Gasperini Singgung Dominasi Inter: “Seakan Menjalani Liga Mereka Sendiri”

Pelatih AS Roma, Gian Piero Gasperini, melontarkan pernyataan menarik usai hasil imbang dramatis 3-3 melawan Juventus di Olimpico dalam laga pekan ke-27 Serie A 2025-26, Senin (2/3/2026) dini hari WIB.

Dalam konferensi pers, ia menyoroti kegagalan timnya mengamankan kemenangan krusial dalam perburuan tiket Liga Champions, sekaligus memberikan komentar tegas tentang dominasi Inter Milan musim ini.

Roma sempat unggul dan berada di jalur kemenangan sebelum kebobolan di menit akhir. Dua poin yang hampir dalam genggaman pun sirna.

Gelas Setengah Penuh, Tapi Sakit di Menit Akhir

Gasperini mencoba melihat sisi positif dari performa anak asuhnya melawan Juventus, meski tak menutupi rasa kecewa akibat gol penyeimbang Federico Gatti di detik-detik akhir.

“Gelasnya setengah penuh. Setengah kosong hanya karena gol di akhir laga yang terasa menyakitkan, dua poin yang hampir di tangan menguap. Sepak bola memang seperti ini, gol tetap sah meski tercipta di detik terakhir. Dengan dua poin tambahan itu akan jadi langkah besar, tapi ini tetap hasil yang bagus. Ada penyesalan besar, tapi performanya luar biasa. Kami harus terus melangkah,” ujar Gasperini, seperti dikutip dari FCInter1908.it.

Gasperini Akui Inter “Main di Liga yang Berbeda”

Bagian paling menarik dari konferensi pers adalah ketika Gasperini menyinggung dominasi Inter di Serie A musim ini.

“Inter seakan menjalani liga mereka sendiri musim ini. Kami membuat kemajuan dalam tiga big match terakhir, kami lebih dekat untuk menang daripada kalah. Performa kami berada di level tinggi, tapi ada detail yang menentukan. Tim-tim seperti mereka di akhir laga selalu memasukkan pemain yang kuat di duel udara. Bukan kebetulan, fisik di akhir pertandingan memberi keuntungan.”

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa menurut Gasperini, Inter memiliki konsistensi dan keunggulan fisik yang membuat mereka unggul dibanding rival langsung.

Detail Kecil Jadi Penentu

Gasperini juga menyoroti pentingnya bola mati dan duel udara dalam laga besar. Ia mengakui bahwa timnya juga memanfaatkan situasi set-piece, namun kurang solid saat bertahan menghadapi tekanan di menit akhir.

Dalam laga melawan Juventus, Roma kebobolan dari situasi bola mati di masa injury time, sebuah detail kecil yang berdampak besar pada klasemen.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*