Gasperini Waspadai Inter Milan: “Saya Tidak Percaya Hasil Terakhir Mereka”

Jelang duel panas pekan ke-31 Serie A 2025-26 antara Inter Milan vs AS Roma, pelatih Roma, Gian Piero Gasperini memberikan pernyataan menarik.

Dalam wawancara bersama DAZN, Gasperini menegaskan bahwa ia tidak akan terjebak oleh performa terbaru Inter yang dianggap tidak konsisten.

“Saya tidak percaya dengan hasil terakhir mereka, tapi itu menunjukkan bahwa mereka adalah tim yang bisa dikalahkan, seperti yang juga dilakukan tim lain,” ujar Gasperini, seperti dikutip oleh L’interista.

Gasperini: Inter Tetap Berbahaya

Meski menyebut Inter bisa dikalahkan, Gasperini tetap memberikan peringatan tegas kepada timnya.

Menurutnya, hasil negatif yang dialami Inter belakangan ini tidak mencerminkan kekuatan sebenarnya dari Nerazzurri.

  • Inter tetap memiliki kualitas tinggi
  • Kedalaman skuad yang kuat
  • Pengalaman di laga besar

Artinya, Roma tidak boleh lengah sedikit pun dalam laga di San Siro.

Komentar Soal Kegagalan Timnas Italia

Dalam kesempatan yang sama, Gasperini juga menyinggung kegagalan Timnas Italia lolos ke Piala Dunia.

“Saya merasakannya seperti semua orang Italia, dengan sangat kecewa. Kami berharap bisa bermain di Piala Dunia musim panas ini. Ini adalah kekalahan bagi semua orang, bukan hanya tim,” jelasnya.

Pernyataan ini menunjukkan betapa besar dampak kegagalan tersebut, tidak hanya bagi pemain, tetapi juga bagi seluruh ekosistem sepak bola Italia.

Roma Tampil Solid Lawan Tim Besar

Berbicara tentang performa Roma musim ini, Gasperini cukup percaya diri. Ia menyoroti hasil positif timnya saat menghadapi klub-klub besar di paruh kedua musim.

  • Tidak kalah dari tim papan atas
  • Tampil kompetitif di laga besar
  • Menunjukkan performa yang konsisten

Meski begitu, ia mengakui masih ada rasa kecewa, terutama dalam laga melawan:

  • Juventus
  • Napoli
  • AC Milan

“Pada paruh kedua musim kami tidak kalah melawan tim-tim papan atas, itu adalah pertandingan dengan level tinggi. Beberapa laga, seperti melawan Juventus, Napoli, dan Milan, meninggalkan penyesalan dari segi hasil, tetapi bukan dari performa.” Pungkasnya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*