Direktur CDS Puji Kesuksesan Como Kalahkan Inter dalam Perburuan Nico Paz

Como menjadi salah satu klub paling menarik perhatian di Italia setelah performa impresif mereka di bursa transfer musim panas kali ini.

Klub yang didukung oleh keluarga Hartono dan dipimpin oleh Presiden Mirwan Suwarso itu kini dianggap telah berubah menjadi proyek ambisius yang serius, baik di dalam maupun luar lapangan.

Perkembangan pesat Como membuat mereka tidak lagi dipandang sebagai klub kecil, melainkan sebagai kekuatan baru yang siap bersaing dengan tim-tim besar Serie A.

Ivan Zazzaroni Puji Strategi Transfer Como

Direktur Corriere dello Sport, Ivan Zazzaroni, memberikan komentar tajam sekaligus pujian terhadap langkah-langkah agresif Como di bursa transfer.

Dalam unggahan media sosialnya, Zazzaroni menyoroti bagaimana Como mampu bergerak cepat dan efektif dalam membangun skuad kompetitif, bahkan bersaing langsung dengan klub besar seperti Inter Milan, AC Milan, dan Juventus.

Ia menyebut bahwa Como telah berhasil melakukan beberapa manuver penting di pasar pemain, termasuk merekrut Nico Paz yang sebelumnya juga diminati Inter.

“Setelah ‘merebut’ jatah Liga Champions dari Milan dan Juve, Como juga ‘merebut’ Paz dari Inter dan Liberali dari Milan,” ujar Zazzaroni.

Nico Paz Direbut dari Inter Milan

Salah satu langkah paling mencolok adalah keberhasilan Como mendapatkan tanda tangan Nico Paz, gelandang muda yang sebelumnya masuk radar kuat Inter Milan.

Transfer ini dianggap sebagai bukti bahwa Como kini mampu bersaing secara serius di level atas Eropa dalam urusan transfer pemain.

Keputusan ini juga menunjukkan bahwa proyek jangka panjang Como mulai menarik perhatian pemain muda yang ingin mendapatkan menit bermain reguler.

Target Lain: Trevoh Chalobah Hampir ke Como

Selain Nico Paz, Como juga sempat sangat dekat dengan Trevoh Chalobah, bek milik Chelsea.

Namun, kesepakatan tersebut dilaporkan gagal terjadi karena klub Inggris tersebut menaikkan harga di detik terakhir, sehingga transfer tidak dapat diselesaikan.

Meski begitu, minat Como terhadap Chalobah menunjukkan keseriusan mereka dalam memperkuat lini belakang dengan pemain berpengalaman di level top Eropa.

“Sebulan lalu Chalobah juga hampir menjadi milik Como, tetapi Chelsea kembali menaikkan harga,” lanjut Zazzaroni.

Como Bangun Proyek Ambisius Bersama Fabregas

Cesc Fàbregas menjadi salah satu figur kunci dalam proyek Como saat ini.

Di bawah arahannya, Como mengembangkan gaya permainan modern yang mengutamakan penguasaan bola, intensitas tinggi, dan pengembangan pemain muda.

Strategi ini membuat banyak pemain tertarik bergabung karena melihat peluang berkembang yang lebih jelas dibandingkan klub besar yang persaingannya lebih ketat.

Dukungan Kuat Keluarga Hartono Jadi Fondasi

Keberhasilan Como juga tidak lepas dari dukungan finansial dan manajemen dari keluarga Hartono, yang dikenal sebagai salah satu pemilik klub dengan visi jangka panjang.

Investasi besar yang diiringi perencanaan matang membuat Como mampu bergerak agresif tanpa kehilangan arah proyek pembangunan klub.

“Mereka merencanakan, mengantisipasi, mengeluarkan uang, meningkatkan kualitas, dan berkembang. Mereka dinamis, mereka punya ide.”

Dari Klub Kecil ke Penantang Serius Serie A

Transformasi Como menjadi salah satu cerita paling menarik di Serie A. Dari klub yang sebelumnya tidak diperhitungkan, kini mereka mulai masuk dalam percakapan transfer bersama klub-klub elite Italia.

Langkah mereka dalam merekrut pemain muda berbakat sekaligus mencoba mendatangkan pemain berpengalaman menunjukkan keseimbangan strategi yang matang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*