Mantan gelandang Inter Milan, Borja Valero, memberikan pandangan menarik terkait situasi terkini Nerazzurri di bawah asuhan Cristian Chivu.
Dalam wawancaranya di Sky Sport, Valero menegaskan bahwa kondisi Inter saat ini tidak bisa langsung dianggap sebagai krisis, meski hasil di lapangan dalam beberapa laga terakhir mengecewakan.
Inter Punya Skuad Terbaik di Serie A
Menurut Valero, Inter masih menjadi tim dengan kualitas skuad paling lengkap di Serie A.
Ia menilai bahwa periode sulit adalah hal yang wajar dalam perjalanan sebuah tim, bahkan bagi kandidat juara sekalipun.
“Terkadang momen seperti ini bisa terjadi dan terlihat seperti bencana, padahal tidak,” ujar Valero.
“Inter memiliki lebih banyak senjata dibanding tim lain di Serie A,”
Valero menekankan bahwa ekspektasi yang terlalu tinggi sering kali membuat situasi normal terlihat seperti krisis besar.
Dominasi Mutlak Itu Tidak Realistis
Lebih lanjut, mantan gelandang asal Spanyol itu menyoroti ekspektasi publik yang menginginkan Inter mendominasi Serie A secara mutlak.
Menurutnya, memenangkan Serie A dengan selisih poin yang sangat besar adalah sesuatu yang hampir mustahil di era sepak bola modern.
“Memenangkan liga dengan selisih 30 poin itu tidak masuk akal, semuanya masih dalam batas normal,”
Tekanan Besar di San Siro
Valero juga mengangkat satu aspek penting yang sering luput dari perhatian: tekanan psikologis bermain di stadion sebesar San Siro.
Menurutnya, mengenakan jersey Inter bukan perkara mudah. Ada ekspektasi besar dari fans, media, dan sejarah klub yang harus dipikul setiap pemain.
“Memakai jersey Inter itu sangat berat. Bermain di San Siro memiliki arti besar. Ada malam-malam ketika segalanya tidak berjalan baik,”
Dalam situasi tersebut, mentalitas dan karakter pemain menjadi faktor penentu.
Lautaro Martinez: Sosok yang Tak Tergantikan
Valero juga secara khusus menyoroti peran kapten Inter, Lautaro Martínez.
Menurutnya, Lautaro bukan sekadar striker biasa. Ia adalah pemain komplet yang mampu mengubah dinamika permainan tim.
“Lautaro menekan, bermain sebagai nomor 9, bahkan seperti nomor 10. Ia benar-benar mengubah cara bermain tim.”
Ketika Lautaro absen, dampaknya langsung terasa. Hal ini menunjukkan betapa vitalnya peran sang kapten bagi keseimbangan dan efektivitas permainan Inter Milan.

Leave a Reply