Menjelang laga krusial pekan ke-35 Serie A 2025-26 melawan Parma yang bisa memastikan Scudetto, winger Luis Henrique membuka suara tentang momen penting yang sedang dijalani Inter Milan.
Dalam wawancaranya, ia menegaskan bahwa peluang meraih doblete (Scudetto plus Coppa Italia) menjadi motivasi besar bagi seluruh tim.
Ambisi Besar: Scudetto dan Doblete di Depan Mata
Bagi Luis Henrique, situasi ini bukan sekadar fase biasa, melainkan momen emosional dalam kariernya:
“Ini bisa jadi gelar besar pertama saya di Eropa. Saya merasa sangat bersemangat sekaligus bahagia, ” ujar Henrique, seperti dikutip dari FCInter1908.
Tak hanya dirinya, seluruh skuad Inter juga merasakan hal yang sama:
- Antusiasme tinggi di ruang ganti
- Semangat kolektif yang meningkat
- Motivasi untuk menebus musim sebelumnya
Peluang meraih dua gelar sekaligus membuat musim ini terasa sangat spesial.
“Melihat apa yang terjadi musim lalu, saya rasa ini telah membangkitkan kembali semangat kami. Sekarang, saat mendekati akhir dan melihat bahwa kami bisa meraih dua gelar, itu sangat memuaskan untuk kerja keras yang telah dilakukan, untuk kebersamaan tim, dan bersama pelatih baru. Bagi saya semuanya terasa baru, jadi ini adalah kepuasan yang luar biasa,”
Peran Kunci Cristian Chivu dalam Transformasi Inter
Luis Henrique tak ragu memberikan kredit besar kepada pelatih Cristian Chivu.
Menurutnya:
- Chivu berhasil mengangkat mental tim
- Mengubah suasana negatif menjadi positif
- Membangun kembali kepercayaan diri pemain
“Saya pikir itu sangat berkaitan dengan pelatih. Dia datang dan mampu melakukan pekerjaan luar biasa untuk mengangkat moral semua orang serta meninggalkan kesedihan di belakang. Kami tahu ini akan menjadi tahun yang penuh kerja keras untuk mengubah masa lalu. Dia berhasil menerapkan semuanya, dan hasilnya pun terlihat,”
Transformasi ini menjadi fondasi penting bagi keberhasilan Inter musim ini.
Evolusi Taktik: Dari Winger ke Pemain Serba Bisa
Salah satu sorotan menarik adalah perubahan peran Luis Henrique di lapangan.
Dulu:
- Lebih fokus menyerang
- Bermain sebagai winger murni
Sekarang:
- Berperan sebagai wing-back
- Aktif dalam fase bertahan dan membangun serangan
- Dituntut memiliki stamina dan disiplin tinggi
Transformasi ini mulai terbentuk sejak ia dilatih Roberto De Zerbi di Marseille.
“Sudah sekitar satu hingga satu setengah tahun saya bermain di peran ini (wing-back), jadi ini adalah proses belajar setiap hari, terutama dalam fase bertahan,”
“Saya sebelumnya lebih cenderung menyerang, sementara di posisi ini Anda harus lebih banyak berlari dan juga membantu di lini belakang. Namun, saya merasa sudah beradaptasi dengan baik. Saya senang bisa bermain dan membantu tim, juga karena kepercayaan dari pelatih. Saya berlatih di berbagai posisi, jadi saya selalu siap untuk apa pun yang dibutuhkan,”
Serie A vs Ligue 1: Perbedaan yang Terasa
Luis Henrique juga menyoroti perbedaan antara sepak bola Italia dan Prancis:
Serie A:
- Sangat taktis
- Analisis video intens
- Fokus strategi tinggi
Ligue 1:
- Lebih fisikal
- Mengandalkan serangan balik
“Di Italia, sangat banyak pekerjaan dilakukan pada aspek taktik, dengan banyak analisis video dan studi terhadap lawan. Di Prancis, sepak bolanya lebih mengandalkan fisik dan serangan balik, sementara di sini jauh lebih strategis,”
Adaptasi ini membuatnya berkembang sebagai pemain yang lebih komplet.
Mimpi Timnas Brasil dan Masa Depan
Bermain untuk klub sebesar Inter membuka peluang besar bagi Luis Henrique untuk menembus timnas Brazil national football team.
“Apakah kamu bermimpi bermain untuk tim nasional Brasil? Tentu. Saya berada di klub yang memberikan visibilitas besar. Semua tergantung pada apa yang saya lakukan di lapangan untuk mewujudkan mimpi tersebut. Semakin banyak peran yang bisa saya jalankan dengan baik, semakin saya bisa dilihat dari berbagai sisi. Saya harus bekerja di sini, lalu sisanya akan mengikuti.”

Leave a Reply