
Djed Spence akhirnya resmi memulai petualangan barunya bersama Inter Milan.
Bek sayap asal Inggris tersebut menandatangani kontrak hingga Juni 2031 setelah Inter mencapai kesepakatan dengan Tottenham Hotspur senilai sekitar €35 juta termasuk bonus. Tottenham juga mendapatkan klausul 10 persen dari biaya penjualan Spence di masa depan.
Setelah menyelesaikan seluruh rangkaian tes medis di Milan, Spence diperkenalkan sebagai pemain baru Nerazzurri.
Dalam wawancara pertamanya dengan kanal resmi klub, pemain berusia 26 tahun tersebut mengungkapkan bahwa salah satu alasan terbesar yang membuatnya tertarik bergabung dengan Inter adalah sejarah besar klub dan koleksi trofinya.
“Ini adalah klub raksasa dan sebuah langkah besar bagi saya serta keluarga saya. Saya sangat bahagia berada di sini dan siap untuk memulai,” ujarnya.
Sejarah Inter Buat Spence Terpikat
Spence mengaku sudah terkesan dengan sejarah Inter bahkan sebelum resmi mengenakan jersey biru-hitam.
Menurutnya, keberadaan begitu banyak trofi menjadi bukti nyata betapa besarnya klub yang kini ia bela.
“Saya benar-benar tertarik dengan sejarahnya. Anda hanya perlu melihat ke belakang kami dan melihat semua trofi itu. Ini benar-benar klub yang sangat besar,”
Ketertarikan tersebut semakin masuk akal karena Inter baru saja menambah dua trofi lagi ke dalam lemari mereka.
Pada musim lalu, Nerazzurri berhasil memenangkan Scudetto dan Coppa Italia, sekaligus menyelesaikan musim dengan gelar domestik ganda.
Kini, Spence datang sebagai bagian dari proyek untuk mempertahankan dominasi tersebut.
Kembali Rasakan Atmosfer San Siro, Kali Ini sebagai Pemain Inter
Spence sebenarnya sudah pernah merasakan atmosfer San Siro.
Ketika menjalani masa peminjaman bersama Genoa pada 2024, ia mendapatkan kesempatan bermain di stadion ikonik tersebut.
Pengalaman itu meninggalkan kesan mendalam.
“Saya ingat itu adalah pengalaman yang luar biasa. Begitu banyak legenda yang pernah bermain di sana. Itu pengalaman yang spesial, dan sekarang saya senang bisa kembali sebagai pemain Inter,”
Kini situasinya tentu berbeda.
Jika sebelumnya ia datang ke San Siro sebagai pemain lawan atau pemain pinjaman, kali ini Spence akan memasuki stadion tersebut dengan mengenakan jersey Nerazzurri.
Ekspektasi pun otomatis jauh lebih tinggi.
Pengalaman Bermain di Luar Negeri Membentuk Spence
Menariknya, perjalanan karier Spence membuatnya sudah memiliki pengalaman bermain di beberapa negara.
Selain Inggris, ia pernah bermain di Prancis dan Italia.
Menurutnya, pengalaman tersebut memiliki peran besar dalam perkembangan dirinya, bukan hanya sebagai pesepak bola tetapi juga sebagai pribadi.
“Pengalaman-pengalaman itu sangat membentuk saya. Anda belajar begitu banyak ketika bermain di luar negeri. Saya bisa mengatakan bahwa saya menjadi seorang pria ketika berada di luar negeri dan saya bersyukur atas pengalaman tersebut,”
Pengalaman bermain di lingkungan sepak bola yang berbeda tentu dapat membantu proses adaptasinya di Inter.
Ia sudah mengetahui bagaimana rasanya meninggalkan zona nyaman dan menghadapi budaya sepak bola baru.
Suka Ambil Risiko
Salah satu karakter paling menarik yang dibawa Spence ke Inter adalah keberaniannya.
Ketika ditanya mengenai aksi ikoniknya saat melakukan penyelamatan di garis gawang terhadap Giuliano Simeone dalam semifinal Piala Dunia bersama Inggris, Spence menegaskan bahwa keberanian tersebut memang menjadi bagian dari gaya bermainnya.
“Saya adalah tipe pemain yang suka mengambil risiko, dan itulah yang akan Anda lihat dari saya di Inter,”
Pernyataan tersebut menggambarkan karakter yang ingin ia tampilkan di lapangan.
Spence ingin mengambil inisiatif, membawa bola ke depan, serta memberikan ancaman dari sektor sayap.
Pengganti Denzel Dumfries
Spence datang ke Inter untuk mengisi posisi yang ditinggalkan Denzel Dumfries, yang telah pindah ke Real Madrid.
Tugas tersebut tentu bukan perkara mudah.
Dumfries menjadi salah satu pemain penting Inter dalam beberapa musim terakhir, terutama berkat kontribusinya dari sektor kanan.
Namun, Spence memiliki beberapa kelebihan yang membuat Inter tertarik.
Selain mampu bermain sebagai bek kanan atau wing-back kanan, ia juga bisa ditempatkan di sisi kiri.
Fleksibilitas tersebut memberikan lebih banyak opsi kepada pelatih.
Kekuatan Terbesar Spence Ada di Pertahanan dan Ball-Carrying
Spence sendiri tahu apa yang menjadi kekuatan utamanya.
Ia menyebut kemampuan bertahan dan membawa bola sebagai dua keunggulan terbesarnya.
“Kemampuan bertahan saya adalah kekuatan terbesar saya, bersama dengan kemampuan membawa bola,”
Pernyataan tersebut cukup menarik karena Inter tidak hanya membutuhkan pemain yang agresif saat menyerang.
Dalam sistem permainan yang menuntut wing-back aktif sepanjang pertandingan, kemampuan bertahan menjadi aspek yang sangat penting.
Spence merasa dirinya dapat memberikan keseimbangan tersebut.
Ingin Tambah Gol dan Assist
Meski menganggap pertahanan dan ball-carrying sebagai kekuatan utama, Spence tidak ingin berhenti di sana.
Ia juga memiliki target pribadi untuk meningkatkan kontribusi ofensif.
“Saya ingin menambahkan lebih banyak gol dan assist dalam permainan saya.”
Jika Spence mampu mempertahankan kualitas bertahannya sekaligus meningkatkan produktivitas di sepertiga akhir lapangan, ia berpotensi menjadi salah satu pemain penting dalam sistem Inter.
Terlebih, posisi wing-back membuat peluang untuk menciptakan assist dan mencetak gol cukup terbuka.

Leave a Reply