Musim 2025/26 menghadirkan fenomena langka di Serie A. Hingga pekan ke-27, hanya satu pemain yang mampu menembus dua digit gol, yakni Lautaro Martínez, penyerang Inter Milan.
Fakta ini menjadi sorotan media Italia karena belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah kompetisi kasta tertinggi Negeri Pizza.
Di saat liga-liga top Eropa dipenuhi striker tajam, Serie A justru mengalami “paceklik” gol dari para penyerangnya.
Lautaro Sendirian di Puncak
Lautaro sudah mengoleksi 14 gol sebelum akhirnya mengalami cedera. Ia menjadi satu-satunya pemain yang melampaui angka 10 gol sejauh musim ini.
Di belakangnya, terdapat Empat pemain yang masih tertahan di angka sembilan gol:
- Nico Paz (Como)
- Anastasios Douvikas (Como)
- Rasmus Højlund (Napoli)
- Rafael Leão (Milan)
Perbedaan hingga Lima gol dari Lautaro menunjukkan betapa jauhnya jarak produktivitas musim ini.
Serie A Tertinggal dari Liga Top Eropa
Jika dibandingkan dengan liga lain, situasinya semakin mencolok. Di:
- Premier League: 8 pemain sudah Dua digit
- La Liga: 8 pemain
- Bundesliga: 9 pemain
- Ligue 1: 5 pemain
Bahkan di liga seperti Turki, Belgia, Belanda, Portugal, hingga Skotlandia, jumlah striker dua digit masih lebih banyak dibanding Italia. Ini membuat Serie A menjadi “juru kunci” dalam urusan produktivitas gol penyerang.
Rekor Negatif Sepanjang Sejarah
Lebih mengejutkan lagi, ini adalah pertama kalinya dalam sejarah Serie A hanya ada satu pemain dengan Dua digit gol setelah 27 pertandingan.
Rekor sebelumnya yang mendekati terjadi pada musim 1987/88 — musim Scudetto AC Milan era Arrigo Sacchi — ketika hanya dua pemain yang mencapai dua digit pada fase serupa:
- Diego Maradona (14 gol)
- Careca (12 gol)
Namun bahkan saat itu masih ada dua nama yang mencapainya. Musim ini, Lautaro benar-benar sendirian.

Leave a Reply