Zazzaroni Kritik Oaktree: “Mereka Bicara Liga Champions, tapi Baru Belanja €30 Juta”

Strategi transfer Inter Milan kembali menjadi bahan perdebatan. Kali ini, direktur Corriere dello Sport, Ivan Zazzaroni mempertanyakan kebijakan yang diterapkan Oaktree sebagai pemilik Nerazzurri.

Menurut Zazzaroni, terdapat kontradiksi antara ambisi Inter di Liga Champions dengan pendekatan finansial klub dalam bursa transfer.

Inter ingin terus bersaing di level tertinggi Eropa, tetapi di sisi lain harus berhati-hati dalam mengeluarkan dana untuk mendatangkan pemain baru.

Nama Curtis Jones menjadi contoh utama yang disoroti Zazzaroni.

Inter Inginkan Curtis Jones, Tapi Harus Jual Luis Henrique?

Inter diketahui tengah berusaha mendapatkan gelandang Liverpool tersebut.

Jones dianggap sebagai salah satu target utama untuk memperkuat lini tengah setelah kepergian Davide Frattesi.

Namun, menurut Zazzaroni, Inter harus terlebih dahulu menyelesaikan penjualan Luis Henrique sebelum bisa benar-benar bergerak untuk Jones.

Nilai transfer Jones yang dibicarakan berada di kisaran €35 juta.

Zazzaroni mempertanyakan mengapa Inter harus menjual pemain terlebih dahulu untuk membiayai transfer tersebut.

“Untuk membawa pulang Curtis Jones (€35 juta), mereka ingin terlebih dahulu menjual Luis Henrique, dan itu dilakukan meskipun saat ini neraca transfernya hanya mengalami defisit sekitar €30–35 juta. Hal sepele bagi klub juara,” ujar Zazzaroni.

Zazzaroni: Angka Itu Tidak Besar untuk Klub Juara

Zazzaroni menilai angka tersebut relatif kecil jika dibandingkan dengan ukuran klub dan ambisi Inter.

Ia mengingatkan bahwa Inter merupakan klub yang berkompetisi di Liga Champions bersama sejumlah raksasa Eropa.

Dalam tulisannya di Instagram, ia menyoroti posisi Inter yang harus bersaing dengan klub-klub seperti PSG, Bayern Munich, Manchester City, Real Madrid, Liverpool, dan Barcelona.

“Saya menganggap strategi Oaktree cukup aneh. Inter bermain di Liga Champions yang sama dengan PSG, Bayern, Man City, Real Madrid, Liverpool, dan Barcelona, dengan ambisi serta harapan yang telah dinyatakan,”

Menurut Zazzaroni, situasi tersebut seharusnya membuat Inter berinvestasi lebih besar dalam memperkuat skuad.

Sorotan Zazzaroni tidak secara langsung ditujukan kepada manajemen olahraga Inter seperti Giuseppe Marotta dan Piero Ausilio.

Justru, ia mempertanyakan arahan dari pemilik klub.

Oaktree memiliki pendekatan finansial yang menekankan keberlanjutan dan pengelolaan keuangan secara hati-hati.

Namun, menurut Zazzaroni, pendekatan tersebut bisa menjadi persoalan apabila klub memiliki ambisi untuk terus bersaing di level tertinggi Eropa.

Inter membutuhkan pemain berkualitas untuk mempertahankan daya saing.

Pada saat yang sama, manajemen harus memastikan setiap pengeluaran tetap berada dalam batas yang ditetapkan pemilik.

Di sinilah muncul dilema yang menjadi sorotan.

Sindiran Zazzaroni kepada Oaktree

Zazzaroni kemudian melontarkan sindiran tajam kepada Oaktree.

“Oaktree tampaknya lebih seperti dana Skotlandia daripada dana Amerika, meskipun orang Skotlandia mencintai dan menghormati sepak bola…”

Kalimat tersebut menjadi penutup kritiknya terhadap pendekatan pemilik Inter.

Zazzaroni pada dasarnya mempertanyakan apakah pendekatan investasi yang terlalu hati-hati bisa menghambat ambisi olahraga klub.

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*