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*