Musim baru membawa kebutuhan baru bagi Inter Milan. Sang juara Italia ini mulai menyusun rencana untuk memperkuat lini pertahanan mereka, terutama di posisi bek tengah.
Nama yang kini semakin sering dibahas di internal klub adalah Gianluca Mancini, bek milik AS Roma yang tampil impresif, termasuk setelah mencetak dua gol penting di derby.
Pengalaman Jadi Kunci: Inter Tak Lagi Cari Bek “Mentah”
Inter saat ini sudah memiliki lini belakang yang sangat berpengalaman. Ada Alessandro Bastoni di sisi kiri yang sudah dua kali mencapai final Liga Champions, serta Manuel Akanji di sisi kanan yang sudah merasakan gelar juara Liga Champions saat masih membela Manchester City.
Dengan fondasi seperti ini, Inter tidak lagi hanya mencari talenta muda tanpa pengalaman. Fokus mereka kini adalah pemain yang sudah terbukti di Serie A dan memahami intensitas kompetisi Italia.
Mengapa Gianluca Mancini Masuk Dalam Rencana Inter?
Mancini dianggap sebagai profil yang sangat cocok untuk sistem Inter:
- Bek tengah agresif dengan kemampuan duel udara kuat
- Pandai membaca permainan dan melakukan anticipasi
- Berpengalaman di Serie A bersama Atalanta dan Roma
- Memiliki karakter kepemimpinan dan kontrol emosi yang lebih matang
Di bawah arahan pelatih seperti Daniele De Rossi dan sebelumnya Gian Piero Gasperini, Mancini berkembang menjadi bek yang lebih komplet.
Gaya bermainnya yang aktif naik membantu serangan juga dinilai sangat sesuai dengan filosofi Inter modern.
Harga Terjangkau: Peluang Transfer Terbuka
Menurut laporan L’interista, salah satu alasan utama Inter serius mempertimbangkan Mancini adalah situasi kontraknya. Ia dikabarkan hanya memiliki sisa kontrak satu tahun (30 juni 2027), dan belum mencapai kesepakatan perpanjangan.
Dengan kondisi tersebut, nilai transfernya diperkirakan berada di kisaran €15 juta, angka yang relatif murah untuk pemain dengan pengalaman di level tinggi Serie A.
Alternatif Lain: Kim hingga Konaté
Meski Mancini menjadi nama yang paling realistis, Inter juga memantau beberapa opsi lain:
- Kim Min-jae – bisa didatangkan dengan skema pinjaman plus opsi beli
- Konaté – menjadi target utama, namun persaingan dengan klub besar seperti Real Madrid membuat transfer ini sulit
Dari semua opsi tersebut, Konaté dianggap sebagai “dream signing”, tetapi situasi kontrak dan persaingan finansial membuat peluangnya tidak mudah.

Leave a Reply