
Bagi seorang pemain muda, mendapatkan kesempatan berlatih dan bermain bersama tim utama Inter Milan tentu bukan sesuatu yang datang setiap hari.
Bagi Jamal Iddrissou, pengalaman tersebut bahkan terasa seperti mimpi yang akhirnya menjadi kenyataan.
Penyerang muda kelahiran 2007 itu baru saja menyelesaikan tur pramusim bersama skuad Inter. Perjalanan panjang yang membawa Nerazzurri ke Hong Kong dan Perth memberikan pengalaman berharga yang kemungkinan akan terus dikenangnya sepanjang karier.
Melalui unggahan di media sosial instagram, Iddrissou menyebut tur tersebut sebagai “pengalaman yang tak terlupakan.”
Iddrissou Menjalani Pengalaman Besar
Tur pramusim Inter kali ini memberikan kesempatan luar biasa bagi Iddrissou.
Ia tidak hanya ikut dalam rombongan sebagai pemain muda yang melengkapi skuad.
Iddrissou mendapatkan kesempatan merasakan atmosfer pertandingan melawan sejumlah klub besar Eropa.
Inter menghadapi Manchester City, AC Milan, dan Juventus dalam rangkaian pertandingan selama tur.
Yang membuat pengalaman tersebut semakin spesial, Iddrissou bahkan dipercaya tampil sebagai starter dalam dua dari tiga pertandingan.
Bagi pemain yang masih berada di usia belasan tahun, kesempatan seperti ini memiliki nilai yang sangat besar.
Bermain Bersama Para Bintang
Sebelum pertandingan derby melawan Milan di Australia, Iddrissou sempat mengungkapkan perasaannya kepada Sky Sport.
Ia menggambarkan berada di antara para pemain top sebagai sebuah mimpi masa kecil.
“Berada di sini bersama para juara adalah mimpi yang saya miliki sejak kecil, sebuah mimpi dengan mata terbuka. Rasanya sangat indah, hampir sulit dijelaskan. Saya sedang mewujudkan sebuah mimpi dan merasakan kebahagiaan yang luar biasa. Saya kesulitan menemukan kata-kata yang tepat.” Ucapnya
Pernyataan tersebut menunjukkan betapa besar arti pengalaman ini bagi sang pemain.
Bagi pemain muda yang sedang membangun karier, berlatih bersama pemain senior dengan pengalaman internasional dapat memberikan pembelajaran yang tidak bisa diperoleh hanya dari pertandingan level junior.
Dua Kali Menjadi Starter
Salah satu aspek paling menarik dari perjalanan Iddrissou adalah kepercayaan yang diberikan kepadanya.
Ia mendapat kesempatan menjadi starter dalam Dua dari Tiga pertandingan selama tur pramusim.
Keputusan tersebut menunjukkan bahwa tim pelatih tidak hanya melihatnya sebagai pemain akademi yang sekadar ikut dalam perjalanan.
Iddrissou dianggap mampu memberikan kontribusi dalam pertandingan dengan level kompetitif tinggi.
Bermain melawan tim seperti Manchester City, Milan dan Juventus juga menjadi ujian besar.
Tempo pertandingan, intensitas duel, serta kualitas individu lawan memberikan gambaran nyata mengenai tuntutan sepak bola level tertinggi.
Tantangan untuk Naik ke Level Berikutnya
Namun, tur pramusim bukanlah akhir perjalanan.
Justru setelah kembali ke Italia, tantangan Iddrissou menjadi semakin besar.
Ia harus menggunakan pengalaman tersebut sebagai bahan untuk berkembang.
Setelah merasakan langsung bagaimana rasanya bermain bersama pemain-pemain senior dan menghadapi lawan elite, sang penyerang kini memiliki gambaran lebih jelas mengenai standar yang harus dicapainya.
Konsistensi dalam latihan akan menjadi faktor penting.
Iddrissou juga harus terus meningkatkan aspek teknis, fisik, taktik, dan mental agar dapat bersaing mendapatkan tempat di level senior.
Dukungan Benny Carbone
Unggahan Iddrissou di Instagram mendapatkan banyak respons positif.
Salah satu komentar yang paling menarik datang dari Benny Carbone, mantan pelatihnya di Primavera.
Carbone menulis:
“Semuanya pantas kamu dapatkan. Jangan menyerah dalam hal apa pun dan fokuslah hanya untuk bekerja.” Ucap Carbone.
Pesan tersebut memiliki makna khusus karena Carbone mengenal Iddrissou sejak masih berada di level junior.
Ia tentu mengetahui proses yang harus dilalui sang pemain sebelum mendapatkan kesempatan bersama tim utama.
Komentarnya bukan sekadar ucapan selamat.
Ada pesan penting di dalamnya: kesempatan besar harus diikuti dengan kerja keras yang lebih besar.
Iddrissou Punya Modal Berharga
Tur pramusim memberikan Iddrissou sesuatu yang tidak ternilai: pengalaman.
Ia kini tahu bagaimana rasanya menghadapi pertandingan dengan intensitas tinggi.
Ia juga mendapatkan kesempatan berinteraksi dan berlatih bersama pemain yang sebelumnya mungkin hanya ia lihat dari televisi.
Pengalaman seperti ini dapat mempercepat proses perkembangan seorang pemain muda jika dimanfaatkan dengan tepat.
Bagi Inter, memiliki pemain akademi yang berani dan mampu beradaptasi di level senior juga menjadi kabar positif.
Tugas berikutnya adalah memastikan bahwa mimpi tersebut bukan hanya menjadi sebuah pengalaman indah dalam tur pramusim, tetapi menjadi langkah pertama menuju karier besar bersama Inter.
View this post on Instagram

Leave a Reply