Haaland Absen Lawan Inter Milan, Ini Penjelasan dari Pejabat Hong Kong

Ketidakhadiran Erling Haaland dalam pertandingan persahabatan pramusim antara Manchester City dan Inter Milan di Hong Kong ternyata memunculkan perdebatan tersendiri.

Absennya striker asal Norwegia tersebut bahkan menjadi perhatian pemerintah setempat karena Haaland sebelumnya diprediksi menjadi daya tarik utama dalam laga bergengsi tersebut.

Pertandingan Manchester City kontra Inter Milan yang digelar di Hong Kong pada Sabtu (1/8/2026) menjadi bagian dari rangkaian tur pramusim Nerazzurri.

Namun, aturan FIFA mengenai masa istirahat pemain setelah kompetisi internasional membuat Haaland tidak dapat tampil di lapangan.

Situasi tersebut kemudian mendapat komentar dari Rosanna Law Shuk-pui, Sekretaris Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Hong Kong.

Pemerintah Hong Kong Sempat Berusaha Hadirkan Haaland

Dalam wawancara dengan Hong Kong Commercial Radio, Rosanna Law mengungkapkan bahwa pihak penyelenggara sebenarnya telah mencoba mencari solusi agar Haaland bisa hadir dalam pertandingan tersebut.

Namun, aturan FIFA terkait periode libur pemain setelah menjalani agenda internasional (Piala Dunia 2026) membuat rencana tersebut sulit diwujudkan.

Menurutnya, menghadirkan Haaland tanpa kemungkinan bermain bukanlah keputusan yang mudah, terutama jika harus mengeluarkan biaya besar.

“Jika kami menghabiskan banyak uang untuk mengundangnya dan dia tidak bisa bermain, tidak masuk akal hanya mengundangnya untuk minum teh,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menggambarkan bagaimana kehadiran seorang bintang besar seperti Haaland memang memiliki nilai komersial tinggi, tetapi tetap harus mempertimbangkan kondisi pemain dan regulasi yang berlaku.

Haaland Bukan Mesin, Pemain Tetap Butuh Istirahat

Rosanna Law juga menegaskan bahwa Haaland merupakan pemain kelas dunia yang sangat dihormati, tetapi para atlet tetap memiliki batas fisik.

Menurutnya, pemain sepak bola bukanlah mesin yang bisa terus tampil tanpa jeda.

“Kami sangat mengagumi pemain hebat ini, tetapi manusia bukan mesin. Berdasarkan aturan FIFA, dia tidak bisa bermain. Apakah kami harus membiarkannya beristirahat atau menawarkan sejumlah besar uang agar dia datang?”

Komentar tersebut menekankan pentingnya keseimbangan antara kepentingan komersial dan perlindungan terhadap kondisi fisik pemain.

Laga Manchester City vs Inter Tetap Menarik Tanpa Haaland

Meski Haaland tidak tampil, antusiasme publik terhadap pertandingan tersebut tidak mengalami penurunan signifikan.

Rosanna Law menjelaskan bahwa Manchester City telah berhasil menjual sekitar 30.000 tiket untuk pertandingan tersebut.

Menurutnya, fakta tersebut membuktikan bahwa daya tarik pertandingan tidak hanya bergantung pada satu pemain.

“Manchester City sudah menjual 30.000 tiket untuk pertandingan ini. Perdebatan masih berlangsung, tetapi antusiasme tetap tinggi.”

Hal itu menunjukkan bahwa kekuatan sebuah klub besar seperti Manchester City tetap menjadi faktor utama yang menarik perhatian penggemar, meskipun salah satu pemain terbaik dunia tidak tampil.

Inter dan Manchester City Tetap Jadi Magnet Global

Pertandingan Inter Milan melawan Manchester City menjadi salah satu laga pramusim paling menarik karena mempertemukan dua klub dengan reputasi besar di Eropa.

Inter datang sebagai juara Italia dengan proyek ambisius bersama pelatih Cristian Chivu, sementara Manchester City memulai era baru bersama Enzo Maresca setelah periode panjang bersama Pep Guardiola.

Selain menjadi ajang persiapan musim baru, laga ini juga menjadi bagian dari strategi kedua klub memperluas basis penggemar di kawasan Asia.

Tur internasional seperti ini memberikan keuntungan besar dari sisi komersial, pemasaran global, hingga hubungan dengan komunitas suporter.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*