
Cristian Chivu memberikan evaluasi setelah Inter Milan meraih kemenangan 2-1 atas Juventus dalam laga uji coba pramusim di Perth, Australia, Sabtu (8/8/2026) malam WIB.
Bagi pelatih asal Rumania tersebut, hasil positif ini menjadi cara terbaik untuk mengakhiri perjalanan panjang Inter di Australia. Namun, Chivu menegaskan bahwa timnya masih jauh dari kondisi ideal sebelum musim kompetisi resmi dimulai.
“Selalu bisa lebih baik. Kami menutup tur dengan cara terbaik, tanpa cedera dan saya kira juga dengan penampilan yang cukup baik,” ujar Chivu kepada wartawan, termasuk perwakilan Fcinter1908 di Perth.
Chivu Belum Puas dengan Performa Inter
Meski menang, Chivu memberikan catatan khusus terhadap performa Inter pada babak kedua.
Menurutnya, Nerazzurri masih membutuhkan lebih banyak latihan dan peningkatan kondisi fisik untuk mencapai level permainan yang diinginkan.
“Inter siap? Belum. Kami masih kekurangan stamina, masih membutuhkan latihan,” kata Chivu.
Pelatih Inter tersebut bahkan secara terbuka mengaku tidak menyukai permainan timnya pada babak kedua.
“Saya berbicara tentang babak kedua yang sama sekali tidak saya sukai. Kami memberikan ruang dan membiarkan mereka menguasai bola,”
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Chivu tidak ingin kemenangan atas Juventus membuat timnya terlena. Baginya, pramusim adalah periode untuk menemukan kekurangan dan memperbaikinya sebelum pertandingan resmi dimulai.
Stones, Lautaro, dan Thuram Segera Dinilai
Inter akan kembali menjalani agenda persiapan setelah tur Australia. Beberapa pemain penting seperti John Stones, Lautaro Martinez, dan Marcus Thuram belum terlibat dalam pertandingan melawan Juventus.
Ketika ditanya apakah ketiganya bisa dimainkan dalam pertandingan berikutnya melawan Monza, Chivu memilih berhati-hati.
“Saya akan punya waktu untuk melihat mereka bekerja, kemudian kita akan melihat apa yang menjadi pilihan kami,” ujarnya.
Chivu tampaknya tidak ingin mengambil keputusan terburu-buru. Kondisi fisik pemain setelah menjalani perjalanan dan masa istirahat akan menjadi salah satu faktor yang menentukan.
Tidak Ada Hierarki di Posisi Kiper
Salah satu pernyataan menarik Chivu berkaitan dengan persaingan posisi penjaga gawang.
Ketika ditanya mengenai hierarki kiper Inter, sang pelatih kembali menegaskan prinsipnya bahwa tidak ada pemain yang otomatis berstatus starter.
“Saya tidak berbicara mengenai hierarki. Kalian tahu bahwa bagi saya tidak ada pemain yang menjadi starter secara permanen,”
Menurut Chivu, seluruh penjaga gawang akan mendapatkan kesempatan untuk membuktikan kemampuan mereka.
“Semua akan memiliki kesempatan untuk tampil baik dan memberikan kontribusi bagi tujuan kami,”
Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa persaingan di bawah mistar Inter masih terbuka. Chivu ingin setiap pemain terus bekerja keras untuk mendapatkan kepercayaan.
Andy Diouf Terus Menunjukkan Perkembangan
Chivu juga memberikan penilaian positif terhadap perkembangan Andy Diouf.
Gelandang Prancis tersebut mencetak salah satu gol Inter dalam kemenangan atas Juventus. Selain kontribusi berupa gol, Chivu melihat adanya perkembangan dalam permainan Diouf sejak pertandingan sebelumnya.
“Dari Karlsruhe hingga hari ini saya melihat perkembangannya, dan saya senang,” ungkap Chivu.
Pujian tersebut menjadi sinyal positif bagi Diouf. Pemain muda tersebut tampaknya mulai semakin memahami tuntutan Chivu dan beradaptasi dengan sistem permainan Inter.
Gol melawan Juventus tentu semakin memperkuat kesan positif yang ditinggalkannya sepanjang periode pramusim.
Chivu Puji Juventus
Mengenai lawan yang dihadapi, Chivu memberikan penilaian positif terhadap Juventus.
Menurutnya, Bianconeri merupakan tim berkualitas yang ditangani dengan baik.
“Juventus adalah tim yang bagus, dilatih dengan baik. Pertandingan persiapan memang tidak terlalu menentukan, tetapi mereka memiliki pemain-pemain berkualitas,”
Chivu juga memperkirakan Juventus akan mampu memberikan perlawanan serius pada musim mendatang.
“Mereka adalah tim kuat yang akan mengatakan sesuatu dalam kompetisi,” tambahnya.
Pemain Muda Dapat Kepercayaan
Chivu juga membahas penampilan pemain muda Inter seperti Bovio dan Iddrissou.
Sang pelatih menegaskan bahwa tugasnya bukan sekadar mempromosikan pemain muda, melainkan membantu mereka berkembang dan memahami tuntutan sepak bola level tinggi.
“Saya memiliki tugas untuk melatih mereka dan memberikan kesempatan untuk mengekspresikan kemampuan terbaik,”
Chivu ingin para pemain muda terbiasa dengan intensitas pertandingan serta mampu menjalankan instruksi bersama rekan-rekan yang lebih berpengalaman.
Baginya, hal paling penting bukan hanya bagaimana seorang pemain bereaksi ketika melakukan sesuatu dengan benar, tetapi juga bagaimana mereka menghadapi kesalahan.
“Saya tertarik pada reaksi mereka terhadap kesalahan dan bagaimana mereka menghadapi pemain-pemain tertentu.”

Leave a Reply