
Kemenangan Inter Milan atas Monza pada pertandingan pembuka Serie A 2026/27 ternyata belum sepenuhnya meyakinkan Fabio Capello.
Mantan pelatih asal Italia tersebut menilai Nerazzurri menunjukkan dua wajah yang sangat berbeda sepanjang pertandingan. Inter tampil kurang meyakinkan pada babak pertama dan bahkan dinilai beruntung karena tidak kebobolan lebih banyak.
Berbicara kepada Sky Sport, Capello memberikan analisis tajam mengenai penampilan tim asuhan Cristian Chivu.
Menurutnya, Inter bisa saja sudah tertinggal dengan margin dua atau tiga gol hanya dalam 45 menit pertama.
“Inter beruntung pada babak pertama. Mereka bisa saja kebobolan Dua atau Tiga gol melawan tim yang sebenarnya tidak memiliki kualitas luar biasa,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menjadi peringatan bagi Inter setelah awal musim yang seharusnya menjadi momentum positif.
Inter Dinilai Terlalu Meremehkan Monza
Menurut Capello, persoalan utama bukan semata-mata kualitas permainan Inter, melainkan mentalitas ketika menghadapi lawan yang dianggap lebih lemah.
Inter datang dengan status juara bertahan dan menghadapi Monza. Situasi tersebut mungkin membuat para pemain merasa pertandingan akan berjalan lebih mudah.
Namun, sepak bola tidak bekerja seperti itu.
Capello menilai ketika sebuah tim terlalu yakin akan menang dengan mudah, konsentrasi dan intensitas permainan dapat menurun.
“Masalahnya adalah ketika menghadapi tim-tim seperti ini dengan berpikir bahwa Anda akan menang dengan mudah. Anda terlalu percaya diri,” ujar Capello.
Kritik tersebut sangat relevan bagi Inter yang harus menghadapi banyak pertandingan sepanjang musim.
Babak Pertama Menjadi Alarm bagi Chivu
Penampilan Inter pada babak pertama menjadi bagian yang paling membuat Capello khawatir.
Nerazzurri disebut kesulitan menunjukkan intensitas dan kontrol permainan seperti yang biasanya menjadi ciri mereka.
Di sisi lain, Monza mampu memanfaatkan ruang dan menciptakan situasi berbahaya.
Bahkan, menurut Capello, jika penyelesaian akhir Monza lebih efektif, Inter bisa saja masuk ruang ganti dalam kondisi tertinggal dua atau tiga gol.
Fakta bahwa hal tersebut tidak terjadi membuat Inter memiliki kesempatan memperbaiki keadaan setelah turun minum.
Inter Berubah Setelah Skor 2-1
Capello melihat perubahan besar pada babak kedua, terutama setelah Inter berhasil mencetak gol yang membawa mereka ke posisi unggul 2-1.
Setelah itu, permainan Nerazzurri mulai kembali menunjukkan identitasnya.
“Pada babak kedua, setelah skor 2-1, saya kembali melihat Inter yang sebenarnya. Mereka bermain lebih lepas dan memainkan sepak bola dengan cara yang berbeda,” jelas Capello.
Perubahan mentalitas tersebut menjadi kunci.
Inter mulai lebih percaya diri dalam menguasai bola, bergerak lebih agresif, serta bermain dengan intensitas yang sebelumnya tidak terlihat.
Bagi Capello, Inter sebenarnya memiliki kemampuan untuk tampil jauh lebih baik. Masalahnya adalah bagaimana mereka memulai pertandingan.
Terlalu Percaya Diri Bisa Menjadi Bumerang
Komentar Capello pada dasarnya mengarah kepada satu persoalan, yakni overconfidence.
Sebagai juara bertahan, Inter tentu memiliki kualitas lebih tinggi dibandingkan banyak tim Serie A. Namun, keunggulan tersebut tidak boleh membuat para pemain kehilangan konsentrasi.
Dalam kompetisi yang panjang, pertandingan seperti melawan Monza akan sering terjadi.
Ada laga melawan tim papan atas yang membutuhkan konsentrasi maksimal, tetapi ada pula pertandingan menghadapi tim yang secara kualitas berada di bawah Inter.
Justru pertandingan seperti inilah yang terkadang menjadi jebakan.
Jika Inter menganggap pertandingan sudah dimenangkan sebelum peluit pertama berbunyi, mereka bisa kehilangan poin yang sangat berharga.
Kali Ini Inter Beruntung
Capello menilai keberuntungan menjadi salah satu faktor yang menyelamatkan Inter dari situasi yang lebih buruk.
“Inter kali ini beruntung dan tidak dihukum,” kata Capello.
Pesannya jelas: Inter tidak boleh mengandalkan keberuntungan dalam pertandingan berikutnya.
Tim sebesar Inter seharusnya mampu mengontrol pertandingan sejak awal, terutama ketika menghadapi lawan yang secara kualitas berada di bawah mereka.
Jika peluang-peluang yang diberikan kepada lawan terus terjadi, suatu saat Inter akan benar-benar mendapatkan hukuman.
Chivu Harus Benahi Mentalitas Tim
Kritik Capello juga menjadi tantangan bagi Cristian Chivu.
Pelatih asal Rumania tersebut harus memastikan para pemain tidak kehilangan fokus ketika menghadapi lawan yang dianggap lebih lemah.
Rotasi pemain memang penting karena jadwal kompetisi sangat padat. Namun, siapa pun yang diturunkan harus tetap memiliki intensitas dan motivasi yang sama.
Kedalaman skuad Inter yang sangat baik justru bisa menjadi keuntungan jika Chivu mampu menjaga standar permainan.
Tidak boleh ada pertandingan yang dianggap mudah.

Leave a Reply