Biasin: “Bisseck Sangat Kuat, Bukan Sekadar Pemain Cadangan”

Kekuatan Inter Milan musim 2026/27 bukan hanya terletak pada kualitas pemain inti, tetapi juga pada kedalaman skuad yang semakin merata di setiap posisi.

Pandangan tersebut disampaikan jurnalis Fabrizio Biasin dalam program Pressing.

Menurutnya, Inter kini memiliki komposisi skuad yang membuat konsep “11 pemain utama” sudah tidak lagi relevan bagi klub yang ingin bersaing di level domestik sekaligus Eropa.

“Saya percaya dalam sebuah tim yang ingin berprestasi di Italia dan Eropa, gagasan bahwa kita hanya fokus pada 11 pemain saja benar-benar sudah ketinggalan zaman,” ujar Biasin.

Biasin melihat Inter telah meningkatkan kualitas hampir di setiap lini. Bahkan, pemain yang berada di lapis kedua dinilai memiliki kemampuan yang tidak jauh berbeda dari pemain yang biasanya menjadi starter.

“Inter telah meningkatkan kualitas di setiap posisi: pemain pelapis hampir sama kuatnya dengan pemain utama. Inilah yang dilakukan oleh tim-tim besar,” lanjut Biasin.

Bukan Lagi 11 Pemain, Melainkan Skuad Secara Keseluruhan

Menurut Biasin, inilah karakteristik yang dimiliki klub-klub besar Eropa. Persaingan internal tidak hanya terjadi untuk mendapatkan tempat di starting XI, tetapi juga memastikan setiap pemain siap memberikan kontribusi ketika mendapatkan kesempatan.

Situasi tersebut membuat tugas Cristian Chivu menjadi jauh lebih kompleks. Pelatih asal Rumania itu bukan hanya harus menentukan siapa yang menjadi starter, tetapi juga harus menjaga agar pemain berkualitas tinggi yang berada di bangku cadangan tetap termotivasi.

Dengan jadwal padat Serie A, kompetisi Liga Champions, dan ajang domestik lainnya, rotasi bukan lagi pilihan tambahan. Rotasi merupakan kebutuhan.

Lini Tengah Inter Penuh Persaingan

Salah satu contoh paling jelas terlihat di lini tengah.

Biasin menyoroti keberadaan tujuh gelandang berkualitas untuk memperebutkan tiga posisi. Artinya, hampir setiap pertandingan akan menghadirkan perdebatan mengenai siapa yang pantas tampil sejak menit pertama.

Kondisi ini tentu menjadi keuntungan besar bagi Inter. Chivu memiliki banyak alternatif untuk menyesuaikan komposisi tim berdasarkan lawan, kondisi fisik pemain, serta kebutuhan taktik.

Namun, di sisi lain, tantangannya juga besar.

Tidak mudah menjelaskan kepada pemain dengan kualitas starter bahwa mereka harus memulai pertandingan dari bangku cadangan. Chivu harus mampu membangun atmosfer kompetitif tanpa menciptakan ketidakpuasan di dalam ruang ganti.

“Di lini tengah, ada Tujuh pemain yang satu lebih kuat dari yang lainnya untuk memperebutkan tiga posisi,”

Pio Esposito Diprediksi Mendapat Banyak Kesempatan

Biasin juga memberikan perhatian khusus kepada Francesco Pio Esposito.

Penyerang muda tersebut menunjukkan perkembangan positif dan semakin dipercaya setelah mendapatkan kesempatan bersama tim utama. Menurut Biasin, Esposito berpotensi mendapatkan banyak menit bermain sepanjang musim.

“Esposito, saya rasa, akan memainkan banyak pertandingan,” katanya.

Pernyataan tersebut menjadi sinyal positif bagi penyerang muda Inter. Dengan jadwal yang panjang, kesempatan bermain tidak hanya ditentukan oleh status sebagai starter, tetapi juga kemampuan pemain memanfaatkan setiap peluang yang diberikan pelatih.

Esposito pun memiliki kesempatan untuk berkembang melalui persaingan langsung dengan para penyerang senior.

Bisseck Bukan Sekadar Pemain Cadangan

Poin paling menarik dari komentar Biasin berkaitan dengan Yann Bisseck.

Bek asal Jerman tersebut kerap dianggap sebagai pemain pelapis karena Inter memiliki sejumlah bek tengah berpengalaman. Namun, Biasin menolak anggapan tersebut.

“Saya katakan satu hal lagi: bagi banyak orang Bisseck adalah pemain cadangan, padahal dia adalah seorang bek yang sangat kuat,” tegas Biasin.

Penilaian tersebut memperlihatkan bagaimana kedalaman skuad dapat menciptakan persepsi yang keliru. Seorang pemain bisa saja tidak selalu menjadi starter, tetapi hal itu tidak otomatis berarti kualitasnya berada di bawah pemain lain.

Bisseck memiliki kombinasi fisik, kecepatan, kemampuan duel, dan keberanian membawa bola yang membuatnya menjadi opsi penting bagi Chivu.

Dengan sistem tiga bek yang membutuhkan pemain bertahan dengan karakter berbeda, keberadaan Bisseck justru dapat menjadi aset taktik yang sangat berharga.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*