Zazzaroni: Inter Bukan Tidak Punya Uang, Tapi Terbatas oleh Kebijakan Oaktree di Bursa Transfer

Meski Inter Milan mengalami peningkatan pendapatan dalam beberapa tahun terakhir, mereka dinilai masih menghadapi batasan tertentu dalam melakukan investasi besar untuk mendatangkan pemain baru.

Direktur Corriere dello Sport, Ivan Zazzaroni memberikan pandangannya mengenai situasi finansial Inter. Menurutnya, masalah utama bukan karena klub tidak memiliki uang, melainkan adanya batas pengeluaran yang diterapkan oleh pemilik klub, Oaktree.

Zazzaroni juga membela kinerja direktur olahraga Inter, Piero Ausilio, yang dinilai telah bekerja maksimal dalam kondisi yang ada.

Zazzaroni: Inter Tidak Kekurangan Dana

Dalam podcast Corriere dello Sport, Zazzaroni menjelaskan bahwa kondisi Inter saat ini berbeda dengan beberapa tahun lalu.

Menurutnya, pendapatan klub memang meningkat signifikan, tetapi biaya operasional sepak bola juga mengalami lonjakan besar.

“Bukan berarti Inter tidak punya uang. Kita sedang berada dalam fase inflasi di dunia sepak bola. Pendapatan Inter hampir dua kali lipat dibanding beberapa tahun lalu, tetapi pengeluaran juga meningkat secara eksponensial,” ujarnya.

Situasi tersebut membuat klub-klub Serie A kesulitan bersaing dengan tim-tim dari liga yang memiliki kekuatan finansial lebih besar, terutama Premier League.

Kasus Palestra dan Curtis Jones Jadi Contoh

Zazzaroni menilai beberapa kegagalan Inter di bursa transfer menunjukkan adanya keterbatasan daya beli klub.

Kasus Marco Palestra menjadi salah satu contoh.

Inter sempat mengincar pemain muda tersebut, tetapi gagal bersaing ketika klub lain mampu memberikan tawaran lebih besar.

Hal serupa terjadi dalam perburuan Curtis Jones dari Liverpool.

Gelandang asal Inggris itu menjadi salah satu target Nerazzurri, tetapi harga tinggi yang dipasang Liverpool membuat negosiasi berjalan sulit.

Menurut Zazzaroni, masalah tersebut bukan karena Ausilio tidak mampu bekerja, melainkan karena adanya batas finansial.

“Inter tidak lagi kompetitif di pasar. Kasus Palestra menjadi contohnya, begitu juga dengan kemungkinan kasus Curtis Jones,”

Ausilio Disebut Tidak Bisa Disalahkan

Zazzaroni secara khusus membela Piero Ausilio.

Menurutnya, direktur olahraga Inter telah menunjukkan kemampuan luar biasa dalam membangun skuad dengan sumber daya yang tersedia.

“Saya tidak menyalahkan Ausilio, saya tidak bisa menyalahkannya. Dia bergantung kepada Oaktree. Oaktree memberikan batasan dan mengatakan kepada Anda: ‘Kamu tidak boleh melewati angka 25 juta euro’. Lalu dengan 25 juta euro, siapa yang bisa kamu beli?”

Pernyataan tersebut menggambarkan tantangan yang dihadapi manajemen olahraga Inter dalam era baru kepemilikan klub.

Batas 25 Juta Euro Jadi Hambatan

Menurut Zazzaroni, jika Inter harus beroperasi dengan batas tertentu dalam setiap transaksi, maka klub akan kesulitan mendapatkan pemain yang menjadi incaran utama.

Di pasar modern, harga pemain terus meningkat.

Bek muda potensial, gelandang berbakat, hingga pemain dengan pengalaman internasional kini memiliki nilai transfer yang sangat tinggi.

Dengan batas pengeluaran yang ketat, Inter harus lebih kreatif dalam mencari solusi.

Strategi Ausilio: Pemain Gratis dan Investasi Cerdas

Meski memiliki keterbatasan, Zazzaroni mengakui bahwa Ausilio telah melakukan pekerjaan yang sangat baik.

Salah satu kekuatan Inter dalam beberapa tahun terakhir adalah kemampuan merekrut pemain dengan status bebas transfer atau biaya rendah.

Beberapa contoh sukses strategi tersebut adalah:

  • mendatangkan pemain berpengalaman tanpa biaya transfer besar,
  • memaksimalkan pemain muda,
  • menjaga keseimbangan finansial klub.

“Ausilio telah melakukan pekerjaan luar biasa dalam mendatangkan pemain dengan status bebas transfer, dia bekerja untuk menjaga stabilitas klub. Namun ketika pendapatan meningkat dan kemampuan belanja sebenarnya menjadi lebih besar, Anda tetap memiliki batasan.”

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*