Kekalahan di laga panas Derby della Madonnina pada pekan ke-28 Serie A 2025-26 meninggalkan kekecewaan di kubu Inter Milan.
Bek Nerazzurri, Manuel Akanji, mengakui timnya sempat menunjukkan reaksi positif di babak kedua, namun gagal menciptakan peluang yang cukup untuk menyamakan kedudukan.
Pertandingan sengit melawan rival sekota, AC Milan, yang digelar di San Siro itu berakhir dengan hasil yang mengecewakan bagi Inter Milan.
Setelah peluit panjang dibunyikan, Akanji memberikan evaluasi jujur mengenai performa timnya dalam konferensi pers.
Inter Kehilangan Banyak Bola di Babak Pertama
Dalam pernyataannya, Akanji menyoroti kesalahan mendasar yang membuat Inter kesulitan mengontrol permainan sejak awal pertandingan.
Menurutnya, tim terlalu sering kehilangan bola di area sendiri dan kalah dalam duel-duel penting pada babak pertama.
“Kami kehilangan terlalu banyak bola di setengah lapangan kami sendiri dan kalah dalam duel di awal pertandingan. Di babak kedua kami bereaksi dan mencoba menciptakan peluang, tetapi gol penyama kedudukan tidak datang,” ujar Akanji.
Reaksi yang dimaksud adalah peningkatan intensitas permainan setelah turun minum. Inter mencoba mengambil alih kendali pertandingan, namun lini serang mereka kesulitan membongkar pertahanan Milan.
Peluang Emas yang Terbuang
Salah satu momen yang disorot Akanji adalah peluang emas yang dimiliki gelandang Inter, Henrikh Mkhitaryan. Menurutnya, kesempatan tersebut seharusnya bisa menjadi titik balik pertandingan jika berhasil dimaksimalkan.
“Seharusnya kami bisa mencetak gol lebih dulu melalui peluang emas Mkhitaryan,” tambahnya.
Kegagalan memanfaatkan peluang tersebut akhirnya menjadi mahal bagi Nerazzurri. Dalam pertandingan melawan tim besar, kesalahan kecil sering kali langsung berujung hukuman.
Ketika ditanya mengenai gol yang bersarang ke gawang Inter, Akanji mengakui bahwa timnya perlu meninjau kembali situasi tersebut. Ia menyebut pemain Milan, Estupinan berada dalam posisi yang terlalu bebas saat mencetak gol.
“Estupinan sendirian saat gol itu terjadi. Kami harus melihat kembali apa yang sebenarnya terjadi,” jelasnya.
Meskipun demikian, bek asal Swiss itu menilai bahwa secara keseluruhan Inter sebenarnya tampil cukup solid dalam fase bertahan.
Kesalahan Kecil, Hukuman Besar
Akanji juga menegaskan bahwa pertandingan melawan tim besar seperti Milan sering ditentukan oleh detail kecil.
“Secara defensif kami melakukan pekerjaan yang cukup baik. Tetapi ketika Anda melewatkan peluang melawan tim besar, mereka akan menghukum Anda,” tegasnya.
Pernyataan tersebut mencerminkan realitas pertandingan derbi yang sering berlangsung ketat dan penuh tekanan. Satu kesalahan atau peluang yang terbuang bisa langsung mengubah hasil akhir.

Leave a Reply