Khalaili Punya Keinginan Kuat Berkarier di Italia, Harga Jadi Kendala bagi Inter Milan

Inter Milan menjadikan Anan Khalaili, winger kanan Union Saint-Gilloise sebagai salah satu target utama pengganti Denzel Dumfries.

Menurut laporan Corriere dello Sport, pemain berusia 21 tahun itu memiliki keinginan kuat untuk berkarier di Italia, namun Inter Milan masih menghadapi kendala harga tinggi dari Union Saint-Gilloise yang menghambat proses transfer.

Persaingan dengan Napoli dan Harga Tinggi Jadi Tantangan

Inter tidak sendiri dalam perburuan Khalaili. Klub Serie A lain seperti Napoli juga dikabarkan ikut memantau situasi sang pemain.

Namun, hambatan terbesar justru datang dari pihak klub pemilik, Union Saint-Gilloise, yang mulai menaikkan harga sang pemain secara signifikan. Dari awalnya sekitar 25 juta euro, kini nilai yang diminta melonjak menjadi sekitar 30 juta euro.

Kenaikan ini membuat Inter harus berhitung ulang, terutama karena manajemen klub tidak ingin mengambil risiko finansial besar untuk pemain yang masih muda dan belum berpengalaman di Serie A.

Inter Kirim Pesan Tegas ke Agen Khalaili

Inter belum mengajukan tawaran resmi, tetapi sudah menjalin komunikasi dengan pihak agen sang pemain. Dalam komunikasi tersebut, Nerazzurri disebut memberikan pesan yang cukup jelas terkait situasi transfer.

Inter menilai bahwa jika negosiasi benar-benar dimulai, maka pihak pemain juga harus berkontribusi untuk mempermudah proses transfer, termasuk dalam menekan harga agar lebih masuk akal.

Langkah ini menunjukkan pendekatan strategis Inter dalam mengelola pasar, di mana mereka tidak ingin terjebak dalam perang harga yang tidak sehat.

“Gagasannya adalah bahwa ketika negosiasi benar-benar terbuka, pemain sayap Israel tersebut, yang tentu saja memiliki keinginan besar untuk bermain di Italia, juga harus memberikan kontribusinya untuk mempermudah langkah Inter dan, terutama, untuk mendapatkan harga yang lebih menguntungkan,” tulis Corriere dello Sport.

Profil Khalaili: Potensi Besar dengan Tantangan Adaptasi

Anan Khalaili dikenal sebagai pemain muda dengan kecepatan, kemampuan dribel, dan fleksibilitas di sisi sayap. Meski demikian, ia masih tergolong minim pengalaman di level kompetisi top Eropa.

Inter sendiri menyadari bahwa jika transfer ini terjadi, maka pemain berusia muda tersebut membutuhkan masa adaptasi sebelum benar-benar bisa tampil konsisten di Serie A.

Faktor transisi dari liga Belgia ke Italia menjadi salah satu pertimbangan utama manajemen Nerazzurri. Serie A dikenal lebih taktis, disiplin, dan menuntut pemahaman strategi yang lebih kompleks.

“Profilnya menarik, baik dari sisi usia muda (akan berusia 22 tahun pada 3 September mendatang) maupun karakteristik teknisnya, tetapi ia tetap merupakan pemain yang harus naik level dari kompetisi Belgia ke Serie A. Artinya, ia akan membutuhkan masa adaptasi. Singkatnya, jika memang dia yang dipilih, maka risiko harus diminimalkan semaksimal mungkin,” lanjut Corriere dello Sport.

Skema Transfer: Inter Hati-Hati Kurangi Risiko

Manajemen Inter saat ini dikenal lebih berhati-hati dalam belanja pemain muda. Mereka ingin memastikan setiap investasi memiliki risiko minimal dan potensi maksimal.

Karena itu, meskipun Khalaili memiliki profil yang menarik, keputusan akhir masih bergantung pada beberapa faktor:

  • Kesesuaian harga dengan anggaran klub
  • Kesiapan pemain menghadapi Serie A
  • Hasil negosiasi dengan Union Saint-Gilloise
  • Persaingan dari klub lain seperti Napoli

Inter tidak ingin mengulangi kesalahan transfer yang terlalu berisiko tanpa jaminan kontribusi jangka pendek.

Faktor Tambahan: Mekanisme Pembagian Transfer

Menariknya, dalam potensi transfer ini terdapat klausul tambahan. Maccabi Tel Aviv disebut akan mendapatkan sekitar 15% dari hasil penjualan Khalaili, sebagai bagian dari kesepakatan pengembangan pemain saat ia masih di akademi dan awal karier profesionalnya.

“Union Saint-Gilloise juga harus membayar 15% dari hasil penjualan kepada Maccabi, yaitu klub tempat ia menyelesaikan pembinaan di level akademi dan melakukan debut profesionalnya.” Tutup laporan tersebut.

Hal ini membuat struktur biaya transfer menjadi lebih kompleks dan turut mempengaruhi negosiasi antara semua pihak yang terlibat.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*