Dimarco Akui Inter Kurang Tajam di Derby, Soroti Peluang Terbuang dan Handball Ricci

Derby della Madonnina di pekan ke-28 Serie A 2025-26 antara AC Milan vs Inter Milan pada Senin (9/3/2026) dini hari WIB kembali menghadirkan drama.

Dalam laga yang berlangsung ketat, Rossoneri berhasil keluar sebagai pemenang dengan skor tipis 1-0 berkat gol dari Pervis Estupiñán.

Bek sayap Nerazzurri, Federico Dimarco, tidak menutupi kekecewaannya setelah pertandingan. Dalam wawancaranya bersama Sky Sport Italia, pemain tim nasional Italia itu mengakui bahwa Milan tampil lebih baik dan pantas memenangkan pertandingan.

Dimarco: Milan Lebih Efektif dari Inter

Dimarco menjelaskan bahwa Inter sebenarnya sudah menyiapkan pendekatan taktis untuk meredam serangan balik Milan. Namun, strategi tersebut tidak berjalan maksimal di lapangan.

Menurutnya, Inter terlalu sedikit menciptakan peluang dibandingkan performa mereka sepanjang musim.

“Pada babak pertama kami mencoba bermain dengan blok menengah karena kami tahu Milan bisa berbahaya lewat serangan balik. Tapi kami menciptakan terlalu sedikit peluang dibandingkan apa yang sudah kami tunjukkan di liga musim ini. Kami kurang tajam,” ujar Dimarco.

Ia juga menyinggung dua peluang emas yang gagal dimanfaatkan oleh dirinya dan rekan setimnya, Henrikh Mkhitaryan. Menurut Dimarco, momen-momen seperti itu seharusnya bisa dimaksimalkan untuk mengubah jalannya pertandingan.

“Kami memiliki dua peluang, saya dan Mkhitaryan, kami seharusnya bisa melakukan lebih baik,”

Tetap Percaya Diri dalam Perburuan Papan Atas

Meski kalah di derby, Dimarco menegaskan bahwa Inter tidak boleh kehilangan kepercayaan diri. Ia mengingatkan bahwa pada awal musim banyak pihak meragukan Inter bisa bersaing di papan atas.

Namun kini, menjelang akhir musim, Nerazzurri justru berada dalam posisi yang sangat kuat.

“Saya tidak tahu alasannya, tapi saya tahu ada banyak orang yang tidak melihat kami finis di empat besar. Sekarang di bulan Maret kami unggul tujuh poin. Kami harus terus melakukan apa yang sudah kami lakukan sebelum pertandingan ini,”

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Inter tetap fokus menjaga konsistensi di sisa musim, meskipun harus menerima kekalahan pahit dari rival sekota.

Kontroversi Handball Ricci Jadi Sorotan

Salah satu momen yang juga disorot Dimarco adalah potensi handball yang melibatkan gelandang Milan, Samuele Ricci.

Menurut Dimarco, situasi tersebut seharusnya bisa ditinjau melalui VAR karena posisi tangan Ricci dianggap cukup melebar.

“Saya tidak melihat langsung. Pio mengangkat tangan. Setiap minggu selalu ada banyak episode seperti ini. Saya tidak suka membicarakannya, tetapi tangannya cukup melebar dan mungkin bisa diperiksa lewat VAR,”

Derby Selalu Jadi Pertandingan yang Berbeda

Dimarco menegaskan bahwa laga derby selalu memiliki dinamika tersendiri, terlepas dari posisi klasemen atau performa tim sebelumnya.

Ia juga menilai Milan memang tampil lebih baik pada pertandingan kali ini.

“Saya dan beberapa rekan harus memimpin tim. Kami sudah memainkan banyak pertandingan penting. Derby selalu menjadi pertandingan yang berbeda. Milan bukan berada di posisi kedua tanpa alasan. Mereka lebih baik dari kami hari ini dan mereka memenangkan pertandingan.”

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*