Revolusi Inter: Nasib Thuram Tidak Aman, Tiga Bintang Lain Juga Dievaluasi

Musim 2025/2026 belum sepenuhnya berakhir, tetapi manajemen Inter Milan sudah mulai mempersiapkan langkah besar untuk musim depan.

Di tengah perjuangan menyelesaikan akhir musim yang krusial, klub asal Milano tersebut juga merancang rencana revolusi skuad yang berpotensi menghadirkan banyak perubahan.

Satu hal yang tampaknya sudah pasti: proyek masa depan Nerazzurri akan tetap dimulai dari sosok pelatih mereka, Cristian Chivu.

Chivu Jadi Fondasi Proyek Baru Inter

Manajemen Inter disebut sangat puas dengan pekerjaan Chivu sejauh ini. Meski masih tergolong pelatih muda dalam karier kepelatihan, pelatih asal Rumania itu dinilai mampu menjaga stabilitas tim di tengah musim yang penuh tantangan.

Seperti yang dilaporkan La Gazzetta dello Sport, di kantor pusat klub di Viale della Liberazione, jajaran petinggi Inter seperti Giuseppe Marotta dan Piero Ausilio bahkan sudah mulai merancang rencana musim panas bersama Chivu. Kontrak sang pelatih yang saat ini berlaku hingga 2027 juga berpotensi diperpanjang sebelum musim baru dimulai.

Kepercayaan tersebut muncul karena Chivu masih berpeluang mengakhiri musim dengan prestasi besar. Bahkan, ia memiliki kesempatan menyamai pencapaian legendaris José Mourinho yang pernah membawa Inter meraih kombinasi Scudetto dan Coppa Italia dalam satu musim.

Performa Thuram Jadi Sorotan

Sementara posisi pelatih relatif aman, situasi berbeda justru dialami sejumlah pemain bintang Inter. Salah satu yang paling disorot adalah penyerang utama mereka, Marcus Thuram.

Striker asal Prancis tersebut menjalani tahun 2026 yang jauh dari harapan. Meski masih mampu mencetak tiga gol sejak pergantian tahun, performanya dianggap menurun drastis dibandingkan standar yang biasa ia tunjukkan.

Kritik semakin menguat setelah ia gagal memanfaatkan peluang emas untuk mencetak gol kedua dalam laga melawan Atalanta, ketika berhadapan langsung dengan kiper Marco Carnesecchi.

Yang lebih mengkhawatirkan bagi manajemen bukan sekadar satu peluang yang terbuang, tetapi inkonsistensi performa Thuram yang berlangsung cukup lama sepanjang musim.

Persaingan dengan Pio Esposito

Beberapa sumber bahkan menyebut performa Thuram mungkin terpengaruh oleh munculnya talenta muda Inter, Francesco Pio Esposito.

Penyerang berusia 20 tahun itu tampil mengejutkan dengan produktivitas gol yang tinggi, hingga menarik perhatian banyak analis statistik. Kehadirannya memberi warna baru di lini depan Inter sekaligus meningkatkan persaingan di sektor penyerangan.

Meski demikian, sebagian pengamat menilai masalah Thuram lebih berkaitan dengan performa pribadi, karena sang striker terlihat bermain seolah “menarik rem tangan”.

Barella, Bastoni, dan Calhanoglu Juga Tidak Aman

Jika Inter benar-benar melakukan revolusi skuad, Thuram bukan satu-satunya pemain yang berpotensi hengkang.

Manajemen klub dikabarkan juga siap mempertimbangkan tawaran untuk dua pilar penting tim, yaitu gelandang Nicolo Barella dan bek tengah Alessandro Bastoni. Keduanya merupakan pemain inti tidak hanya bagi Inter, tetapi juga bagi Tim Nasional Italia.

Selain itu, masa depan gelandang kreatif Hakan Calhanoglu juga mulai dipertanyakan. Kontrak pemain asal Turki tersebut akan memasuki tahun terakhir, sementara ia juga kerap terganggu oleh cedera dalam beberapa musim terakhir.

Situasi ini membuat manajemen Inter mulai mempertimbangkan berbagai kemungkinan di bursa transfer mendatang.

Nasib Pemain Baru Juga Dievaluasi

Tak hanya pemain lama, beberapa rekrutan baru juga masuk dalam daftar evaluasi klub.

Nama seperti Luis Henrique dinilai belum menunjukkan performa yang benar-benar konsisten meski cukup sering dimainkan. Kemudian ada pemain muda Prancis Diouf yang disebut-sebut sebagai rekrutan mahal namun belum memperlihatkan potensi maksimalnya.

Sementara itu, gelandang Kroasia Petar Sucic sempat menunjukkan kilatan kualitas dengan gol penting ke gawang Fiorentina dan Arsenal. Namun dalam jangka panjang performanya dinilai masih naik turun.

Revolusi Inter Sudah Dimulai

Dengan performa sejumlah pemain yang dianggap belum memenuhi ekspektasi, Inter mulai mengadopsi strategi player trading: menjual beberapa pemain untuk mendanai pembelian pemain baru.

Langkah ini juga dipengaruhi kondisi finansial klub setelah pendapatan menurun akibat tersingkir lebih cepat dari kompetisi Liga Champions UEFA.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*