Inter Milan memasuki fase penting dalam pembangunan skuad untuk musim depan (2026-27). Setelah sukses meraih Scudetto dan Coppa Italia, tantangan terbesar kini justru datang dari satu pertanyaan besar: bagaimana meningkatkan tim yang sebenarnya sudah nyaris sempurna?
Di bawah arahan Cristian Chivu, manajemen Nerazzurri mulai menyusun strategi baru demi menjaga dominasi domestik sekaligus meningkatkan daya saing di Eropa.
Inter Terjebak dalam “Dua Batasan Besar”
Menurut laporan Corriere dello Sport, Inter Milan selama ini harus menghadapi dua kendala utama dalam membangun skuad:
1. Keterbatasan Finansial
Untuk meningkatkan kualitas starting XI secara signifikan, Inter harus membidik pemain elite dengan harga mencapai €80-100 juta.
Masalahnya, kondisi finansial klub belum memungkinkan untuk melakukan investasi sebesar itu secara rutin. Bahkan di era kepemilikan Oaktree, transfer besar kemungkinan hanya akan dilakukan dalam situasi tertentu yang benar-benar strategis.
Situasi ini membuat Inter lebih sering fokus pada:
- memperdalam skuad,
- mencari pemain undervalued,
- atau merekrut profil yang bisa berkembang cepat.
2. Formasi 3-5-2 Dinilai Membatasi Variasi Permainan
Selain faktor ekonomi, ada satu isu yang mulai menjadi perhatian serius: sistem permainan.
Formasi 3-5-2 yang selama ini menjadi identitas Inter memang terbukti sukses. Namun, skema tersebut dinilai membuat Inter kesulitan memasukkan pemain dengan karakteristik berbeda.
Karena struktur tim sudah sangat solid, muncul pertanyaan: Apakah Inter perlu keluar dari zona nyaman taktik mereka?
Chivu Ingin Inter Lebih Fleksibel dan Tak Terduga
Cristian Chivu disebut memiliki prioritas yang cukup jelas untuk kampanye musim depan, yakni membuat Inter lebih fleksibel dan sulit ditebak, terutama di lini serang.
Salah satu ide yang dipertimbangkan adalah menambah satu pemain ofensif di belakang striker atau menciptakan variasi sistem yang memungkinkan lebih banyak kreativitas.
Dengan kata lain, Chivu ingin serangan Inter bergerak dari sekadar “duo striker” menuju struktur serangan yang lebih cair dan dinamis.
Rencana yang Sebenarnya Sudah Pernah Dicoba
Menariknya, konsep ini bukan hal baru bagi Inter. Musim panas lalu, Nerazzurri sebenarnya sempat mencoba menghadirkan pemain dengan karakteristik berbeda seperti Ademola Lookman untuk menambah variasi serangan.
Tujuannya jelas:
- menciptakan ketidakpastian bagi lawan,
- meningkatkan kreativitas,
- dan menambah solusi saat menghadapi pertandingan besar Liga Champions.
Kini, visi tersebut kembali menjadi prioritas utama Chivu.
Inter Sudah Produktif, Tapi Masih Ingin Berkembang
Secara statistik, Inter sebenarnya sudah sangat tajam. Tim ini mampu mencetak 118 gol dalam 53 pertandingan.
Namun, angka itu belum dianggap cukup jika target utama adalah bersaing di level tertinggi Eropa.
Di Liga Champions, detail kecil sering menentukan hasil. Karena itu, Inter merasa perlu memiliki:
- lebih banyak variasi serangan,
- pemain dengan karakter unik,
- dan kemampuan mengubah ritme pertandingan.

Leave a Reply