
Cristian Chivu tampaknya mulai mendapatkan apa yang ia inginkan dari Andy Diouf. Dalam laga uji coba pramusim Inter menghadapi Real Betis, gelandang asal Prancis tersebut kembali menunjukkan perkembangan positif dalam peran barunya sebagai pemain sayap.
Sejak awal musim, Chivu memang telah menyampaikan keinginannya untuk mengeksplorasi kemampuan Diouf di sisi kanan. Eksperimen tersebut terus dilakukan dalam pertandingan pramusim, dan perlahan mulai memperlihatkan hasil.
Dalam analisisnya terhadap pertandingan Inter kontra Real Betis, La Gazzetta dello Sport (GdS) bahkan menempatkan Diouf sebagai salah satu pemain paling menonjol di lapangan.
Performa tersebut menjadi sinyal positif bagi Inter, terutama karena persaingan untuk mendapatkan tempat di sektor kanan semakin ketat setelah kedatangan Djed Spence.
Gazzetta: Diouf Paling Menginspirasi
Gazzetta memberikan penilaian sangat positif terhadap Diouf setelah pertandingan melawan Real Betis.
Menurut media asal Italia tersebut, Diouf tampil sebagai pemain yang paling terinspirasi di antara para pemain Inter. Ia mampu memberikan ancaman dari sisi kanan sekaligus memanfaatkan karakteristik kaki kirinya untuk masuk ke area tengah.
Gazzetta menulis bahwa menghadapi Real Betis, tim dengan kualitas teknik tinggi yang akan tampil di Liga Champions, Diouf kembali menunjukkan performa yang sangat menjanjikan.
Perubahan posisi tersebut pun mulai terasa semakin natural bagi sang pemain.
“Melawan Betis, tim dengan kualitas teknik yang sulit dihadapi dan akan bermain di Liga Champions, Diouf kembali menunjukkan performa yang sangat bagus. Peran barunya sebagai pemain sayap kanan mulai ia sukai. Dari kaki kirinya yang bergerak masuk ke tengah, lahir sejumlah ancaman pada babak pertama. Perkembangannya mendapat dukungan penuh dari Chivu, terlebih sekarang persaingan di sisi tersebut semakin ketat dengan kedatangan Spence,” tulis Gazzetta.
Peran sebagai winger kanan perlahan mulai disukai Diouf.
Dari posisi tersebut, kaki kirinya memberikan variasi berbeda dalam serangan Inter. Ketika bergerak ke dalam, Diouf dapat menciptakan situasi berbahaya sekaligus membuka ruang bagi rekan-rekannya di sisi lapangan.
Perkembangan inilah yang menjadi alasan Chivu terus memberikan kesempatan kepada pemain Prancis tersebut.
Chivu “Memberkati” Perkembangan Diouf
Keputusan Chivu untuk mengubah peran Diouf tentu bukan tanpa alasan.
Diouf pada dasarnya memiliki karakteristik sebagai gelandang dengan kemampuan membawa bola dan melakukan progresi. Namun, Chivu melihat adanya potensi lain yang dapat dimanfaatkan jika pemain Prancis tersebut ditempatkan lebih melebar.
Eksperimen itu memberikan Inter alternatif taktik.
Diouf tidak harus selalu beroperasi sebagai gelandang tengah. Dengan bermain sebagai winger kanan, ia dapat memanfaatkan kemampuan dribbling, akselerasi, serta kaki kirinya untuk masuk ke area berbahaya.
Gazzetta bahkan menyebut perkembangan tersebut sebagai sesuatu yang “diberkati” Chivu.
Hal ini semakin relevan setelah Inter mendatangkan Spence. Kehadiran bek sayap asal Inggris tersebut membuat persaingan di sisi kanan semakin ketat sekaligus memberikan Chivu lebih banyak opsi.

Leave a Reply