
Henrikh Mkhitaryan dikabarkan akan bertahan satu musim lagi bersama Inter Milan.
Keputusan ini sempat mengejutkan sebagian pihak, karena sebelumnya gelandang asal Armenia berusia 37 tahun itu disebut-sebut bisa meninggalkan klub bahkan pensiun dari sepak bola.
Namun situasinya kini berubah. Inter melihat bahwa pengalaman Mkhitaryan masih bisa menjadi aset penting, terutama dalam fase transisi skuad yang mulai dipenuhi pemain muda.
Bukan Lagi Starter Utama, Tapi Mentor Penting
Menurut laporan L’Interista, perpanjangan kontrak Henrikh Mkhitaryan diproyeksikan hanya sebagai opsi pemain rotasi sekaligus mentor bagi para gelandang muda Inter.
Namun, kontribusi Mkhitaryan tetap dianggap masih relevan, terutama dalam pertandingan-pertandingan tertentu.
Pengalaman Panjang Jadi Nilai Utama
Salah satu alasan utama Inter Milan mempertahankannya adalah pengalaman luar biasa yang ia miliki.
Kariernya mencakup:
- Bundesliga bersama Borussia Dortmund
- Premier League bersama Manchester United
- Serie A bersama Inter
Dengan pengalaman tersebut, Henrikh Mkhitaryan dianggap sebagai salah satu pemain paling lengkap secara mental dan taktik di skuad.
Peran “Guru” di Lini Tengah Inter
Inter saat ini tengah memasuki fase regenerasi. Kehadiran pemain muda membuat peran senior seperti Mkhitaryan menjadi sangat penting.
Ia diharapkan bisa:
- Membimbing pemain muda dalam latihan
- Memberi contoh profesionalisme
- Membantu transisi taktik di lapangan
- Menjaga stabilitas permainan saat dibutuhkan
Dalam konteks ini, ia bukan lagi sekadar pemain, tetapi “guru” di lini tengah.
Bukan Starter Utama, Tapi Masih Berguna
Henrikh Mkhitaryan tidak lagi diproyeksikan sebagai pilihan utama di setiap pertandingan.
Namun ia masih bisa sangat berguna dalam:
- Laga dengan intensitas rendah
- Rotasi saat jadwal padat
- Situasi krusial tertentu
- Pertandingan yang membutuhkan pengalaman
Peran terbatas justru bisa membuatnya lebih efektif.

Leave a Reply