Legenda sepak bola Italia, Christian Vieri, memberikan analisis tajam terkait performa lini serang Inter Milan setelah laga panas melawan AC Milan pada pekan ke-28 Serie A 2025-26.
Berbicara dalam program analisis di DAZN, mantan striker yang akrab disapa Bobo Vieri itu menyoroti penggunaan striker muda Francesco Pio Esposito dalam pertandingan tersebut.
Menurutnya, Inter belum memanfaatkan karakteristik Esposito secara maksimal, terutama dalam hal pengiriman bola ke kotak penalti.
Vieri: Pio Esposito Harus Dilayani dengan Crossing
Dalam analisanya, Vieri menegaskan bahwa pemain seperti Pio Esposito membutuhkan pendekatan taktik yang berbeda dibanding striker lain.
Ia menilai penyerang bertubuh tinggi itu harus dimanfaatkan sebagai target utama di area penalti.
“Saya sudah mengatakan ini sepanjang musim: jika Anda memiliki Pio, Anda harus melayaninya dengan cara tertentu. Jika dia harus berkeliling lapangan, dia akan kesulitan,” ujar Vieri.
Pio Esposito dikenal memiliki postur tinggi dan kemampuan duel udara yang kuat, sehingga strategi yang paling efektif menurut Vieri adalah mengirim bola-bola silang ke kotak penalti.
“Jika dia berada di area penalti, Anda harus melakukan crossing. Kalau Anda tidak pernah melakukan crossing seperti di pertandingan ini, dia tidak akan menyentuh bola dan itu tidak bagus,”
Perbandingan dengan Striker Klasik Italia
Vieri bahkan membandingkan situasi tersebut dengan tipe striker klasik Italia seperti Luca Toni.
Menurutnya, striker dengan karakteristik seperti itu harus mendapatkan suplai bola yang sesuai dengan keunggulan fisiknya.
“Kalau Anda punya pemain setinggi dua meter di kotak penalti, hal pertama yang harus Anda lakukan adalah melakukan crossing. Itu seperti memiliki Toni di area penalti, apa yang Anda lakukan? Anda harus mengirim crossing,”
Tanpa umpan silang, Vieri menilai striker seperti Esposito hanya akan terjebak dalam duel fisik tanpa mendapatkan peluang nyata mencetak gol.
Perbedaan dengan Lautaro dan Thuram
Vieri juga menegaskan bahwa pendekatan taktik Inter memang berbeda ketika memainkan duo utama mereka:
- Lautaro Martinez
- Marcus Thuram
Kedua pemain tersebut lebih fleksibel dalam pergerakan, mampu turun menjemput bola, dan terlibat dalam kombinasi permainan cepat.
Namun, ketika Pio Esposito dimainkan, Inter seharusnya mengubah pendekatan serangan agar sesuai dengan karakter striker tersebut.
“Dengan Lautaro dan Thuram berbeda, tetapi ketika Pio bermain Anda harus mengubah cara bermain.”
Vieri Pasang Badan untuk Lautaro Martinez
Selain membahas Esposito, Vieri juga memberikan pembelaan kuat terhadap Lautaro Martinez yang belakangan sempat mendapat kritik.
Ia bahkan mempertanyakan kredibilitas pihak-pihak yang meragukan kapten Inter tersebut.
“Ada yang mengkritik Lautaro? Siapa mereka? Apakah mereka orang sepak bola? Tidak.”
Komentar ini menunjukkan betapa besar penghargaan Vieri terhadap kontribusi Lautaro bagi Inter dalam beberapa musim terakhir.

Leave a Reply