Milan 1-0 Inter: Keunggulan Nerazzurri di Puncak Terpangkas Menjadi 7 Poin

Derby panas antara AC Milan dan Inter Milan kembali menghadirkan drama menarik. Kali ini di pekan ke-28 Serie A 2025-26, Senin (9/3/2026) dini hari WIB, Rossoneri keluar sebagai pemenang berkat gol tunggal Pervis Estupiñán.

Kemenangan ini bukan hanya soal gengsi kota Milan. Hasil tersebut juga membuka kembali persaingan gelar Serie A, karena Milan berhasil memangkas jarak dengan Inter di puncak klasemen menjadi Tujuh poin.

Derby yang Menentukan Perebutan Gelar

Pertandingan ini memiliki makna besar karena mempertemukan dua tim teratas di klasemen.

Sebelum laga, Inter Milan sedang dalam performa luar biasa dengan catatan 14 kemenangan dan satu hasil imbang sejak kekalahan terakhir mereka dari Milan pada November lalu.

Namun Nerazzurri datang ke pertandingan ini dengan sejumlah masalah. Penyerang utama Marcus Thuram mengalami gejala flu, sementara kapten tim Lautaro Martínez masih cedera dan hanya duduk di bangku cadangan untuk memberi dukungan.

Situasi ini memaksa Inter menurunkan pasangan muda di lini depan, yakni Pio Esposito dan Bonny.

Gol Perdana Estupiñán untuk Milan

Pertandingan dimulai dengan tempo tinggi. Pada menit ketiga, gelandang veteran Luka Modrić hampir membawa Milan unggul setelah memanfaatkan kesalahan umpan kiper Yann Sommer, tetapi tembakannya masih melebar tipis.

Inter juga sempat menciptakan peluang berbahaya melalui aksi solo run Henrikh Mkhitaryan yang memaksa kiper Mike Maignan melakukan penyelamatan penting.

Namun Milan akhirnya memecah kebuntuan.

Gelandang Youssouf Fofana memainkan kombinasi satu-dua dengan Rafael Leão sebelum mengirim umpan terobosan cerdas ke sisi kiri. Bola diterima oleh Pervis Estupiñán yang berlari melewati Luis Henrique dan melepaskan tembakan dari sudut sempit yang menaklukkan Sommer di tiang dekat.

Gol tersebut menjadi gol pertama Estupiñán untuk Milan, sekaligus momen krusial yang menentukan jalannya pertandingan.

Inter Terus Menekan, Tapi Gagal Menyamakan Skor

Setelah tertinggal, Inter meningkatkan intensitas serangan.

Gelandang Piotr Zieliński sempat menguji refleks Maignan dengan tembakan keras, sementara beberapa peluang lain tercipta melalui serangan balik cepat Milan yang dipimpin Christian Pulisic.

Pada menit ke-54, Inter mendapatkan peluang emas ketika umpan silang Nicolò Barella disundul oleh Mkhitaryan ke arah Federico Dimarco. Sayangnya, bek kiri Inter tersebut justru melepaskan tembakan melambung dari jarak dekat.

Peluang demi peluang terus datang, termasuk setelah Denzel Dumfries masuk dari bangku cadangan dan langsung memberikan ancaman ke gawang Milan.

Namun pertahanan solid Rossoneri membuat Inter gagal menyamakan skor hingga peluit akhir berbunyi.

Laga Penuh Kontroversi dan Ketegangan

Pertandingan juga diwarnai beberapa insiden panas. Bek Inter, Alessandro Bastoni menerima kartu kuning setelah melanggar Adrien Rabiot, yang bahkan membuat dirinya mengalami cedera dan harus meninggalkan lapangan.

Di menit-menit akhir, Inter sempat mencetak gol melalui situasi sepak pojok. Namun wasit telah lebih dulu meniup peluit untuk mengulang tendangan tersebut.

Nerazzurri juga sempat meminta penalti ketika bola sundulan Dumfries mengenai tangan Samuele Ricci, tetapi wasit menilai posisi tangan masih natural sehingga permainan dilanjutkan.

Persaingan Scudetto Kembali Memanas

Kemenangan ini membuat AC Milan menyapu bersih dua Derby musim ini melawan Inter Milan.

Lebih dari itu, hasil ini juga menghidupkan kembali persaingan gelar Serie A, karena selisih poin antara kedua tim kini semakin mengecil.

Dengan beberapa pertandingan tersisa hingga akhir musim, perebutan Scudetto dipastikan akan semakin menarik dan penuh ketegangan.

Susunan Pemain

MILAN (3-5-2): 16 Maignan; 23 Tomori, 5 De Winter, 31 Pavlovic; 56 Saelemaekers, 19 Fofana (4 Ricci 73′), 14 Modric, 12 Rabiot, 2 Estupiñán; 11 Pulisic (18 Nkunku 84′), 10 Leão (9 Füllkrug 73′).

Pelatih: Massimiliano Allegri.

INTER (3-5-2): 1 Sommer; 31 Bisseck (17 Diouf 80′), 25 Akanji, 95 Bastoni (30 Carlos Augusto 68′); 11 Luis Henrique (2 Dumfries 59′), 23 Barella (16 Frattesi 68′), 7 Zielinski, 22 Mkhitaryan (8 Sucic 59′), 32 Dimarco; 94 Esposito, 14 Bonny.

Pelatih: Cristian Chivu.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*